Bisnis Hewan Kurban

Jualan hewan kurban berkonsep mal ala Haji Doni

Senin, 12 September 2016 08:05 Reporter : Iqbal Fadil
Jualan hewan kurban berkonsep mal ala Haji Doni Hewan kurban 2016. ©2016 Merdeka.com/zul atsari

Merdeka.com - Empat gadis cantik berpakaian cowgirl lengkap dengan topi dan sepatu boot menyambut ramah calon pembeli yang datang. Sambil menunjukkan berbagai jenis sapi dan kambing, jari mereka menekan layar tablet 10 inci untuk menjelaskan detail hewan kurban yang tersedia. Jenis, berat, dan harga hewan kurban yang diinginkan semua tersedia dalam aplikasi yang dibuat khusus. Seperti di toko yang berada di mal, mereka melayani pembeli layaknya sales promotion girl (SPG).

Para ladies atau cowgirl, sebutan untuk mereka, bertugas sejak 11 Agustus lalu sejak Mal Hewan Kurban H Doni dibuka. Bagi Neni Safitri (22) tahun ini merupakan tahun yang ketiga dia mendapat tugas dari bosnya untuk menjadi cowgirl. "Kalau ada costumer kita bantu. Mau cari sapi apa, beratnya berapa, harganya berapa, kita semua ada datanya," kata Neni sambil menunjukkan tablet Samsung 10 inci yang selalu dibawanya.

Bersama tiga rekannya, Neni melayani pembeli atau pengunjung yang sekadar melihat-lihat dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam. Neni mengaku menikmati tugas khususnya itu setiap tahun jelang Idul Adha. "Kita tiap hari ganti seragam cuma konsepnya sama, cowgirl. Kita semua staf Pak Haji Doni," tukasnya.

Dari keempat cowgirl yang bertugas, semuanya memang merupakan karyawan Haji Doni. Lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Komjen M Jasin, Kelapa Dua, Depok itu sehari-harinya merupakan showroom mobil bekas PT Dian Mobil juga milik Haji Doni. Selama jelang Idul Adha, tempat itu diubah menjadi kandang penampungan hewan kurban dengan konsep mal.

hewan kurban 2016

SPG Mal Hewan Kurban H Doni ©2016 Merdeka.com/zul atsari

Neni menuturkan, dia sebenarnya merupakan karyawan showroom mobil, sementara tiga rekannya ada yang dari perusahaan properti milik Haji Doni, dan dari showroom yang berlokasi di Ceger Jakarta Timur. Dia mengaku tidak risih dengan bau kotoran sapi dan kambing karena sudah terbiasa. Sebelum menjadi cowgirl, dia juga harus menjalani training tentang hewan kurban yang akan dijual.

Junita, rekan Neni menuturkan, untuk menghilangkan bau seharian berada di penampungan hewan kurban, dia sampai mandi tiga kali dalam sehari. Namun hal itu tidak dilakukan lagi karena, toh besoknya dia harus kembali lagi ke kandang. "Saya juga sudah tahun ketiga jadi cowgirl. Dulu awalnya begitu, tapi sekarang sudah terbiasa," ujar Junita yang sehari-hari bertugas sebagai karyawan administrasi di bidang properti milik Haji Doni.

Sang pemilik, Haji Doni mengaku sejak 2004 memakai konsep mal hewan kurban. Dari tahun ke tahun, jumlah hewan kurban yang disediakan terus bertambah. Untuk tahun ini, dari empat outlet, dia menyediakan stok 7.000 lebih sapi. Sedangkan kambing hanya 300 ekor saja. Untuk mendapatkan jumlah sapi sebanyak itu, Haji Doni menuturkan, melakukan cara penggemukan dengan membeli sapi bakalan untuk kemudian digemukkan di salah satu peternakan di kawasan Tapos, Jawa Barat. Dia juga memiliki peternakan di Lampung dan Probolinggo yang siap memasok sapi-sapi untuk Idul Adha.

hewan kurban 2016

H Doni pemilik mal hewan kurban ©2016 Merdeka.com/zul atsari

Proses penggemukan itu, lanjut dia, berlangsung paling sebentar 150 hari untuk bakalan sapi lokal, ada yang satu tahun bahkan ada yang dua tahun untuk sapi jenis Limousine dan Simmental. Proses penggemukan perlu waktu, antara 2 tahun untuk menghasilkan berat 1 ton lebih. Untuk sapi yang beratnya di atas 1 ton, Haji Doni mengaku tahun ini hanya menyediakan 322 ekor saja.

"Penjualan kadang-kadang naik, kadang-kadang turun. 2013-2014 naik, 2014-2015 drop, 2016 ini naik lagi. Dari data yang ada, sejak 3 bulan lalu orang sudah pesan hewan kurban ke kita sudah 7.200 ekor. Pasokan cukup, kalau kurang kita punya peternakan. Stok kita cukup kok," paparnya.

hewan kurban 2016

Hewan kurban 2016 ©2016 Merdeka.com

Sementara itu, Manajer Mal Hewan Kurban H Doni, Maila Madinah menjelaskan, stok sapi tahun ini agak menurun karena jumlahnya menurun di peternakan. Meski begitu daya beli masyarakat cukup tinggi. Stok tahun ini biasanya disiapkan sejak tahun lalu. Harga yang dipatok Rp 55 ribu per kilogram untuk sapi tipe middle. Sedangkan jenis Limousine yang masuk tipe eksekutif, dijual berdasarkan taksiran berat.

Harga itu termasuk biaya perawatan, pengiriman dan asuransi. "Namanya makhluk hidup, misalnya dibeli sebulan sebelum Idul Adha. Kemudian saat proses pemeliharaan sapinya sakit atau mati, atau dalam perjalanan kecelakaan, atau saat diturunin sapinya ngamuk, kakinya patah, itu kan tidak boleh dijadikan hewan kurban. Nanti kita ganti dengan sapi harga yang sama, atau sapi yang sejenis. Jadi kita asuransikan all risk seperti mobil," pungkasnya.

[bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini