Menata Kampung Mengubah Jakarta

Senin, 17 Juni 2019 08:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Menata Kampung Mengubah Jakarta Kampung Warna Warni di Pinggir Danau Sunter. ©2018 Liputan6.com/Arya Manggala

Merdeka.com - Suguhan ragam warna membentuk bermacam pola menghiasi tiap rumah. Menyulap sebuah kampung. Tak ada lagi cap kumuh. Semua dibuat tampak ceria. Warna-warni itu membuat mata siapa saja terpana.

Kampung Sunter Jaya alias Sunjay, sebutan biasa warga di sana. Lokasinya sekitar Danau Sunter, Jakarta Utara. Dari seberang danau sudah terlihat jelas. Dinding dan atap semua dicat. Bahkan tembok beton (sheet pile) pembatas antara danau dan perkampungan juga diwarnai. Semua dikerjakan bersama, antara petugas PPSU dan warga sekitar.

Sore hari merupakan waktu terbaik untuk menikmati suasana di sana. Memandang kampung dari seberang danau. Sambil duduk bersantai merasakan semilir angin. Sungguh indah.

Memasuki perkampungan Sunjay, warga seolah menyambut ceria. Melihat dari dekat bagaimana warna-warni dengan beragam gambar dan pola itu terlihat jelas. Seluruh rumah di tengah kampung juga berwarna.

Sugiono selaku ketua RT 008, RW 001, Sunter Jaya, mengatakan pengecatan rumah warga itu dilakukan setahun lalu dalam rangka menyambut hajatan Asian Games 2018. Satu bulan sebelum pembukaan ajang bergengsi itu, dia mendapat surat edaran. Di situ tertulis perintah untuk mengecat kampung menjadi warna-warni.

"Ada surat edaran yang isinya, RW 01 jadi percontohan kampung warna-warni," kata Sugino saat ditemui merdeka.com akhir pekan lalu.

Lokasi Kampung Sunjay memang berdekatan dengan Wisma Atlet tempat para peserta Asian Games menginap selama pertandingan. Menjadi salah satu alasan agar wilayah itu diperindah. Tanpa ragu, kata Sugiono, banyak warga gotong royong ikut mempercantik lingkungan tiap akhir pekan. Mereka juga memberi nama dengan Kampung Berseri.

©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Penghijauan juga dilakukan. Sepanjang gang di tengah perkampungan dipasang deretan pot tanaman. Tak kurang dari Rp 5 juta rupiah dikeluarkan untuk membeli cat dan perlengkapan lainnya. Jumlah tersebut, kata Sugino, murni dari uang kas RT.

Meski ajang bergengsi sudah berlalu, warga Kampung Berseri tetap menjaga kebersihan dan keindahan kampung. Tanaman di sepanjang gang terus dirawat warga. Bila kemarau, tanaman disiram tiap pagi dan sore. Kerja bakti setiap hari Minggu terus dilakukan.

Hanya memang, warna cat sudah mulai pudar. Rencana untuk mengecat ulang pun masih terhambat biaya. Tapi, kata Sugino dengan menjaga kebersihan kampung, itu sudah cukup. "Segini juga masih bagus. Jadi belum ada rencana cat ulang," ujar dia.

Program Revitalisasi Kampung

Program penataan kampung memang sedang dikebut Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Mereka melanjutkan pengerjaan walau Asian Games telah usai. Program tersebut untuk merevitalisasi tiap kampung di Jakarta. Dibungkus dalam wadah Community Action Plan (CAP).

Ada 16 kampung di Jakarta yang masuk dalam program revitalisasi kampung. Wilayah tersebut masuk dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Di antaranya, Kampung Akuarium, Lodan, Muka, Marlina, Gedung Pompa, Elektro, Kunir Pinangsia, Nelayan Kerang Ijo, Rawa Barat, Rawa Timur, Tongkol, Krapu, Tembok Bolon, Kali Apuran, Blok Empang dan Prumpung.

Revitalisasi tiap kampung ini berupa penambahan fasilitas yang belum pernah ada. Dibuat dalam bentuk program jangka pendek. Misalnya, penyediaan tempat sampah, penghijauan, akses PJU dan aliran PDAM.

Ada dua kampung mendapat penanganan khusus. Kampung Akuarium dan Kampung Kunir. Di sana bakal dilakukan pembangunan kembali. Sebab, dua kampung ini sempat mengalami penggusuran dan diratakan. "Kalau kami di sini mengharapkan pembangunan kampung kembali, kalau sekarang kan masih tinggal di shelter," kata warga Kampung Akuarium, Dharma Diani kepada merdeka.com pekan lalu.

Program CAP berada di bawah Dinas Permukiman Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). CAP merupakan program dengan melibatkan LSM dan kelompok kerja untuk menciptakan kampung berkualitas yang lestari dan sejahtera. Sekaligus bagian dari janji politik Anies-Sandi saat kampanye pada Pilgub DKI tahun 2017.

Dharma mengaku jadi bagian warga sejak program ini diluncurkan Pemprov DKI sejak Januari 2018 lalu. Dia bertugas untuk memberikan edukasi kepada warga Kampung Akuarium tentang rencana pembangunan kembali. Harapannya, warga kampung akuarium bisa terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan.

Februari lalu, Dharma telah menyerahkan desain rumah kontainer untuk warga Kampung Akuarium. Konsepnya masih sama dengan maket rumah berlantai dua yang diusulkan warga tahun 2018 silam. Hanya saja, material rumah semula terbuat dari batako diganti dengan peti kemas bekas.

Ide ini terinspirasi dari arsitek yang pernah datang melakukan peninjauan ke tempat tinggalnya. Ide itu pun sudah mendapat persetujuan warga. Selain memanfaatkan barang bekas, Dharma meyakini rumah dari kontainer ini akan mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi warga Kampung Akuarium.

©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Kini dia dan warga Kampung Akuarium tengah menanti keputusan Pemprov DKI untuk melakukan pembangunan kembali kampungnya. Sampai sekarang belum lagi ada kabar tentang waktu pembangunan kampungnya. Meski begitu, dia meyakini proses pembangunan akan dimulai tahun ini. Sehingga warga Kampung Akuarium memiliki tempat tinggal untuk 231 pemilik bangunan.

Sejauh ini Pemprov DKI sudah membangun tiga rumah penampungan sementara bagi warga yang dirobohkan pada April 2016 silam. Beberapa fasilitas pendukung juga sudah disediakan. Mulai dari lampu penerangan jalan umum, saluran air, listrik dan pembangunan musala. Warga juga berinisatif melakukan penghijauan di atas puing bangunan.

Selain pembangunan secara fisik, proses administratif juga sudah dilakukan. Seperti pengaktifan identitas dan pembentukan RT dan RW.

Pemprov DKI Jakarta memang sudah menerima desain untuk perumahan Kampung Akuarium. Anies Baswedan selaku pimpinan menyebut desain usulan warga tidak hanya bagus dari fisik, melainkan baik bagi ekosistem di sekitaran Kampung Akuarium.

Dengan penataan kampung, dirinya percaya diri akan mengubah tampilan ibu kota. Walau program ini masih dalam tahap awal, pihaknya yakin akan segera terealisasi sesuai rencana.

"Komitmen kita bergulir, berjalan sampai hari ini semuanya sesuai rencana. Saya ingin sampaikan bahwa kami komit untuk bisa menuntaskan, kita sedang mengubah Jakarta," ujar Anies.

Pihaknya memang menargetkan pembangunan kembali Kampung Akuarium dimulai tahun 2019. Tak hanya itu, mereka ini juga ingin Kampung Akuarium bisa menjadi daerah wisata dan mengembangkan roda ekonomi di sana. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini