Maut Bos Pelayaran di Ujung Senpi

Rabu, 9 September 2020 10:14 Reporter : Nur Habibie, Ronald
Maut Bos Pelayaran di Ujung Senpi 12 Tersangka Pembunuhan Pengusaha di Kelapa Gading. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Suara Nur Luthfia mendadak berubah. Terdengar lebih berat. Di hadapannya terdapat tiga pria. Mereka berkumpul dalam sebuah kamar hotel di kawasan Cibubur. Suasana mistis begitu kentara. Dingin dan terasa menakutkan.

Berlagak kerasukan arwah sang ayah, perempuan itu menyampaikan wangsit. Mengajak semua di ruangan itu ikut balas dendam. Melakukan pembunuhan. "Assalamualaikum apakah kalian siap berjuang?" ucap Luthfia dalam keadaan kerasukan.

Kompak tiga pria berinisial MM alias Maman, RS alias Raden Sarmada, dan AJ alias Arbain Junaedi, menjawab ajakan itu. "Siap eyang," jawab mereka.

Mereka sadar bahwa ucapan disampaikan Luthfia bukan perintah sembarangan. Pesan dari seorang guru spiritual mereka yang lama telah meninggal. Apalagi wangsit disampaikan langsung melalui salah seorang putrinya.

Pertemuan Luthfia bersama tiga pria murid ayahnya terjadi pada 9 Agustus 2020. Target mereka bernama Sugianto. Pria 51 tahun tersebut diketahui merupakan atasan Luthfia di kantor PT Dwiputra Tirta Jaya. Bos pelayaran itu diduga kerap membuatnya sakit hati.

Selama bekerja bertahun-tahun, Luthfia mengaku sering diajak berhubungan badan oleh Sugianto. Ajakan itu selalu ditolak. Diduga sakit hati, bos pelayaran itu menuduhnya melakukan penggelapan uang dan pengurusan pajak yang tidak tertib.

Ancaman tersebut diduga membuat niat buruk Luthfia muncul. Perempuan itu dendam. Tidak terima dengan berbagai tuduhan dilontarkan kepadanya. Perasaan ingin menghabisi nyawa bosnya semakin menjadi-jadi.

Baca Selanjutnya: Dalam pertemuan di kamar hotel...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini