Menelusuri Markas MeMiles

Senin, 20 Januari 2020 10:32 Reporter : Anisyah Al Faqir, Erwin Yohanes
Menelusuri Markas MeMiles MeMiles. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kamal Tarachan sudah malang melintang dalam bisnis investasi bodong. Sudah dua kali sosok pria keturunan itu menipu banyak masyarakat. Cara dipakai sama, hanya beda tampilan saja. Paling anyar, dirinya dan tim membuka investasi dengan iming-iming bonus berlimpah lewat aplikasi MeMiles.

Dalam situs memiles.co, perusahaan dibangun Kamal tertera ada di Surabaya. Sesuai dengan petunjuk yang muncul di google, alamat Kantor Customer MeMiles Surabaya ada di Gang Rahmat V, Kelurahan Morokrembangan, Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, dengan kode pos 60178.

Kami mencoba menelusuri salah satu alamat MeMiles di Surabaya. Berbekal informasi ini, penelusuran dimulai dengan menyusuri jalanan Kota Surabaya, menuju kawasan Krembangan yang nyaris berbatasan dengan Kabupaten Gresik.

Jejak MeMiles di Surabaya ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Membaca alamat tertera, kantor tersebut berada di sebuah gang perkampungan. Dari jalan arteri Kalianak yang biasa disebut dengan jalur tengkorak lantaran banyak kejadian kecelakaan menewaskan pengendara motor, petunjuk jalan mengarahkan untuk memasuki sebuah Gang Lebar yang lebar jalannya berukuran satu meter lebih.

Memasuki wilayah itu, kemudian mencari nama Gang Rahmat V. Meski menggunakan petunjuk Google Maps, namun untuk menemukan gang tersebut ternyata bukan sesuatu hal yang mudah. Sebab, dari Gang Lebar, jalan terus menyempit dan membentuk cabang-cabang kecil gang. Kami beberapa kali kebingungnan karena salah masuk gang.

1 dari 5 halaman

Seorang warga kami ditemui, mengarahkan pada sebuah gang yang di dalamnya ada deretan nama Gang Rahmat. "Di gang depan itu, ke arah selatan dari sini, semuanya Gang Rahmat. Tinggal dicari nomornya saja," ujar salah satu warga memberi petunjuk.

Sesuai dengan petunjuk warga tadi, memang benar, ada deretan nama Gang Rahmat, termasuk nama Gang Rahmat V. Jika menurut google maps, titik point kantor customer MeMiles, berada di dalam gang tersebut. Lokasinya bukan kawasan perkantoran melainkan perkampungan.

Untuk masuk ke dalam gang itu, harus melewati mulut gang yang memiliki luasan jalan kurang lebih sekitar 1 meteran saja. Jangankan dilewati mobil, untuk motor saja harus bergantian jika sedang bersimpangan.

Merdeka.com lalu meneruskan pencarian titik poin yang ditunjuk Google Maps. Namun, titik poin yang ditunjuk berada di deretan rumah-rumah warga yang cukup padat. Tidak ada petunjuk fisik jelas, yang memang menunjukkan adanya sebuah bangunan dikhususkan untuk perkantoran.

Seorang warga bernama Menuk ketika kami bertemu hanya menggelengkan kepala lokasi kantor MeMiles atau PT Kam and Kam. "Tidak ada mas. Di sini semua rumah warga saja. Masak gang sempit gini ada kantor," ujar wanita paruh baya itu.

Kemudian kami mencoba untuk menghubungi nomor kontak tertera dalam alamat tersebut. Berkali-kali dihubungi tidak ada jawaban. Beberapa warga pun juga mengaku tidak tahu nomor siapa yang tertera, saat ditunjukkan nomor kontak tersebut.

Para warga di lokasi menyarankan kami untuk bertemu dengan Ketua RT setempat. Mereka meyakini, Ketua RT pasti mengetahui jika ada warganya yang menggunakan rumahnya untuk perkantoran. Sayangnya, sang ketua RT sedang tidak ada di tempat. "Pak RT tidak ada, orangnya lagi pergi tadi," ujar Menuk yang mengaku rumahnya bersebelahan dengan rumah Ketua RT.

2 dari 5 halaman

Rumah Pak RT jadi Kantor Member MeMiles

Setelah memastikan dari ujung ke ujung gang tidak ada kantor MeMiles di tempat tersebut, kami masih berkeliling di sekitar Gang Rahmat. Kemudian ponsel kami pun berdering. Dari layar ponsel tertera sebuah nomor telepon kantor MeMiles yang tadi tengah dicari.

Di ujung telepon, seorang pria langsung memperkenalkan diri sambil bertanya. Sekaligus memperkenalkan diri. "Saya pak Abu Hasan, Ketua RT. Ada keperluan apa ya mencari saya?" ujar dia membuka pembicaraan.

Jejak MeMiles di Surabaya 2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Kalimat pembuka ini pun membuat merdeka.com sempat terkejut. Sebab, nomor kontak Abu Hasan ini, tertandai dengan nomor kontak kantor MeMiles yang sejak awal dicari. Saat ditanya apakah ada hubungan dengan kantor MeMiles, Abu Hasan langsung tertawa.

"Iya benar, ini nomor saya. Saya juga memang member MeMiles. Bu Menuk itu istri saya. Cuma beliaunya memang tidak tahu saya ikut MeMiles," katanya sembari tertawa.

Ditanya soal kantor MeMiles serta petunjuk alamat seperti yang tersebar di internet, Abu menjelaskan, dia memang sengaja memberi titik poin di Google Maps alamat rumahnya dengan nama kantor customer MeMiles Surabaya, karena untuk memudahkan pencarian para temannya sesama member MeMiles saja.

3 dari 5 halaman

Abu mengaku hanya seorang member, bukan bagian dari manajemem MeMiles atau PT Kam and Kam. "Saya bukan bagian dari manajemen MeMiles. Tapi saya memang member. Saya sudah sejak 5 bulan lalu ikut MeMiles."

Awal bergabung MeMiles, Abu mengaku diajak temannya sesama member MeMiles. Dirinya mengaku tertarik lantaran promo barang yang ditawarkan cukup murah. Kemudian memutuskan untuk bergabung dan melakukan beberapa kali top up (menanam modal) di MeMiles. Hingga pada akhirnya, total uang yang sudah diberikan pada MeMiles sekitar Rp3,5 juta.

"Saat itu saya top up beberapa barang, seperti kulkas dan motor. Barangnya murah-murah. Seperti untuk kulkas, saya cuma top up Rp500 ribu saja," ungkapnya.

Seharusnya barang yang diinginkan didapat pada Januari ini. Sebab, semua syarat sudah dipenuhi. Di antaranya jumlah omzet nasional sampai masa tunggu hari kerja. Sayangnya, hadiah diidamkan tak kunjung datang. Demikian juga dengan uang yang telah ditanamnya di MeMiles tak juga jelas untungnya.

Hingga saat ini, dia mengaku tak pernah memberitahu sang istri bahwa dirinya merupakan salah seorang member MeMiles. Abu takut sang istri kecewa jika tahu kehilangan uang akibat investasi bodong MeMiles.

Abu ternyata juga sengaja memasang alamat di Google Maps sebagai kantor customer MeMiles dengan harapan ada titik terang dari para member maupun manajemen MeMiles, terkait dengan uang miliknya. Sampai kini dia dan beberapa temannya hanya bisa menunggu kabar nasib duit mereka setelah manajemem MeMiles ditangkap. "Harapan saya uang bisa kembali itu saja," ucapnya.

4 dari 5 halaman

Sering Gaduh di JI Expo Kemayoran

Polisi sudah menyita Rp124 miliar sebagai barang bukti dari PT Kam and Kam. Pengungkapan kasus ini bermula dari temuan Polda Jatim yang mendapati investasi MeMiles belum mengantongi izin. MeMiles merupakan produk usaha dari PT Kam and Kam yang berdiri sejak 8 bulan lalu.

Selain di Surabaya, kami menelusuri markas pusat perusahaan Kamal Tarachan alias Sanjay. Informasi dihimpun, PT Kam and Kam beralamat di JI Expo Kemayoran Hall E Arena PRJ, No 212A, Jakarta Pusat.

Lokasi bekas kantor PT Kam and Kam di JI Expo Kemayoran, Jakarta 2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Saat didatangi, lokasi kantor berada di lantai 2. Tak terlihat aktivitas kantor di tempat itu lantaran akhir pekan. Tak ada penjagaan dan petugas keamanan bertugas di lantai tersebut. Suasana sangat sepi. Pendingin ruangan tetap menyala meski tak terlihat ada aktivitas.

Lantai berkarpet membuat lorong jadi kedap suara. Aneka lukisan terpasang di dinding sebagai pemanis. Tiap ruangan bertuliskan nomor ruangan dan nama perusahaan yang menempatinya. Tak kurang dari 15 ruangan ada Dilantai itu. Beberapa saling berhadapan. Nomor ruangan pun tersusun acak. Kami sedikit kesulitan mencari nomor ruangan 212 A.

Hampir sekian lama mencari, kami tak menemukan nama PT Kam and Kam. Hanya pintu bernomor 212 A dengan nama perusahaan PT MNG Spesialis Indonesia. Letaknya di dekat tangga menuju area food court di lantai 1. Pintunya pun terkunci rapat. Tidak terlihat pula ada aktivitas di dalam ruangan tersebut.

PT MNG Spesialis diketahui bergerak di bidang usaha jasa pembuat softcopy Peta Fisik. Perusahaan ini juga memiliki kantor di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Dari petugas kebersihan di area food court, kami mendapatkan informasi perusahaan itu merupakan penghuni baru area perkantoran tersebut. Memang, sebelumnya PT Kam and Kam pernah berkantor di ruangan 212 A. Bahkan menyewa 2 ruangan lainnya.

Satu ruangan bersebelahan, yakni 212 dan satu ruangan lainnya terpisah tetapi masih di lantai yang sama. Namun, PT Kam and Kam pindah kantor sejak akhir tahun 2019. "Sudah tidak di sini kira-kira dari 2 bulan lalu," ujar petugas kebersihan berinisial G kepada merdeka.com pekan lalu.

Dia menuturkan, izin perpanjangan sewa kantor tidak disetujui pengelola gedung. Alasannya, banyak penyewa kantor yang merasa terganggu dengan aktivitas PT Kam and Kam. Lalu mengadukan aktivitas PT Kam and Kam kepada pengelola gedung.

Petugas kebersihan itu bercerita, PT Kam and Kam sebelum pindah kerap membuat acara bagi-bagi hadiah kepada para nasabah. Sekali waktu pernah membuat acara bagi-bagi hadiah motor halaman Hall E. Namun, kegiatan tersebut ternyata tidak memiliki izin keramaian sehingga mengganggu karyawan perusahaan lainnya.

Selain aksi bagi-bagi motor, PT Kam and Kam juga sering mendapatkan kiriman logistik berupa sembako. Dia mengaku pernah diminta bantuan mengangkut barang dari halaman Hall E ke lantai 2 menggunakan tangga. Sebab, memang tidak ada akses lift atau elevator di sana. "Saya dulu pernah disuruh angkut sembako juga ke atas," kata pria berbadan tambun itu.

Atas kerja tersebut dia mendapat imbalan untuk uang lelah. Namun G enggan menyebutkan upah yang diterima kala itu. Dia juga mengaku sering diberi uang tip bos PT Kam and Kam saat datang berkunjung. Biasanya dia datang dan makan di area food court lantai 1. Diduga sosok itu adalah Kamal Tarachan. "Bosnya orang India, sering datang ke sini, kan kalau menginapnya di hotel sebelah," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Sebagaimana kantor pada umumnya, PT Kam and Kam juga memiliki belasan karyawan. Memang mayoritas karyawan adalah perempuan. Tak ada aktivitas mencurigakan. Bahkan anak tetangganya pun baru saja di terima di PT Kam and Kam beberapa bulan yang lalu.

Perusahaan ini memang banyak didatangi para nasabah. Tiap datang, mereka bergerombol. Kadang sambil menunggu giliran, para nasabah makan di area food court. Petugas keamanan di area parkir Gate H dekat Hall E JIExpo Kemayoran bahkan tak asing dengan nama PT Kam and Kam. Sebab, banyak pengunjung datang menanyakan lokasi kantor induk usaha MeMiles tersebut. Banyak yang datang untuk mengambil hadiah. Mulai dari motor sampai barang-barang elektronik.

Lokasi bekas kantor PT Kam and Kam di JI Expo Kemayoran, Jakarta2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengaku pernah ditawari ikut berinvestasi di PT Kam and Kam oleh nasabahnya. Katanya, dengan modal Rp 500 ribu, dia bisa mendapatkan hadiah TV LCD. "Pernah ditawarin saja tapi tidak memaksa. Namanya juga sambil ngobrol," ungkap petugas keamanan tersebut.

Hingga akhirnya kasus investasi bodong itu terungkap, dia mengaku masih ada yang datang mencari kantor PT Kam and Kam. Terakhir kali yang datang seorang ibu-ibu. Ibu itu datang untuk ingin mengambil hadiah yang dijanjikan. Sayangnya, PT Kam and Kam sudah tak lagi berkantor di Hall E lantai 2.

Dia memperkirakan PT Kam and Kam pindah kantor pada bulan November. Kebetulan, dia saat itu sedang bertugas di Gate H. Dari supir truk pengangkut barang dia mendapat informasi, perusahaan ini pindah ke kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Yang saya tahu pindahnya ke Kelapa Gading, tapi lokasi persisnya saya kurang tahu," katanya.

Merdeka.com sudah berupaya mengonfirmasi kepada pihak pengelola gedung. Namun, saat mendatangi kantor Marketing Office, tidak ada yang bisa ditemui. Kami mencoba jalur pesan pribadi ke Marketing JIExpo Kemayoran Ralph Scheunemann tapi tidak mendapatkan balasan. Begitu juga dengan sambungan telepon yang tak diangkat.

Selain kantor PT Kam and Kam, kami juga menelusuri alamat kantor MeMiles Indonesia di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara. Alamat yang kami dapat kantor MeMiles berada di Jalan Nirwana Raya 2 No. 14, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saat ditelusuri, kami tidak dapat menemukan alamat rumah atau kantor nomor 14. Dari juru parkir di area Jalan Nirwana Raya 2, kami mendapat informasi biasanya alamat kantor atau rumah terdiri dari dua jenis yaitu gabungan nomor dan blok. "Kalau jalan Nirwana 2 memang di sini, tapi nomor 14 saya kurang tahu karena biasanya ada nama bloknya," kata Mamat kepada merdeka.com pekan lalu.

Tak puas, kami mendatangi petugas keamanan di area komplek Paradise 2. Lokasinya hanya berjarak 100 meter dari area pertokoan di Jalan Nirwana 2. Hal yang sama juga diungkapkan petugas keamanan komplek. Katanya, alamat di komplek Paradise 2 juga gabungan antara blok dan nomor rumah atau kantor. Ketika disebutkan nama kantor MeMiles pun, petugas keamanan tersebut mengaku tidak pernah mendengar sebelumnya.

Lima orang tersangka dalam kasus investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam sudah ditangkap. Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp124 miliar lebih, 20 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya.

Adapun para tersangka di antaranya, Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai Direktur dan Pengelola MeMiles, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa alias Dokter Eva bertugas menjadi motivator sekaligus pencari member, Prima Hendika sebagai Kepala Tim IT MeMiles. Terakhir, polisi mengamankan tersangka berinisial W yang bertugas di pengadaan dan distribusi bonus. Para pelaku terancam dikenakan hukuman 10 tahun karena dianggap melanggar Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 tahun 2004.

[ang]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini