Kucing-kucingan IndoXXI

Senin, 13 Januari 2020 07:45 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kucing-kucingan IndoXXI Ilustrasi IndoXXI diblokir. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - "Duh, awal Januari depan IndoXXI tutup," celetuk Rizal ketika bertemu kawan kantornya. Dia merupakan satu di antara jutaan orang kerap mengakses IndoXXI untuk menonton banyak film terbaru.

Situs termasyur itu menawarkan beragam genre film teranyar namun hasil bajakan. Bahkan beberapa film itu baru beberapa hari muncul di bioskop.

Kebiasaan Rizal menonton film bajakan dari situs illegal IndoXXI harus disetop. Pertengahan Desember tahun lalu, IndoXXI tiba-tiba mengumumkan akan menutup situsnya per 1 Januari 2020. Tak mendetail apa alasan spesifik di balik keputusannya itu.

IndoXXI ©2019 Twitter

IndoXXI bilang hanya ingin mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air. Keputusan pengelola situs film bajakan itu sontak membuat Rizal dan pengakses situs lainnya harus berat hati.

"Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami menghentikan penayangan film di website inidemi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air," tulis pengelola IndoXXI dalam situsnya.

Situs IndoXXI memang secara terang-terangan telah melanggar aturan. Bahkan sudah berlapis. Mulai dari UU Nomor 8 Tahun 1992 tentang perfilman, UU Hak Cipta Pasal 72, dan UU ITE. Meski terpampang aturan jelas, pemerintah belum berani bertindak tegas terhadap situs film ilegal ini.

Fakta itu bisa dilihat dari kucing-kucingan IndoXXI yang kerap berganti nama domain sepanjang operasionalnya. Walau secara resmi mengumumkan pamit, para pengakses selalu mendapatkan alamat domain baru mereka. Sederet film bajakan itu pun masih bisa dinikmati dengan nama situs berbeda.

Tidak heran bila IndoXXI masuk dalam daftar situs paling populer ke-721 di dunia. Sementara di lingkup Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, Filipina, dan Taiwan, masuk dalam peringkat 100 situs terpopuler. Ini tentu bukan peringkat situs yang main-main. Data ini berasal dari Alexa. Perusahaan analisis trafik situs dari Amerika Serikat.

1 dari 2 halaman

Tak Rela Hilang Cuan

Alfons Tanujaya, pengamat TI dari Vaksincom, mengungkapkan dengan banyaknya pengakses justru membuat IndoXXI mampu mendulang cuan (keuntungan). Perhitungan kasarnya, IndoXXI setidaknya dapat memperoleh untung milyaran rupiah dari iklan bahkan lebih besar dari penghasilan bioskop.

"Ini hitungan kasar ya. Kalau misalnya satu orang itu bisa memberikan penghasilan Rp 10, maka kalau dalam sehari mereka bisa mendapatkan Rp 80 juta. Jika asumsi kunjungan ke IndoXXI seharinya 8 juta pengunjung," kata Alfons.

Anggap angka itu benar, maka pertanyaannya apakah pengelola IndoXXI benar-benar mau melepasnya begitu saja? Rasanya berat meninggalkan bisnis ilegal penuh keuntungan ini. Alfons bahkan mengibaratkan ini seperti bisnis narkoba. Sulit ditutup bahkan terus ada pemain baru di tiap waktu.

2 dari 2 halaman

Dua hari setelah IndoXXI mengungkapkan kata perpisahan pada 1 Januari 2020, Asosiasi Industri Video Asia (Avia) justru masih mencurigai adanya sejumlah situs illegal yang masih bisa diakses dan berkaitan dengan IndoXXI. Pepatah 'mati satu, tumbuh seribu' rasanya layak disematkan buat IndoXXI.

"Masih ada sejumlah situs IndoXXI yang tetap beroperasi dan menyediakan akses ke konten pembajakan film Indonesia dan Internasional," tulis Avia melalui keterangan resminya. Sayangnya asosiasi itu tak menyebutkan situs apa saja yang dianggap sebagai afiliasi dari IndoXXI.

Tak hanya laporan dari Avia, para pengakses IndoXXI pun masih santai menonton film-film kesayangan melalui situs illegal itu. "Masih bisa diakses. Tapi nama domainnya ganti indoxxi.pictures," kata seorang pengakses enggan disebutkan namanya.

Kami pun mencoba situ yang disebut tadi sekitar pertengahan pekan lalu. Saat itu situs itu masih bisa sekitar. Setelah mengecek kembali, ternyata situs itu sudah tak bisa diakses. Dalam laman situs tertera jika akses situs tersebut telah diblokir. Pemblokiran sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19/2014 tentang Internet Sehat.

"Kami sudah blokir," ujar Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu kepada merdeka.com, pekan lalu.

Setelah berkali-kali kabar munculnya situs yang menyerupai IndoXXI masih bisa diakses, IndoXXI pun angkat suara mengenai tudingan bahwa pengumuman penutupannya dianggap palsu. Dalam laman situs, pengelola IndoXXI menegaskan bahwa pihaknya tidak berafiliasi dengan situs apapun.

"Jika ada yang mengaku bahwa itu IndoXXI, tolong bantu kami lapor melalui https://trustpositif.kominfo.go.id/ agar bisa ditutup dan tidak merugikan banyak pihak. Sekali lagi kami minta maaf atas banyak pihak yang telah dirugikan oleh kami," tulisnya.

Ferdinandus Setu mengatakan, situs streaming ilegal IndoXXI sudah sering diblokir. Harus diakui mereka cukup membuat Kemkominfo kerepotan lantaran mereka kerap gonta-ganti domain.

Kewenangan kementerian hanya melakukan blokir. Perlu penindakan hukum tegas dilakukan kepolisian untuk mengentaskan situs pembajakan film semacam ini. Sejauh ini kementerian melakukan pemblokiran berdasarkan UU ITE dan laporan dari masyarakat. Termasuk kepada IndoXXI.

Tindakan tegas kami pemblokiran. Jika ada muncul situs yang serupa, pasti akan kami blokir. Untuk tindakan lebih lanjut, itu wewenang pihak kepolisian. Pemblokiran itu merupakan langkah hilir. Langkah hulunya adalah melakukan edukasi kepada pengguna internet," ujar pria akrab disapa Nando ini ketika kami temui di kantornya.

Kepolisian menegaskan segera berkoordinasi dengan Kemkominfo terkait rencana pemblokiran situs streaming film ilegal. Mereka perlu mendalami sejauh apa film bajakan ini akan telah melakukan pelanggaran hak cipta dan intelektual.

"Kepolisian mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan secara teknis berdasarkan kewenangan dari Kominfo. Nanti kami akan koordinasi lebih lanjut apakah ada indikasi pelanggaran hukum terutama terkait dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI)," ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri.

Alfons Tanujaya menambahkan, Kemkominfo memang hanya memiliki wewenang untuk memblokir saja. Tetapi, senjata itu belum maksimal diterapkan kepada situs ilegal khususnya IndoXXI. Seharusnya Kemkominfo juga bisa melakukan pemblokiran dari sisi IP Address. Bila itu dilakukan, kemungkinan besar streaming ilegal sulit untuk muncul kembali.

"Meskipun masih akan ada celah untuk melakukan tindakan yang tidak baik," ujar Alfons.

Pernyataan Alfons pun diamini Nando. Tak hanya dapat melakukan pemblokiran domain saja, tetapi IP Address pun pihaknya dapat melakukan. Hanya saja, kata dia, IP Address juga tak luput dari perpindahan alamat. [ang]

Baca juga:
IndoXXI Bikin Bisnis Film Deg-degan
Pembajakan Online, Sekarang Waktunya Untuk Berubah
Situs IndoXXI Masih Beroperasi, Asosiasi Video Minta Pemerintah Tindak Lebih Tegas
IndoXXI Resmi Ditutup
Strategi Menkominfo Agar IndoXXI Tak Lagi Sebar Film Bajakan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini