Markas Perang Tim Digital Prabowo-Sandi

Senin, 17 Desember 2018 07:00 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Markas Perang Tim Digital Prabowo-Sandi Pembekalan Relawan Prabowo-Sandiaga. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sekumpulan anak muda duduk melingkar di dalam ruangan. Berukuran sekitar 3x4 meter. Tiap orang memegang gawai. Laptop maupun ponsel pintar. Tatapan mereka fokus ke depan. Menghadap papan. Mendengar dan mencatat instruksi pimpinan.

Ruangan itu dinamakan 'War Room'. Berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Banyak gagasan maupun beragam ide muncul dari ruangan itu. Hingga muncul kumpulan anak muda bernama Prabowo-Sandi Digital Team (PRIDE). Mereka pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

Rapat pada Kamis siang itu, dipimpin Taufik Hidayat. Posisinya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PRIDE. Banyak hal dijabarkan. Salah satunya mendongkrak citra bahwa jagoan mereka di Pilpres 2019 nanti, dicintai masyarakat. Pelbagai kalangan dan golongan.

Taufik meminta rekan satu timnya menyebar video pengamen menyanyikan lagu buat Prabowo-Sandi di Jawa Timur. Waktu pun di atur. Tiap relawan digital telah disiapkan. Mereka diminta mengunggah itu sesuai ketentuan. Di sela makan siang dan selepas magrib.

"Di waktu itu banyak masyarakat sedang menggunakan media sosial," kata Taufik kepada merdeka.com.

PRIDE merupakan transformasi dari tim digital Anies-Sandi ketika bersaing di Pilkada DKI Jakarta. Kala itu bernama INSIDER. Singkatan dari Anies-Sandi Digital Volunteer. Fokus mereka memang melakukan serangan udara. Memanfaatkan banyak jejaring media sosial di dunia maya.

Berhasil memenangkan Anies-Sandi, tidak membuat tim ini puas. Pesta demokrasi lima tahunan menjadi tantangan baru. Hampir sebagian besar dari tim tersebut masuk dalam pergerakan perang digital untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga.

Tim baru ini tumbuh. Bahkan makin besar. Menurut Taufik, ini tidak lepas daru dukungan partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi. Di antaranya Partai Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN. Ditambah banyak unsur relawan pendukung non partai juga terlibat dalam tim 'bayang-bayang' ini. Bahkan tidak sedikit pula banyak pendukung Joko Widodo di Pilpres 2014, kini beralih dukungan. "Saya dulu sempat di kubu 01," ujar salah seorang anggota PRIDE.

Rapat berlangsung setengah jam lebih. Penjabaran strategi perang di media sosial pun usai. Dalam rapat, mereka juga sedang merencanakan gelar kopi darat para warganet pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02. Acara itu dirasa penting. Guna melakukan sosialisasi dan bertatap muka.

Pembahasan mengenai temu relawan digital itu dipimpin Ketua Harian PRIDE, Dedi. Dia masih muda. Selama ini aktif ikut Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi sayap Partai Gerindra. Segala persiapan masih diupayakan. Termasuk melobi Sandiaga agar bisa hadir saat acara.

"Bang Sandi sedikit waktunya di Jakarta. Dari seminggu, mungkin hanya satu hari di sini. Sisanya kampanye di daerah," ujar Dedi.

Kondisi itu wajar dilakukan Sandi. Menurut Dedi, mantan wakil gubernur DKI itu harus mendongkrak tingkat popularitasnya di beberapa daerah. Salah satunya di Jawa Timur. Di sana masih ada masyarakat belum mengenal siapa Sandiaga.

Bila melihat unggahan video di akun Instagram resmi @Sandiuno, tanggal 6 Desember lalu, bisa dilihat Sandiaga tengah bertemu warga. Ada warga belum mengenalnya. Namun, sebagian sudah tahu dan biasa melihat di televisi.

Video itu kini sudah ditonton 476.325 kali. Dengan jumlah komentar mencapai 1445. Konten dibuat santai dan ringan. Bertemu kaum bapak dan ibu di pelbagai daerah.

Menolak Kampanye Hitam

Relawan PRIDE secara perlahan mulai menyebar. Total terakhir sudah ada di 31 provinsi. Mereka optimis jumlah ini terus naik. Termasuk jumlah anggota relawan digital lainnya.

Banyak masukan tema berasal dari tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Ide itu kemudian diolah. Lalu disebar kepada para anggota. Di sini PRIDE fokus membuat konten kreatif. Menampilkan foto, video hingga meme.

Sekitar puluhan orang segera melakukan tugasnya. Mulai dari penyunting hingga penyebar konten siap melaksanakan perintah. "Semua harus dibuat dengan kreatif dan menyenangkan. Tidak boleh baper," ucap Taufik.

Komitmen itu juga ditegaskan pendiri sekaligus Koordinator PRIDE Anthony Leong. Pengusaha ini juga masuk dalam anggota tim komunikasi Prabowo-Sandiaga. Di sini dia menerapkan aturan tegas. Anak buahnya dilarang membuat konten kampanye hitam.

"Kami punya komitmen tidak melakukan black campaign," tegas Anthony saat dihubungi merdeka.com.

Untuk itu, kata Anthony, diperlukan arahan maupun masukkan dari tim pemenangan pusat. Dengan cara ini diharapkan serangan atau balasan dilakukan para tim digital Prabowo-Sandiaga tetap terarah dan terukur. Tidak keluar jalur.

Kesadaran memperkuat kampanye digital di media sosial, berkaca pada Pilpres 2014 silam. Harus diakui, masalah ini masih lemah. Tak mau lagi terulang dan kalah dari Joko Widodo ( Jokowi), tim digital ini mulai hidup dan terus berkembang. Sejak tahun 2015.

Anthony Leong merupakan salah seorang di balik layar mendorong ini. Sebagai rekan pengusaha Sandiaga di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), pemanfaatan media sosial itu dimulai. Dan berlangsung hingga kini. Bukti keberhasilan mereka terjadi di 2017. Ketika Pilgub DKI Jakarta.

Belakangan, dia menyadari bahwa masyarakat mulai sadar tiap gerak-gerik dilakukan Presiden Jokowi. Semua tidak lepas dari derasnya informasi dari media massa maupun media sosial. "Saya lihat di 2014, masyarakat bisa ditipu dengan pencitraan beliau (Jokowi)."

Banyak cara untuk mengalahkan Jokowi. Para pendukung dan relawan merasa optimis. Cara kampanye negatif menjadi pilihan. Namun, dipakai dengan cara elegan. Dengan mengumpulkan banyak data untuk mematahkan isu maupun klaim dilakukan kubu lawan.

Taufik sempat memperlihatkan kepada kami konten kampanye negatif guna mengalahkan Jokowi dan menaikkan jagoannya. Tampilannya berupa video dengan bermacam angka statistik dalam bentuk grafik. Khususnya terkait ekonomi dan infrastruktur.

Rencananya itu akan dikeluarkan bulan Januari. Beberapa tema program Prabowo-Sandiaga lainnya juga akan dicicil hingga jelang hari pencoblosan. Pembahasan tidak jauh dari tema besar tentang masalah ekonomi.

"Sabar. Masih ada beberapa bulan lagi waktu kampanye. Nanti kita keluarkan konten yang seru-seru," tegasnya Taufik. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini