Jatah Mensos Buat PDIP

Senin, 21 Desember 2020 09:58 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Ronald
Jatah Mensos Buat PDIP Megawati Lantik Risma. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Sejumlah kader politisi PDIP digadang-gadang mengisi posisi menteri sosial. Kasak-kusuk terkait siapakah bakal menggantikan Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi bansos, belakangan santer terdengar. Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, muncul di permukaan. Dorongan bukan hanya dari partai. Para relawan pendukung Presiden Joko Widodo pun ikut mendukung.

Pertemuan antara relawan dan Presiden Jokowi rutin terjadi. Dalam tiap pertemuan, dorongan untuk perombakan kabinet kerap disampaikan. Termasuk menyampaikan kriteria calon menteri. Nama Risma teratas menjadi calon pengganti Juliari. "Nama Risma sesuai kriteria kami," kata Ketua Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer kepada merdeka.com, Sabtu pekan lalu.

Sebenarnya ada 19 nama diusulkan ke presiden Jokowi sebagai calon menteri. Semua nama tersebut didorong untuk menggantikan banyak menteri yang berada di kabinet saat ini. JoMan juga meminta presiden segera melakukan reshuffle besar-besaran.

Dari tiap pertemuan, para relawan kerap melaporkan kepada presiden bahwa banyak menteri tidak menjalankan visi presiden dan malah sibuk berbisnis. Akibatnya banyak menteri tidak mampu menjadi anak buah yang mendukung kerja keras pimpinan. "Kita (relawan) ini kan mata dan telinga presiden. Kita memang ada jadwal sebulan sekali bertemu presiden," ungkap dia.

Politisi PDIP Perjuangan Andreas Hugo Pareira melihat nama Risma segera mengisi kursi Mensos masih rumor. Hugo menegaskan bahwa penentuan jabatan Mensos merupakan hak prerogatif presiden. Dalam proses dan penentuannya, Jika presiden Jokowi hendak mengambil kader PDIP maka Jokowi dapat berkomunikasi dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum partai berlambang banteng moncong putih itu.

Belakangan Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah justru menyebut sejumlah nama kader partainya yang dinilai layak untuk menggantikan Juliari. Beberapa nama itu antara lain Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, Eriko Sotarduga Sitorus, Sukur Nababan dan Komarudin Watubun. “Saya nilai sebagai figur yang potensial menjadi Mensos," ujar Basarah.

Meski demikian, Wakil Ketua MPR ini juga menegaskan bahwa wewenang mengusulkan nama kader sebagai calon Menteri berada di tangan Megawati. Wewenang yang menjadi hak prerogatif Ketua Umum PDIP tersebut merupakan amanat AD/ART Partai. Karenanya, Basarah meminta semua pihak tidak mendahului keputusan Megawati. "Sementara wewenang untuk mengangkat seseorang menjadi menteri adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo," tegasnya.

Senada dengan rekan di partainya, Risma mengaku menunggu perintah Ketum PDIP Megawati untuk mengisi posisi menteri. Sejauh ini belum ada perintah apapun dari partai. Meski begitu, dia menyoroti bahwa kinerja sebagai mensos memang cukup berat.

Adapun masalah di kementerian sosial dalam pandangannya, terkait sinkronisasi data. Kondisi ini diakui tidak mudah. Apalagi jutaan masyarakat menggantungkan hidup pada Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu ada juga bantuan terkait terdampak pandemi corona.

"Banyak sekali harus dibenahi karena itu. Sekali lagi saya tidak berani, kecuali kalau saya baru dapat perintah Bu Mega, Bu Risma kamu jalan ini, aku baru jalan," ungkap Risma kepada wartawan di Surabaya.

Sementara itu, Rudi juga berkomentar terkait namanya muncul dan dikabarkan segera mengisi kursi mensos. Kabar di media sosial menyebut dia telah dihubungi pihak Istana. Mantan duet Jokowi di Solo ini membantah mentah-mentah. "Itu kan kabar Twitter, yang telepon saya belum kok. Enggak ada telpon," ujar Rudy.

Ketika ditanya bagaimana jika dirinya benar-benar diminta jadi Mensos, Rudy mengatakan butuh pertimbangan yang panjang. Antara ya atau tidak. "Wah itu pertimbangannya masih panjang."

Baca Selanjutnya: Tunggu Restu Megawati...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini