Mengupas Diskon Pajak Mobil

Jumat, 19 Februari 2021 19:42 Reporter : Syakur Usman, Dwi Aditya Putra, Anisyah Al Faqir
Mengupas Diskon Pajak Mobil Ekspor mobil Tanjung Priok. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sebut saja namanya Komar. Sepekan terakhir, dia sibuk membaca segala berita relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) produk otomotif per 1 Maret nanti. Kebetulan pekerja bidang IT di Tangerang ini ingin mengganti mobil lawasnya.

Infodemi diskon pajak mobil hingga 100 persen melanda pasar otomotif RI sejak akhir Januari lalu. Terus terang, diskon pajak ini menarik perhatian bapak dua anak yang juga pegiat komunitas mobil ini.

"Tapi makin ke sini, makin galau," kata Komar (46) setelah membaca berita Bank Indonesia membuka batas uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor.

Pekan lalu, dalam siaran pers, Kementerian Keuangan RI menyiapkan insentif penurunan tarif PPnBM atau diskon pajak kendaraan bermotor segmen 1.500 cc kategori sedan dan 4x2.

Diskon pajak ini diberikan dalam tiga skenario. Skenario pertama, diskon pajak sebesar 100 persen diberikan Maret-Mei. Kedua, diskon 50 persen pada Juni-Agustus dan terakhir diskon tinggal 25 persen pada September-November.

infografis diskon pajak mobil

Seperti Komar, kustomer otomotif menengah-atas menunggu kepastian beleid ini. Sambil mencari model mobil apa saja yang dapat diskon pajak dan berapa penurunan harga jualnya.

Mengacu tiga kriterianya, segmen sedan kecil, hatchback, low MPV, dan low SUV adalah penerima diskon ini. Mobil segmen LCGC tidak termasuk, karena memang PPnBM-nya sudah 0 persen. Sekadar menyebut merek, Toyota Vios, Honda Brio, Suzuki Ertiga, Daihatsu Xenia, dan Toyota Rush bakal dapat diskon ini di Maret.

Beleid diskon pajak ini memang mengincar masyarakat menengah ke atas. Menurut pemerintah kalangan masyarakat ini memiliki daya beli, tapi tertahan akibat pandemi.

Simulasi Penurunan Harga Jual

Beberapa pabrikan yang dihubungi merdeka.com mengaku belum bisa mengomentari penurunan harga jual produknya bila dapat diskon pajak 100 persen. Mereka lebih baik menunggu petunjuk teknis pemerintah, agar tidak keliru menyebutkan besaran penurunannya. Mungkin untuk menghindari memberikan harapan palsu.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, mengakui dari tiga kriteria, satu kriteria tentang komponen lokal 70 persen masih perlu dijelaskan pemerintah pada pabrikan secara gamblang.

Honda masih menanyakan maksud tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 70 persen. Apakah jumlah komponen yang diproduksi di Indonesia dalam satu mobil atau jumlah pembelian lokal alias bukan impor. "Kriteria ini sedang dibahas teknisnya antara tim Gaikindo dan Kementerian Perindustrian. Kami menunggu saja," ujar Billy.

Lepas dari itu, yang jelas konsumen menanti berapa rupiah penurunan harga jual mobil yang dapat diskon pajak 100 persen di Maret itu.

Hitung-hitungan yang banyak beredar selama ini kurang tepat. Karena diskon pajak itu tidak dihitung dari harga jual ritel kendaraan. Price list kalau kita menanyakan di diler.

Misalnya, Toyota Avanza yang harga jual ritelnya mulai Rp 200,2 juta di Jakarta. Masuk kategori low MPV 4x2, mobil ini dipungut PPnBM 10 persen. Karena dapat diskon pajak 100 persen, bukan berarti harga jualnya turun Rp 20 juta menjadi Rp 180 juta. Ini keliru!

Karena pajak itu dipungut menurut dasar pengenaan pajak (DPP) atau harga jual pabrikan ke pihak diler. Sekali lagi bukan berdasarkan price list.

infografis diskon pajak mobil

Jadi yang benar begini; price list Avanza Rp 200,2 juta, tapi harga DPP-nya Rp 150 juta. Maka PPnBM-nya Rp 15 juta, tapi karena dapat diskon 100 persen, maka harga jual Avana tipe terendah ini turun jadi Rp 185,2 juta!

Perhitungan penurunan harga jual ini tentu bergantung harga DPP setiap mobil dan besaran PPnBM-nya. Misalnya, mobil sedan kecil PPnBM-nya 30 persen, sedangkan low MPV seperti Avanza itu hanya 10 persen.

Vaksinasi Industri Otomotif

Diskon pajak ini ibarat ‘vaksinasi’ buat industri otomotif RI yang terpuruk tahun lalu akibat pandemi. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan, penjualan mobil turun sekitar 50 persen menjadi sekitar 530 ribu unit. Alhasil, volume produksi pabrikan juga turun, rata-rata 46 persen.

Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, mengaku bisa tersenyum lebar dengan kebijakan diskon pajak mobil ini. Karena diharapkan penjualan mobil bisa naik dari tahun lalu, sehingga volume produksi pabrikan juga tumbuh.

Terdampak pandemi, kata Nangoi, industri otomotif dalam kondisi mengkhawatirkan. Pasalnya, pabrikan memiliki kapasitas 2,4 juta unit per tahun. Namun, tahun lalu volume produksinya turun 46 persen tinggal 690 ribu unit. Padahal pabrikan menghitung level produksi minimal adalah 70 persen agar ekonomis alias mencapai titik impas.

"Tahun lalu mobil terjual hanya 578 ribu unit ditambah ekspor CBU 230 ribu unit. Ini sangat membahayakan, karena kita pernah menjual 1,2 juta unit dengan ekspor 300 ribu unit," kata Nangoi saat menjadi pembicara di acara Indonesia Business Forum, kemarin.

Menurut dia, bila volume penjualan Indonesia kecil juga berbahaya, karena pihak prinsipal bisa memiliki opsi menutup pabrik Indonesia sementara dengan produk dipasok dari Thailand, Vietnam, atau Malaysia. Memanfaatkan perdagangan bebas ASEAN yang membebaskan bea masuk mobil impor.

Gaikindo juga tidak muluk-muluk dengan vaksinasi buat industri otomotif ini. Karena masih banyak variabelnya, terutama daya beli masyarakat, untuk mengembalikan pasar kembali normal seperti 2019.

"Penjualan per bulan bisa naik 10-12 ribu unit menjadi 62 ribu sudah berhasil menurut kami, karena pabrikan bisa bernapas lega," tegasnya.

Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, menjelaskan peraturan menteri terkait diskon PPnBM ini belum diterbitkan pekan ini. Masih diproses oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Kami belum bisa memastikan kapan peraturan menteri itu selesai. Mungkin belum (pekan ini) ya," ucap Yustinus. Jadi mari kita tunggu saja aturan teknisnya. [ang]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini