Kobaran Api Kejagung RI

Senin, 31 Agustus 2020 09:35 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kobaran Api Kejagung RI Kebakaran Gedung Kejagung. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menjelang petang, Marni sedang sibuk melayani pembeli. Kebanyakan sekedar beli rokok dan kopi. Kios kecil miliknya persis di samping M bloc, dekat pintu masuk Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Suasana Sabtu itu terasa ramai. Hingga selepas Magrib, hawa panas mulai terasa.

Suasana pada tanggal 22 Agustus 2020 lalu tidak biasa bagi Marni. Tiba-tiba saja terjadi riuh ramai. Tak tahu pasti jam berapa saat itu. Hanya terdengar banyak orang berkata, "Kebakaran". Kata itu yang banyak dia dengar. Menyusul ramai orang di trotoar depan M Bloc.

Dia mengalihkan matanya ke seberang jalan. Langit di atas gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI berdiri sudah merah. Sisi selatan gedung utama terbakar. Peristiwa kebakaran hebat di Gedung Utama Kejagung membuat perempuan asal Sumatera ini bergidik ngeri.

Menyaksikan si jago merah melalap gedung yang didirikan 10 November 1961 itu, dia hanya bisa terpaku di seberang jalan. "Kok bisa ya?" ungkap dia bertanya.

Kebakaran itu menjadi tontonan. Api awalnya membakar lantai atas sisi kiri gedung. Hingga satu per satu tim pemadam berdatangan. Mereka berjibaku. Pantang pulang sebelum padam. Hingga akhirnya butuh waktu hampir 12 jam untuk memadamkan.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, laporan atas kebakaran di gedung utama Kejagung diterima pihaknya pada pukul 19.10 WIB. Ada masyarakat yang melapor. Tak menyebut persis siapa masyarakat yang melapor itu.

Secepat mungkin petugas bersiap turun lapangan. Lima menit kemudian tim pemadam dari empat pos terdekat sudah sampai di TKP. Respon tersebut, lanjut dia, sangat cepat. Lebih cepat dari yang disyarat SOP, yakni 10-15 menit. Empat unit kendaraan pompa dikerahkan ke TKP. Begitu tim sampai sisi selatan gedung utama sudah terbakar.

"Respon kami sangat cepat. Cuma memang kondisinya pada saat itu, seperempat bangunan sudah terbakar," ujar Satriadi kepada Merdeka.com, Jumat pekan lalu.

Kondisi itu mengharuskan mereka bekerja cepat untuk menjalankan operasi pemadaman api. Hingga sekitar pukul 00.00 WIB, pihaknya berhasil mengamankan setengah bangunanan.

Baca Selanjutnya: Sayangnya pekerjaan malam itu belum...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini