Kasus Maybank, Bergerak Karena Korban Orang Tenar

Senin, 16 November 2020 11:52 Reporter : Ronald
Kasus Maybank, Bergerak Karena Korban Orang Tenar Winda Lunardi alias Winda Earl. ©2020 liputan6.com/Instagram/evos.earl

Merdeka.com - Memakai kemeja putih sambil didampingi tim kuasa hukum, Winda Lunardi menyambangi kantor Bareskrim Mabes Polri. Kedatangannya pada 5 November 2020, merupakan kali kedua. Tujuannya untuk mempertanyakan kelanjutan kasus pencurian duit tabungan diduga dilakukan Maybank. Kasus tersebut pun mendadak mencuat.

Laporan pertama kali dilakukan pada 8 Mei 2020 dengan Nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim. Adapun terlapor adalah PT Bank Maybank Indonesia dan Kepala Cabang Bank Maybank Kebayoran Arcade berinisial AT. Winda dalam laporannya mengaku kehilangan duit sekitar Rp20 miliar.

Sejak Mei 2020, kasus seakan nyangkut. Pihak Winda belum mendapat kejelasan dari Polri. Termasuk dari kubu Maybank, dirinya tidak mendapat titik terang atas kasus dugaan pencurian duit tabungan miliknya dan sang ibu, Floletta. "Saya ingin secepatnya uang saya kembali," kata Winda saat di Gedung Bareskrim.

Permasalahan dimulai sejak 2014. Ketika itu Winda dibukakan tabungan oleh sang ayah, Herman Lunardi, di salah satu kantor cabang Maybank. Pembukaan tabungan itu untuk dipakai tabungan masa depan. Lalu pada 2015, ayah Winda, Herman Lunardi, mengirim uang sebanyak Rp5 miliar. Pengiriman dilakukan dalam dua kali transfer dengan jumlah yang sama. Dengan demikian jumlah uang yang ditransfer sebesar Rp10 miliar.

Perkembangan tabungan Winda dipantau lewat rekening koran yang rutin dikirim pihak bank. Tabungan Winda kemudian ditingkatkan. Ditambah secara bertahap oleh ayahnya. Hingga total tabungan di rekening mencapai sekitar Rp15.879.000.000.

Setelah secara rutin mendapatkan laporan rekening koran tersebut, Ibu Winda, Floletta juga ikut membuka buku tabungan pada 2016. Sang suami kemudian mentransfer uang sekitar Rp5 miliar ke rekening yang baru dibuka itu. Sehingga seluruh total yang di transfer dari 2015 dan 2016 untuk ibu dan anak ini mencapai Rp20.879.000.000.

Kuasa hukum Winda, Joey menyebut bahwa Maybank kala itu menjanjikan bunga menggiurkan. Atas hal itu pihak keluarga berkeyakinan untuk membuka tabungan. "Dengan adanya keyakinan untuk nabung di situ dengan adanya bunga sekitar 10 persen, sebagaimana yang disampaikan kepolisian juga," kata Joey kepada merdeka.com.

Kepolisian belakangan ini akhirnya mengangkat kasus dialami Winda. Polisi pun memeriksa saksi-saksi termasuk pihak Maybank. Di mana ada 33 saksi yang telah diperiksa termasuk 10 di antaranya pegawai Maybank.

Usut punya usut, AT bukan hanya dilaporkan di Mabes Polri. Pelaku pun dilaporkan kasus serupa di Polda Metro Jaya. Saat ini, AT tengah menjalani persidangan di Tangerang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes, Polri Brigjen Awi Setiyono, mengaku kesulitan dalam memeriksa AT sebab tengah menjalani persidangan atas laporannya di Polda Metro Jaya. Kepolisian kini tengah meminta izin dari pengadilan.

Adapun kasus dialami Winda akhirnya mencuat, polisi tidak menampik bahwa korban merupakan sosok yang populer. Winda dikenal merupakan atlet e-Sport perempuan tingkat nasional. Kondisi ini membuat polisi merasa perlu membereskan kasus dugaan pencurian duit nasabah dilakukan Maybank lantaran permasalahan ini menjadi sorotan publik.

"Kasus ini (mencuat) karena memang di sini ada publik figure (Winda), sehingga mencuat kembali karena tadi beberapa media yang memberitakan hal tersebut tentunya menjadi hal menarik yang menarik terkait pemberitaan ini," kata Awi mengungkapkan.

Dalam kasus ini, Awi menjelaskan bahwa ayah Winda memang diajak pelaku AT untuk memindahkan tabungannya ke Maybank. Herman ditawari keuntungan 10 persen bila tabungan ditaruh di Maybank. Penelusuran polisi, antara pelaku AT dan Herman ternyata sudah lama kenal. Kondisi itu membuat korban mudah terpengaruh pelaku.

Tergiur tawaran manis, Herman mengajak anak dam istri untuk memindahkan tabungannya dari BCA ke Maybank. Alhasil, Floletta dan Winda pun tertarik. Apalagi mereka tak curiga karena Herman sendiri telah kenal dengan pelaku AT. Namun, kepercayaan itu justru dimanfaatkan pelaku untuk menguras seluruh isi dari tabungan Winda dan keluarga.

Awi juga menyebut bahwa pelaku bahwa sejak 2014 mulai melakukan beraksi. Pelaku AT memindahkan seluruh uang Winda dan keluarga ke rekening pribadinya. Pelaku juga memutar uang nasabah tersebut dengan mengirim ke sejumlah teman-temannya untuk investasi dan juga bisnis properti. Tak hanya itu, sebagian uang pun telah dibelinya berbagai kebutuhan hidup.

"Penyidik sudah menyita beberapa aset kendaraan, tanah, bangunan, tentunya ke depan tadi karena pekerjaan rumah kami untuk menelusuri ke mana lagi aliran dana tersebut," ucap Awi.

Baca Selanjutnya: Pekan lalu kuasa hukum Maybank...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini