Kematian Rangga Anak Pemberani

Korban Nyawa Lindungi Ibunda

Jumat, 23 Oktober 2020 11:55 Reporter : Yan Muhardiansyah
Korban Nyawa Lindungi Ibunda Kisah Pilu Bocah Dibunuh Saat Tolong Ibu yang Diperkosa, Jasadnya Dibuang ke Sungai. Instagram/@manaberita ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Malam semakin larut, suasana kian mencekam. Samsul Bahri mengendap-endap memasuki rumah tetangganya bermodal senjata tajam. Di dalam terdapat dihuni ibu muda berinisial DN dan anak lelakinya bernama Rangga. Mereka sedang tertidur lelap. Perlahan pelaku mendekati para penghuni. Melancarkan aksi keji.

Hasrat Samsul tergoda ketika melihat wanita di hadapannya tertidur pulas. Waktu menunjukkan sekitar pukul 2 dini hari. Dalam keadaan gelap mata, dia mencoba memerkosa. Korban terbangun kaget melihat sosok pria lain di atas tubuhnya.

Terjadi perlawanan dari wanita 28 tahun tersebut. Suasana malam itu semakin mencekam. Rangga seketika terbangun. Bocah 9 tahun terganggu keributan atas yang terjadi.

kisah pilu bocah dibunuh saat tolong ibu yang diperkosa jasadnya dibuang ke sungai

Pelaku pembunuhan Rangga. Instagram/@infomedanofficial ©2020 Merdeka.com

Baru saja membuka mata, bocah ini diminta sang ibu untuk kabur keluar rumah. Bukan menuruti perintah, Rangga justru membela ibunya. Pantang mundur. Sambil berteriak, pelaku yang ukuran tubuhnya lebih besar dilawan.

Risau mendapat perlawanan, pelaku berusia 41 tahun itu segera membungkam bocah tersebut. Rangga dianiaya dengan senjata tajam hingga nyawanya melayang. Tidak puas sampai di situ. Samsul yang dikenal residivis di kampungnya, kembali melampiaskan nafsu bejatnya malam itu.

Sebagai tetangga Samsul diduga sudah merencanakan niat jahatnya tersebut. Korban sudah diincar lama. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk memerkosa.

Kebetulan ketika malam kejadian pada Sabtu, 10 Oktober 2020, suami korban sedang mencari udang dan tidak berada di rumah. Sebagai tetangga satu kampung di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Samsul tahu bahwa itu malam yang tepat masuk ke dalam rumah tetangganya.

Tindakan keji Samsul belum usai malam itu. Demi menghilangkan jejak, jasad Rangga kemudian dibungkus. Dimasukkan ke dalam karung, kemudian dibuang ke sungai. Ibunda Rangga sudah tidak berdaya. Tak mampu menggerakkan tubuhnya ketika mayat anaknya dibawa pelaku.

Pagi hari sekitar pukul 06.00, DN baru diselamatkan warga sekitar. Keadaannya begitu tragis. Belakangan baru diketahui bahwa ibu muda itu ternyata tengah hamil 3 bulan. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit agar segera mendapat perawatan.

Kejadian naas menimpa DN dan Rangga segera dilaporkan. Polisi bergegas mendalami kasus ini. Memeriksa para saksi dan korban. Tidak butuh waktu lama, Samsul diamankan petugas dalam waktu sehari.

Dalam penangkapan, Samsul dikabarkan sempat melakukan perlawanan kepada petugas. Sampai akhirnya pelaku harus ditembak. Timah panas pun menembus kaki sang residivis tersebut. Dibuat tidak berdaya. Selama pemeriksaan, samsul bungkam ketika ditanya lokasi pembuangan jasad Rangga. Terus mengelak.

Baru sekitar pukul 4 sore, warga menemukan karung berisi jasad bocah 9 tahun tersebut. Mayat ditemukan pada aliran pinggir sungai Gampong Alue Gadeng. Hasil visum menunjukkan terdapat sepuluh luka penganiayaan senjata tajam di tubuh korban.

Baca Selanjutnya: Kabar kematian Rangga menjadi luka...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini