Jejak Latihan Teroris di Vila Oranye

Rabu, 30 Desember 2020 10:58 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Jejak Latihan Teroris di Vila Oranye Villa di Gintungan Semarang yang Digunakan Latihan Teroris. ©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Vila berkelir oranye itu tampak tidak terawat. Sekitar halaman rumput tumbuh begitu lebat. Aroma tak sedap juga tercium dari depan. Melangkahkan kaki masuk ke dalam, bentuk suram bangunan makin jelas. Terbengkalai. Banyak sisi yang sudah Rusak dan sangat kotor.

Memang vila berukuran sekitar 20x30 meter persegi ini lama tidak dihuni. Sang pemilik pun seakan sudah tak peduli. Hingga polisi pun mendatangi lokasi setelah mendapat kepastian lokasi itu pernah dipakai tempat latihan kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI). Warga sekitar pun geger.

Lokasi tersebut berada di Kompleks Vila Taman Raya, Dusun Gintungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Atau sekitar 1,3 Km dari Pasar Bandungan. Terdapat delapan vila beragam model dan ukuran disewakan di area tersebut. Suasana di sana memang menenangkan. Sangat sejuk dan jauh dari keramaian lantaran berada di lereng kaki Gunung Ungaran.

Siyarto, pengantar katering vila, menceritakan vila berkelir oranye pada 24 Desember lalu, Mabes Polri datang untuk memeriksa. Dia lantas diminta polisi untuk membersihkan vila dua lantai itu. Dari penjelasan yang dia dapat, diketahui banyak ruang di lokasi dijadikan area latihan.

Seperti pada ruang tengah. Diduga area itu dipakai untuk latihan fisik. Kemudian lahan lapangan di sekitar bangunan digunakan latihan perang dan ketangkasan fisik.

"Saya suruh bersihkan lokasi satu bangunan vila yang informasinya digunakan latihan teroris itu. Polisi hanya datang dan mengecek lokasi bangunan saja," kata Siyarto saat ditemui di lokasi pada Senin, 28 Desember 2020.

Vila oranye di Kompleks Vila Taman Raya merupakan satu dari 12 lokasi yang diduga dijadikan tempat latihan teroris. Biasanya kelompok teroris JI menyewa vila untuk melatih para anggota muda. Mereka dibekali bela diri, menggunakan senjata tajam hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Para anggota dilatih dengan gaya militer. Keterangan itu diketahui setelah Densus 88 Anti Teror membekuk Joko Priyono alias Karso, salah seorang pelatih dari kelompok JI. Karso ditangkap pada 2019 lalu. Dia mengaku ditunjuk Amir atau Pimpinan JI, Para Wijayanto. Kini Karso berstatus narapidana dengan masa hukuman 5 tahun. Sedangkan Para Wijayanto dihukum 3 tahun 8 bulan penjara.

Luas vila tempat latihan teroris JI memang bisa menampung puluhan orang. Harga per malam kala itu sekitar Rp800 ribu. Biasanya lokasi disewa para mahasiswa untuk ajang malam keakraban maupun pelatihan kepemimpinan.

Menurut Siyarto, sudah hampir setahun ini tidak ada orang menyewa. Terkahir tahun 2018 disewa untuk kegiatan bakti sosial kelompok anak remaja. Itu pun sudah mendapat izin warga sekitar. Biasanya vila ramai disewa ketika memasuki akhir pekan.

Ketua RW 05 Gintungan, Rukiman, mengaku tidak mengetahui bahwa kelompok teroris JI pernah menyewa vila di area tersebut. Namun, dari kabar yang didapat kelompok itu menyewa vila selama dua hari. "Tapi memang tidak ada yang tahu termasuk penjaga," kata Rukiman.

Baca Selanjutnya: Bungker Tersembunyi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini