Menanti Kepastian Aman Vaksin Corona di Indonesia

Senin, 2 November 2020 11:55 Reporter : Ronald
Menanti Kepastian Aman Vaksin Corona di Indonesia Vaksin Corona Covid 19. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Hampir tiga bulan berjalan, vaksin corona Sinovac telah disuntikkan ke ribuan relawan di Bandung. Keamanan dan efektivitas vaksin corona menjadi fokus utama. Keadaan para relawan selalu dipantau. Demi memastikan bahwa vaksin ini bisa segera diedarkan.

Sinovac merupakan vaksin asal Cina. Pemerintah Indonesia menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan Biofarma untuk melakukan uji klinis sinovac. Di negara asalnya, vaksin ini telah lulus uji kepada binatang. Kini di banyak negara vaksin Sinovac sedang tahap uji kepada manusia.

Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Kusnandi Rusmil, menjelaska bahwa isi vaksin Sinovac merupakan kumannya yang dimatikan. Sehingga para relawan yang telah disuntikkan diyakini mengalami kekebalan.

"Salah satu kerugian dari kumannya dimatikan ini, suntikannya tidak bisa satu kali. Minimal dua kali," ujar Kusnadi kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Sejauh ini belum ditemui ada relawan mengalami reaksi parah setelah disuntik vaksin Sinovac. Karena diyakini vaksin tersebut lebih ringan dampaknya bagi tubuh. Meski begitu semua tergantung daya tahan tubuh menerima tiap suntikan. Hanya beberapa gejala ringan saja.

"Sampai sejauh ini (vaksin Sinovac) sangat aman. Cuma kita lagi melihat hasilnya," ungkap dia.

Total sudah lebih 1600 relawan menjalani uji klinis Sinovac. Para relawan memiliki latar belakang berbeda. Termasuk suku, pendidikan maupun pekerjaan.

Banyak pula pejabat ikut sebagai relawan. Mulai dari Gubernur, Kapolda, Jaksa Tinggi hingga kepala desa. Semua bervariasi. Tim peneliti menargetkan pada Januari 2021, terdapat 540 relawan yang akan mendapat vaksin Sinovac kembali. Ini sesuai jangka waktu penelitian yang ditargetkan selama 6 bulan.

Kehadiran vaksin Sinovac belum sepenuhnya diyakini bisa menangkal virus Corona. Epidemolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan hingga kini di Indonesia belum menemukan kriteria vaksin yang tepat untuk masyarakat. Bagi dia, vaksin tidak bisa dipaksakan karena harus memikirkan rasa aman dan efektif.

Seluruh vaksin di Indonesia masih masuk fase III, namun belum selesai. Sehingga belum diketahui seberapa besar efektif dari vaksin tersebut.

Ragam jenis vaksin seharusnya membuat Indonesia berhati-hati. Selain vaksin berasal dari virus mati, ada juga dari bagian virus. Sehingga sampai kini belum diketahui mana yang paling efektif mana yang paling aman.

"Jadi kalau pemerintahan sudah membeli, sudah memesan, itu kan seperti memesan kucing dalam karung. Enggak jelas apa yang dipesan," kata Pandu kepada merdeka.com.

Baca Selanjutnya: Memang sebaiknya tidak tergesa-gesa Indonesia...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini