Reshuffle Kabinet

Kode dari Istana

Senin, 28 Desember 2020 09:51 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Ronald
Kode dari Istana Sandiaga Uno Dilantik jadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Instagram @sandiuno ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - "Bismillah, Mas." Menteri Sekretaris Negara Pratikno menuliskan pesan singkat Whatsapp. Pesan ditujukan kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno pada 18 Desember 2020. Alih-alih mendoakan kesembuhan, justru pesan itu menjadi kode keras buat Sandiaga.

Dalam keadaan berjuang sembuh dari Covid-19, Sandiaga bercerita kepada para orang-orang dekat. Mereka justru lebih jeli dalam membaca pesan itu. Kawendra Lukistian salah satunya. Dia dan orang sekeliling Sandiaga membaca pesan menguakan selentingan kabar yang berkembang di publik. Bahwa Sandi punya peluang untuk ditunjuk Jokowi sebagai salah satu Menteri.

Hal itulah yang coba dikomunikasikan kepada atasannya. Sandi dirasa perlu untuk menyiapkan diri. Kalau-kalau dia kemudian dipilih presiden. Apalagi ini pesan berasal dari orang kepercayaan Presiden Jokowi.

sandiaga uno ditunjuk jadi menparekraf

"Bang Sandi menyangka ucapan itu hanya ucapan dari rekan yang berharap dirinya lekas sembuh dari Covid-19," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra sekaligus Jubir Sandi tersebut kepada merdeka.com, Sabtu pekan lalu.

Tes Swab menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sandiaga dan istri negatif Covid-19. Meskipun dia diharuskan menjalani tes sekali lagi. Namun, ketika Covid-19 yang menjangkitnya kian jinak, rumor bahwa Sandi akan masuk kabinet kian kencang. Mau tidak mau, kabar itu mengusiknya.

Sandi merasa dirinya harus menanggapi serius selentingan kabar tersebut. Di tengah proses melawan Covid dan rumor tersebut, Sandi merasa harus meminta petunjuk dari Sang Maha Pencipta.

Kontemplasi dan doa-doa Sandi selalu bermuara ke satu jawaban. Sandi merasa bahwa dirinya harus mendahulukan kepentingan bangsa dan negara. “(Salat) Istikharah berkali-kali. Setelah berkali-kali, Bang Sandi selalu bilang, 'Jawabannya sama, bro',” terang dia.

Karantina selama dua minggu menjadi momen kontemplasi baginya. Ketika dinyatakan negatif, Sandi merasa seperti diberikan kesempatan kedua. Dia menanggapinya sebagai kesempatan untuk membaktikan dirinya lebih total kepada Indonesia.

Kepastian kabar bahwa dirinya mendapatkan tugas menjadi Menparekraf baru diterima Sandi pada Senin (21/12). Pesan itu juga disampaikan Mensesneg. Sandi diminta mempersiapkan diri bakal dipanggil. Jika pemanggilan tersebut tidak terjadi pada Senin sore, maka akan terjadi pada hari Selasa. Pemanggilan dan pengumuman anggota kabinet yang terjadi Selasa (22/12) ternyata bertepatan dengan tes Swab terakhir yang harus dijalani Sandi.

Sandiaga pun membenarkan dalam keterangannya bahwa Istana melalui Mensesneg Pratikno menghubunginya. Selain Pratikno, Sandiaga juga dihubungi oleh Kepala BIN Budi Gunawan, hingga sahabatnya, Menteri BUMN Erick Thohir. Dia pun masih ragu karena dikira doa untuk kesembuhannya. Akhirnya, pesan-pesan itu baru jelas maknanya pada Senin (21/12). Sandiaga kembali dikabari oleh Pratikno bahwa diminta menghadap ke Istana pada Senin atau Selasa sore.

2 dari 2 halaman

Jatah Partai di Kabinet

Salah satu poin yang kerap menjadi percakapan hangat pasca kasus suap yang menimpa dua Menteri Jokowi, yakni terkait komposisi kabinet. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan Presiden ketika akan melakukan reshuffle.

Salah satunya terkait jatah partai politik dalam kabinet. Reshuffle sah-sah saja dilakukan. Asalkan tidak mengganggu jumlah kursi partai politik untuk posisi Menteri. Dalam hal ini kursi PDIP dan Gerindra, dua partai asal dua Menteri yang bermasalah.

Terkait kursi Gerindra, Pengamat Politik dan Keamanan dari Universitas Padjajaran, Muradi, mengatakan ada sejumlah pilihan yang dapat dibuat presiden. Pertama, Presiden hanya akan mengganti Menteri yang bermasalah. Dalam hal ini Menteri KPP tanpa dia tidak diikuti oleh reshuffle yang lain. Kedua, pergantian Menteri KKP juga diikuti dengan reshuffle bersamaan. Ketiga, pergantian kursi Menteri KKP juga diikuti oleh pergeseran pos Menteri.

“Karena misalnya Gerindra bermasalah di KKP, makanya posisinya tidak lagi diduduki oleh Gerindra. Gerindra mungkin akan bergeser ke tempat lain. Tapi tidak mengurangi jumlah kursi perwakilan mereka (Gerindra) di kabinet,” katanya kepada Merdeka.com beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mempersoalkan soal jatah Menteri di kabinet. Pasca kasus suap ekspor benur pihaknya pun tidak pernah melakukan komunikasi dengan Presiden perihal siapa yang bakal menggantikan Edhy Prabowo. Lebih lagi, Gerindra tidak pernah menyampaikan bahwa pengganti Edhy harus dari Gerindra.

“Kami juga tidak pernah memaksakan bahwa penggantinya harus dari Partai Gerindra. Nggak pernah ada pembicaraan itu,” kata dia kepada Merdeka.com, pekan lalu.

Namun demikian, lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini, jika Presiden menugaskan kader partainya untuk menjadi Menteri, maka hal tersebut dianggap sebagai tugas mulia yang harus dijalankan. Namun dia kembali menegaskan bahwa Gerindra tidak pernah komunikasi antara Gerindra dan Presiden soal jatah Menteri.

“Setidaknya secara resmi tidak pernah ada komunikasi seperti itu, bahwa ini gantinya Edhy Prabowo, jatah Gerindra minimal dua. Nggak ada itu,” tegas dia.

Terkait penunjukkan Sandi sebagai Menparekraf, dia mengatakan, di internal partai sendiri tidak ada perbincangan resmi untuk mengusung Sandi sebagai Menteri asal Gerindra. Penunjukkan Sandi, dalam pandangan dia merupakan keputusan Presiden. Tentu dengan sejumlah pertimbangan.

“Ya dengan berbagai pertimbangan ya. Mungkin saja pertimbangannya juga termasuk keterwakilan tapi itu inisiatifnya permintaan tidak dari kami,” ujar dia.

Kabar soal penunjukkan Sandi, lanjut dia, juga dia dengar sebagai kabar angin. Beberapa hari jelang pengumuman anggota kabinet baru, dia mendengar selentingan kabar bahwa ada pihak istana yang menghubungi Sandi.

“Kalau Pak Sandi ditawarkan sih saya ada dengar-dengar beliau komunikasi, oh iya, akan siapkan baju putih, sudah disetrika. Tadi jam berapa ya, jam-jam 14:30 lah, posisi sudah disetrika. Kita dengar. Tapi kita tidak minta. Pak Sandi tidak minta. Pak Prabowo tidak minta. Gerindra tidak minta.”

Masuknya Sandi ke kabinet sebagai Menparekraf dinilai Kawendra sebagai posisi yang sesuai dengan kerja-kerja yang dijalankan Sandi akhir-akhir ini, yakni penguatan ekonomi kreatif, pengembangan UMKM, dan pengembangan pariwisata. Sandi, jelas dia, merupakan Ketua Dewan Pembina Gekraf, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional.

Tak hanya menjadi pemerhati, Sandi juga telah memiliki program untuk mendukung tumbuh kembang ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata. Sebut saja program OK-Oce yang digagas Sandi. Program ini pun diisi oleh pelaku ekonomi kreatif.

Sektor-sektor yang menjadi tanggung jawab Sandi ke depan merupakan sektor yang juga mendapat pukulan berat akibat pandemi Covid-19. Kesediaan Sandi menerima jabatan sebagai Menparekraf merupakan bentuk komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata. “Ini membuktikan komitmen dia untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsanya. Memberikan manfaat sebesar-besarnya diwujudkan dengan dia menerima pinangan untuk menjadi Menparekraf,” tandas dia. [ang]

Baca juga:
PKS: Dua Menteri Korupsi Jadi Prestasi Buruk Periode II Jokowi
Menteri Baru Jokowi Dianggap Mampu Memimpin di Tengah Kondisi Krisis
Irma NasDem Sindir Sandiaga Jadi Menteri, PPP Ajak Tak Lihat 'Spion' Masa Lalu
PKB: Sandiaga Segeralah Bekerja, Buktikan Masuk Kabinet Bukan Ambisi Jabatan
Masuk Kabinet Jokowi, Jubir Yakin Sandiaga Tak Ditinggalkan Pendukung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini