Wawancara Khusus Benny Mamoto

Ketua TGPF Intan Jaya: Kalau Kami Tak Datang Maka Laporan Tidak Objektif

Rabu, 14 Oktober 2020 12:40 Reporter : Ronald
Ketua TGPF Intan Jaya: Kalau Kami Tak Datang Maka Laporan Tidak Objektif Irjen Benny Josua Mamoto. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya merampungkan investigasi kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani serta anggota TNI di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sebanyak 25 saksi dimintai keterangan demi mendapat titik terang kasus tersebut.

Selama beberapa hari melakukan investigasi, tim dipimpin Irjen (Purn) Benny Jozua Mamoto ini bukan tanpa halangan. Mereka sempat mendapat serangan diduga berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Akibat serangan tersebut Bambang Purwoko, salah satu anggota tim TGPF, tertembak pada bagian pergelangan kaki. Kemudian satu prajurit TNI sekaligus anggota Satgas Apter Sertu Faisal Akbar mengalami luka tembak di pinggang. Mereka kini sedang mendapat penanganan khusus di RSUD Sugapa dan RSPAD Jakarta.

Kondisi di Intan Jaya diakui Benny memang masih mencekam. Semua anggota tim terlibat dalam investigasi ini bahkan harus memakai rompi anti peluru dan mendapat pengawalan ketat.

Ketua harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menceritakan kondisi menegangkan di Intan Jaya ketika tim TGPF melakukan investigasi kasus penembakan Kepada jurnalis merdeka.com Ronald Chaniago, Selasa kemarin. Berikut petikannya:

Baca Selanjutnya: Kondisi Intan Jaya yang Masih...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini