Jalan buntu menemukan Maha Pencipta

Senin, 1 April 2013 07:54 Reporter : Faisal Assegaf
Simbol ateisme. (bwwrites.com)

Merdeka.com - Nu (bukan nama sebenarnya) mengeluarkan iPad dari dalam tasnya. Kemudian dia berupaya menggambarkan bagaimana alam semesta tercipta lewat ledakan mega dahsyat. Semua itu dijabarkan dalam ilmu fisika kuantum dan mekanik kuantum.

Dia sejauh ini yakin bukan Tuhan menciptakan alam semesta dan seluruh isinya. "Banyak banget ilmuwan bisa menjelaskan dari mana dunia ini berasal," katanya saat ditemui merdeka.com di sebuah kafe di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa malam dua pekan lalu.

Terus membaca dan tetap menggali informasi. Mulai dari sejarah, filsafat, hingga buku-buku sains. Jejalan pengetahuan itu kian membuat dia ragu Tuhan sejak kecil dia yakini benar-benar ada. Sampai akhirnya lima tahun lalu dia menyimpulkan Maha Pencipta itu tidak pernah ada.

Bahkan, dia mengklaim saban hari selalu menemukan fakta membantah konsep ketuhanan. "Gue melihat nggak relevan lagi untuk percaya Tuhan." Namun dia masih memberi peluang jika dalam 10-20 tahun lagi ilmu pengetahuan bisa membuktikan Tuhan itu ada.

Meski begitu, Nu secara tidak sengaja pernah mengucapkan nama Tuhan. Tapi itu lantaran kebiasaan bukan karena ingat Tuhan. Dia tidak takut mati cuma mencemaskan rasa sakit saat ajal menjemput. Dia pun ogah mengingat Tuhan meski nyawa terancam. "Gue akan berpikir mencari cara selamat rasional ketimbang menghabiskan waktu buat berdoa," ujarnya.

Val (nama samaran) juga memiliki pengalaman serupa. Setelah membaca seabrek-abrek buku seputar ketuhanan dan supranatural, dia memutuskan menjadi ateis tiga tahun lalu. "Walau kita tidak bisa membuktikan Tuhan itu ada, nggak ada alasan bagi kita melakukan ritual untuk sesuatu belum tentu ada," tuturnya.

Namun dia masih mau melaksanakan beberapa ajaran Islam, bekas agamanya. Dia masih mengeluarkan zakat fitrah saban Ramadan dan menyembelih kambing tiap Idul Adha. Dia beralasan konsep itu hanya berhubungan langsung dengan Tuhan dan bermanfaat bagi orang lain. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Ateis
  2. Jakarta
  3. Komunitas Ateis
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.