Mati dempet di kuburan Yahudi

Rabu, 13 November 2013 09:35 Reporter : Faisal Assegaf
Mati dempet di kuburan Yahudi Kuburan Yahudi di kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur. (merdeka.com/faisalassegaf)

Merdeka.com - Mistik dan angker sangat lekat dengan kuburan. Tidak peduli apakah itu di makam kaum muslim, Nasrani, Buddha, atau Hindu. Cerita-cerita seram juga muncul di kompleks pusara orang Yahudi di Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur.

Apalagi, blok pemakaman juga dihuni Charles Mussry, tokoh Yahudi Surabaya di awal kemerdekaan, terletak di pojokan Kembang Kuning. Sudah sepi, saban malam dipastikan gelap.

Bahkan, kata seorang wartawan di Surabaya, Kembang Kuning dari dulu dikenal sebagai tempat pelacuran. "Istilahnya korekan," ujar Mochamad Andriansyah. Artinya, karena tidak ada lampu kalau mau bercinta memakai korek. Sekali bayar, syahwat mesti segera dilepas sebelum korek mati. Kalau sudah terlanjur, bayar lagi untuk menyalakan korek lain.

Menurut cerita seorang lelaki warga Kembang Kuning, kuburan Yahudi ini dikenal sangat angker. "ketika saya kecil pada 1970-an, ada orang mesum di sana dan mati dempet (tidak bisa dipisah)," katanya saat ditemui merdeka.com di sebuah warung depan pemakaman Yahudi.

Perempuan pemilik warung mengiyakan. Dia berpesan agar selalu berhati-hati saat berziarah atau masuk ke kompleks pemakaman Yahudi itu. Dia meyakinkan sudah banyak kisah-kisah tidak masuk akal seputar kuburan Yahudi.

Dia menceritakan soal anak-anak bermain bola di sana. Ada seorang anak luka lantaran terpeleset. 'Habis itu tidak sembuh-sembuh meski sudah dibawa ke dokter," tuturnya.

Baca juga:
Lorong berliku sosok Charles Mussry
Menengok pusara sang pahlawan
Charles Mussry dan tradisi berziarah Yahudi
Yahudi dermawan berjuang dengan uang
Saudagar tajir di Jalan Simpang

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini