KPK Mulai Kehilangan Taji

Senin, 27 Januari 2020 08:14 Reporter : Yunita Amalia
KPK Mulai Kehilangan Taji

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diganti setelah mengungkap kasus suap kepada Wahyu Setiawan, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Wahyu diamankan setelah menerima uang Rp900 juta dari Harun Masiku, calon anggota legislatif DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I.

Penangkapan Wahyu pada Rabu, 8 Januari 2020 lalu, juga menyeret nama Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Bahkan Saeful, staf Hasto, ikut diamankan KPK ketika operasi tangkap tangan dilakukan.

Melalui Saeful, Harun menyerahkan sejumlah uang kepada Agustiani Tio sebagai perantara Wahyu. Hasto tidak pernah membenarkan bahwa Saeful merupakan anak buahnya.

Harun sebagai petugas partai Megawati Soekarnoputri itu, mencoba peruntungannya untuk bisa masuk ke Senayan. Usahanya gagal saat suara diperolehnya hanya 5.878 suara. PDIP kemudian mengirimkan surat kepada KPU agar Harun Masiku menggantikan Nazarudin Kiemas, caleg yang meninggal sebelum proses pemungutan suara.

Permohonan itu ditolak KPU, yang justru menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazaruddin. Perolehan suara Riezky jauh lebih unggul dibanding Harun yakni 44.402 suara.

Dalam pengembangan kasus suap kepada Wahyu, tim satgas KPK sempat mencoba meringkus Harun dan Hasto. Posisi mereka dikabarkan berada di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan. Sayangnya sejumlah penyidik justru diamankan sejumlah personel Polri bahkan sampai diminta menjalani tes urine.

Mabes Polri membenarkan beberapa orang mendatangi PTIK saat itu anggota KPK. Meski begitu, mereka menegaskan bahwa anggota Polri hanya menjalani prosedur ketika mendapati ada orang tidak dikenal. Anggota KPK yang ditahan berjam-jam di PTIK akhirnya dibebaskan setelah salah seorang petinggi KPK datang.

"Namanya ksatria wajar kalau ada orang yang tidak dikenal diperiksa oleh penjagaan," kata ArKaro Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono.

Baca Selanjutnya: Satgas KPK juga gagal melakukan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini