Mengenalkan Tuhan Untuk Anak Punk Jalanan

Rabu, 3 Februari 2021 14:46 Reporter : Arie Basuki
Mengenalkan Tuhan Untuk Anak Punk Jalanan Anak Punk Jalanan di Pondok Tassawuf Underground. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Suara azan Dzuhur berkumandang. Seketika semua kesibukan terhenti di sebuah ruko berlantai tiga di pinggir Jalan Raya Parung-Ciputat. Di dalamnya berisi sekelompok pria penuh rajah di badan. Penampilan mereka memang bak berandalan. Tapi itu adalah cerita di masa kelam.

Para pria bertato itu kemudian bergegas mengambil wudhu. Membersihkan diri dan berganti pakaian layak untuk salat berjemaah. Menempati ruang tengah, mereka membentuk dua saf salat. Ibadah pun berlangsung khusyuk dan sangat tenang. Hingga di akhir salat, mereka tidak segera bubar. Doa-doa masih terus dipanjatkan.

Siang itu, salat dipimpin seorang Ustaz Halim Ambiya. Sosok ini sangat berpengaruh atas perubahan hidup para pemuda itu. Sudah enam tahun dia berjuang. Berupaya mengajak para anak punk jalanan agar lebih mengenal Tuhan.

pondok tasawuf underground anak jalanan dan punk
Pondok Tasawuf Underground Anak Jalanan dan Punk ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Pondok Tassawuf Underground. Begitulah nama lokasi itu disebut. Tempat ini bisa dikatakan sebagai penampungan. Bukan sekedar tempat tinggal. Para mantan anak punk jalanan itu juga diajarkan keterampilan demi mengubah hidup lebih baik di masa depan. "Di sini semua nyaman. Sudah berasa sebagai keluarga," ujar Ustaz Halim bercerita kepada merdeka.com, Senin lalu.

Para pemuda di pondok ini Tassawuf tiap hari menjalankan bisnis laundry. Mulai pagi hingga sore, Mereka sibuk membawa pakaian kotor untuk dicuci dan disetrika pada ruangan yang disekat menjadi dua di dalam ruko.

Tidak berhenti di situ, di malam hari mereka berlanjut jualan angkringan di depan ruko berlokasi di Kompleks Ruko Pasar Cimanggis Ciputat Blok C No.27, Cipatat, Tangerang Selatan, tersebut. Mulai dari minumah hingga beragam makanan banyak tersedia. Semua disusun rapih di atas gerobak kayu. Para pemuda ini pun bergantian melayani pembeli.

pondok tasawuf underground anak jalanan dan punk
Pondok Tasawuf Underground Anak Jalanan dan Punk ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Bukan hal mudah bagi Ustaz Halim untuk merangkul para anak punk jalanan. Semua memakan proses panjang. Dimulai dengan sekitar 10 orang, perlahan banyak kelompok punk jalanan berdatangan.

Pendekatan tassawuf dengan menitikberatkan pemahaman tauhid kepada Allah SWT, merupakan metode yang dipakai Ustaz Halim. Cara itu selama ini cukup efektif. Bahkan mampu membawa perubahan besar bagi anak punk jalanan untuk memperbaiki diri menjauhi perbuatan maksiat. Khususnya ketika mereka kembali ke masyarakat.

Deni, salah seorang mantan anak punk jalanan di Pondok Tassawauf Underground, menceritakan bagaimana dirinya pertama kali menjalankan ibadah salat. Kala itu dia tidak mengerti tata cara mulai dari wudhu hingga bacaan doa. Semua hanya mengikuti tiap gerakan Ustaz Halim ketika salat. "Pertama kali diajak salat, hati gue bergetar," ungkap Deni.

pondok tasawuf underground anak jalanan dan punk
Pondok Tasawuf Underground Anak Jalanan dan Punk ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Kini sedikit demi sedikit pemahaman tentang agama Islam mulai dipahami. Salat lima waktu pun tak pernah ditinggal. Perasaannya kini lebih tenang. Ajaran dari Ustaz Halim benar-benar dilakukan.

Setiap harinya para mantan anak punk jalanan itu belajar mengupas Alquran dan Hadist. Bahkan ada jadwal pengajian khusus yang digelar tiap malam Jumat dan Minggu malam. Semua dilakukan bersama-sama. Bila semua kumpul, total sudah ada ratusan santri berlatar belakang serupa dengan Deni.

Belajar dari Pengalaman

Jalan kebaikan dilakoni Ustaz Halim bukan tanpa alasan. Semua berawal ketika sedang mengunjungi Pattani, Thailand. Tujuan dia untuk mengisi seminar di sana. Kebetulan kala itu suasana tengah ricuh akibat kerusuhan. Dalam keadaan mencekam, Ustaz Halim kemudian dibantu sekelompok anak punk jalanan untuk dievakuasi.

pondok tasawuf underground anak jalanan dan punk
Pondok Tasawuf Underground Anak Jalanan dan Punk ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Mulai dari situ, pandangan Ustaz Halim berubah terhadap mereka yang berpenampilan berandalan. Mereka yang sehari-hari berada di jalan tak semua bersifat jahat. Bahkan banyak di antara mereka hanya perlu bimbingan agar hidup lebih baik. Apalagi biasanya anak punk jalanan terjadi karena mereka korban broken home.

Dari pengalaman itu, dosen dan mantan tersebut itu pun memberanikan diri membuat gerakan Tassawauf Underground. Harapannya agar para anak punk jalanan bisa memiliki hidup lebih baik. Tidak hanya itu, banyak pula para jebolan "pesantren" ini ikut melakukan syiar Islam terhadap komunitasnya.

"Jadi bukan sekedar ilmu agama, akan percuma jika keluar dari Pondok Tasawuf mereka kembali ke jalanan lagi, misal untuk mengamen," ujar Ustaz Halim mengungkapkan.

pondok tasawuf underground anak jalanan dan punk
Pondok Tasawuf Underground Anak Jalanan dan Punk ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki [ang]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini