Manuver Bambang Pacul dan Kemarahan Megawati

Kamis, 3 Juni 2021 15:49 Reporter : Tim Merdeka
Manuver Bambang Pacul dan Kemarahan Megawati Ganjar dan Puan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Minggu 23 Mei 2021, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memanggil Puan Maharani, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul dan Hasto Kristiyanto. Mereka dikumpulkan dalam satu meja di Jalan Teuku Umar, kediaman Megawati.

Megawati meradang mendengar keributan yang terjadi pasca konsolidasi PDIP Jawa Tengah sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Mega menyesalkan, keributan di internal terkuak ke ruang publik. Pemicunya ketika Ganjar Pranowo tidak diundang dalam konsolidasi internal PDIP Jateng. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Puan Maharani. Loyalis Puan, Bambang Wuryanto mengakui, sengaja tak mengundang Ganjar saat itu.

Seorang sumber merdeka.com yang mengetahui pertemuan di Jalan Teuku Umar menuturkan, Megawati tak ingin ada ribut-ribut di internal. Apalagi karena soal calon presiden. Karena sesuai hasil kongres, urusan Capres ada di tangan ketua umum.

"Bu Mega minta mereka kerja saja dan tidak ribut," bisik sumber dari internal PDIP tersebut.

Baik Hasto maupun Bambang tidak menjawab pertanyaan merdeka.com soal pertemuan tersebut. Pesan elektronik yang disampaikan redaksi hanya terbaca dan tidak terbalas. Beredar kabar, Megawati memberi titah agar seluruh kader tidak lagi mengungkit lagi keributan di internal.

Politikus PDIP, Aria Bima juga menolak berkomentar. Dia mengaku tidak tahu menahu soal pertemuan itu.

"Saya tidak tahu, mikir Covid saja di dapilku," kata Aria saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (3/6).

Ketua DPP PDIP bidang Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning sempat terdiam saat disinggung mengenai pertemuan yang terjadi di rumah Mega. Dia tampak hati-hati bicara, mengaku tidak mengetahui pertemuan tersebut.

"Saya tidak dikasih tahu (pertemuan). Memang Pacul kan komandan di Jawa Tengah. Belakangan gini soal itu, benar atau enggak kan harusnya ditanya ke yang undang itu," ujar Ribka.

Begitu juga dengan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun. Ditemui di DPR, Komarudin diam seribu bahasa saat merdeka.com memberondong pertanyaan tentang pertemuan Megawati, Hasto, Puan dan Bambang Pacul.

Manuver Bambang Pacul

Malam setelah acara PDIP Jateng, pria yang akrab disapa Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul berbincang dengan sejumlah wartawan. Dalam sesi perbincangan, Bambang menegaskan, Puan Maharani wajib maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di 2024.

Kami mendapat rekaman pernyataan Bambang Pacul dalam pertemuan tersebut. Dalam rekaman suara berdurasi 3 menit 46 detik itu, Bambang Pacul bersuara lantang mengenai pencalonan Puan dan penolakannya terhadap Ganjar.

"Jadi siapapun calon presidennya, wakilnya PM (Puan Maharani)," kata Bambang dikutip dari rekaman suara yang diterima merdeka.com.

Bahkan, Pacul mengancam bakal menemui Megawati jika mandat PDIP jatuh kepada Ganjar Pranowo. Loyalis Puan Maharani itu juga mengancam bakal mundur jika Ganjar diusung maju Pemilu 2024.

"Kalau rekom ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri."

Saat dikonfirmasi, Bambang Pacul tak menanggapi rekaman itu. Pesan WhatsApp yang dikirim ke Pacul hanya centang biru. Artinya, dibaca saja, namun tidak dibalas.

Kabar yang diterima, rekaman ini juga menyebar di internal PDIP. Ribka Tjiptaning tak bersedia menjelaskan secara detil. Dia mengaku tengah sibuk dengan tugas dan kewajibannya di dapilnya.

"Aku bukan tanggung jawab di Jateng jadi memang enggak tahu, nanti malah salah responsnya. Kita semua sedang ditugaskan memimpin rakercab rakercab. Jadi masing-masing sibuk tugas," singkatnya.

Konsolidasi Tanpa Ganjar

PDIP Jawa Tengah mengumpulkan seluruh kader dan kepala daerah di wilayahnya pada Sabtu, 22 Mei Lalu. Hanya Ganjar, kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah tak diundang dalam acara yang dihadiri Puan Maharani.

Ganjar namanya sering disebut sebagai capres potensial di Pemilu 2024. Elektabilitas Ganjar selalu masuk tiga besar. Puan juga disebut menjadi calon kuat calon presiden atau calon wakil presiden dari PDIP.

Konsolidasi PDIP Jateng tanpa kehadiran Ganjar rupanya disengaja. Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto menegaskan, sengaja tak mengundang Ganjar. Karena Ganjar dianggap kelewatan. Ganjar dianggap terlalu berambisi menjadi calon presiden

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang.

Panas hubungan Ganjar semakin tersulut saat Puan menyindir seorang pemimpin yang lebih banyak kerja di media sosial ketimbang aksi nyata di lapangan.

"Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media," kata Puan dalam acara tersebut.

Sementara itu, Ganjar tampak santai tak diundang dalam acara konsolidasi di PDIP Jateng. Blak-blakan, dia membenarkan tidak diundang.

"Saya tidak diundang," singkat Ganjar saat dihubungi wartawan. Padahal sehari sebelum acara tersebut, dia habis menemui Megawati di Jakarta.

Belakangan, Ganjar mengklarifikasi hubungannya dengan Puan. Dia menegaskan, sangat hormat dengan Puan Maharani, mantan komandannya di Pilgub Jawa Tengah.

Reporter: Ahda Bayhaqi, Raynaldo Ghiffari [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini