Mandat Berat Panglima Demokrat

Senin, 1 April 2019 09:00 Reporter : Angga Yudha Pratomo, Intan Umbari Prihatin
Mandat Berat Panglima Demokrat AHY di Rapat Akbar 02. ©2019 Merdeka.com/Nuryandi Abdurohman

Merdeka.com - Mandat buat memimpin kemenangan Partai Demokrat sudah dipegang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Strategi telah disusun. Selama lebih kurang 20 hari dia bersama timnya bakal berkeliling Pulau Jawa. Berkampanye, menyerap aspirasi, sekaligus memastikan partainya masih punya taji.

Ribuan kader dan pendukung sudah ditemui. Selama perjalanan kampanye, AHY sering berbicara tentang Indonesia. Termasuk kembali mengingatkan masyarakat tentang banyak keberhasilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) sekaligus ayahnya ketika memimpin Indonesia selama 10 tahun. Namun, kini SBY sedang rehat dari urusan politik.

Ketua Umum Partai Demokrat itu belakangan sedang fokus merawat istrinya, Ani Yudhoyono. Apalagi penyakit diderita sang istri perlu penanganan serius. Bahkan sampai harus berobat di Singapura. Sehingga urusan politik harus dibebankan kepada AHY sebagai anak sulungnya. Mandat itu diserahkan SBY pada 27 Februari 2019.

Pemberian tugas dari SBY bukan hanya kepada AHY. Putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga diberi tugas mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan selaku ketua fraksi Demokrat di DPR. Apalagi sekarang 61 anggota DPR partai saat ini adalah petahana dan hampir semuanya adalah Caleg.

Pilihan menunjuk AHY dengan beragam alasan. Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, itu dirasa mampu mengatur strategi dan mengatur ritme untuk meningkatkan elektabilitas partai. "Itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto saat dihubungi.

Pemberian mandat dari SBY kepada AHY untuk memenangkan Partai Demokrat dianggap juga sebagai ujian politik. Pintu masuk politik AHY dimulai ketika ikut dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Dia rela meninggalkan jalur militer dan beralih menjadi politisi.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan bahwa beban yang sedang dipikul AHY dalam Pemilu Serentak 2019, merupakan amanah partai. Hinca enggan menyebut sebagai ujian politik. Meski begitu, dirinya merasa bahwa terjunnya putra sulung SBY itu merupakan keberuntungan bagi partainya. Dia

"Ini adalah amanah partai untuk AHY dan keberuntungan bagi Partai Demokrat memiliki tokoh muda yang menasional yang kami yakini mampu menaikkan elektabilitas partai," tegas Hinca kepada merdeka.com.

Sejak mengalami kekalahan di Pilgub DKI, kata Hinca, AHY sudah banyak berkeliling nusantara. Selama dua tahun itu suami Anisa Pohan tersebut mematangkan karir politik. Sebab, selama itu juga banyak kerja politik dilakukannya. Termasuk menyuarakan gagasan 14 program prioritas partai.

Tidak menutup kemungkinan bahwa AHY bakal mendapat kesempatan memimpin partai di masa depan. Namun, sejauh ini Partai Demokrat masih memilih kaderisasi sebagai pilihan utama. Mengenalkan politik lewat pendidikan secara teratur di Akademi Demokrat.

Hinca juga merasa bahwa sosok muda memang diperlukan Partai Demokrat sejauh ini. Apalagi mereka merasa kaum muda adalah kekuatan. Tentu itu akan sempurna bila dipadukan dengan para kader senior.

AHY, kata Hinca, memang salah satu kader potensial buat memimpin partai di masa depan. Namun, proses kaderisasi terus berjalan. Dengan cara begitu diharapkan terjadi regenerasi kepemimpinan yang sehat.

Menurut Hinca, sejauh ini Partai Demokrat memang sedang membutuhkan dan memiliki banyak kader untuk menghasilkan pemimpin sekaligus meneruskan cita-cita partai. "Proses terus berjalan dan proses tak membohongi hasil," tegas dia.

Membangun Kepercayaan

Sebagai kader potensial, AHY menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan secara natural di Partai Demokrat. Bukan hanya sekedar muda. Tetapi, dia berharap itu didukung dengan kapasitas dan intelektualitas, pengalaman dan kepemimpinan.

Secara pribadi, dia merasa harus siap dalam segala kondisi bila di masa depan diberi kesempatan menggantikan posisi SBY sebagai ketua umum Partai Demokrat. Seperti dialami AHY saat ini. Dia tak pernah menyangka ditunjuk sebagai panglima kemenangan partai. Pemberian mandat itu dirasa mendadak.

AHY di Rapat Akbar 02 2019 Merdeka.com/Nuryandi Abdurohman


Bagi AHY mandat diterimanya itu merupakan amanah penting. Dia sadar bahwa SBY tengah sulit. Harus mengurus istri sekaligus ibu dari AHY. Sehingga dia beruntung merasa punya mental terlatih selama di militer dulu.

"Ini kehormatan bagi saya yang terbiasa terdidik dan terlatih di tentara bahwa tugas itu kehormatan yang harus saya kerjakan, perjuangkan sekuat tenaga," tegas AHY kepada merdeka.com, pekan lalu.

Tak lama mandat didapat, rapat segera digelar. AHY memimpin pasukan. Berdiskusi dengan kader muda dan senior partai. Mengumpulkan pengurus daerah hingga para elit. Mencari solusi agar Partai Demokrat tetap sehat dan berjalan sesuai rencana digagas SBY.

Semua koordinasi dilakukan AHY. Dia ingin menjaga para kader tidak terpecah karena sosok SBY belum bisa turun tangan dalam Pemilu Serentak 2019. Banyak waktu dihabiskan AHY untuk membangun kepercayaan, khususnya para kader senior.

"Karena yang terpenting adalah mendapatkan trust, saling membangun trust building terhadap beliau dan kepada saya," ujarnya.

Salah satu upaya dilakukan demi mencapai kemenangan Partai Demokrat, dengan membelah menjadi dua bagian. Di sini AHY membagi bagian wilayah timur dan barat. Wilayah timur, Partai Demokrat dipimpin Mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo alias Pakde Karwo. Sedangkan wilayah barat, digerakkan anggota majelis kehormatan Partai Demokrat, Nachrowi Ramli (Nara).

Wilayah timur meliputi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sedangkan wilayah barat meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Selama memimpin kampanye kemenangan Partai Demokrat, kata AHY, banyak kader bersyukur. Hadirnya Komandan Kogasma itu diklaim membawa semangat baru. Sebab, banyak kader sibuk mengampanyekan dirinya sebagai caleg. Termasuk sosok Ibas. Untuk itu dirinya makin percaya diri untuk membantu partai meraih kemenangan di Pemilu.

"Ibas jadi ketua fraksi, AHY (fokus) pemenangan Pemilu," ujar AHY menerangkan. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini