ILO Akui Konfederasi Serikat Pekerja Internasional

Jumat, 17 November 2006 08:51 Sumber :
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Badan Pengurus Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jenewa, Kamis (16/11/06), secara resmi memberikan status konsultatif kepada Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (International Trade Union Confederation/ITUC) yang baru terbentuk.

ITUC dibentuk pada 1 November di Wina oleh sejumlah serikat pekerja yang berafiliasi pada dua konfederasi yang kemudian melebur, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Bebas Internasional (International Confederation of Free Trade Union/ICFTU) dan Konfederasi Pekerja Dunia (World Confederation of Labour/WCL), demikian siaran pers ILO di Jakarta.

Konfederasi Serikat Pekerja tersebut dibentuk untuk memberikan ruang bagi para pekerja di seluruh dunia dalam menyampaikan suara mereka untuk menyikapi tantangan globalisasi.

Konstitusi program ITUC sejalan dengan misi ILO yaitu mempromosikan pekerjaan yang layak untuk semua dan globalisasi yang adil.

Direktur Jenderal ILO, Juan Somavia menyatakan bahwa ITUC akan menjadi mitra penting bagi semua pihak dan memberikan dorongan yang lebih besar pada pelaksanaan dialog sosial.

Guy Ryder, ketua ITUC yang baru terpilih menyatakan bahwa organisasi tersebut merupakan serikat pekerja internasional yang paling menyatu dan memiliki keterwakilan besar dalam sejarah gerakan serikat pekerja.

"Program ITUC menggarisbawahi dukungan atas mandat historis ILO dan agenda pekerjaan layaknya serta menyambut baik peluang-peluang yang mengalir dari laporan komisi dunia mengenai dimensi sosial globalisasi," ia menambahkan.

Menurut Ryder, ITUC akan mendorong dialog dengan organisasi pengusaha internasional dan pemerinrah.

Disebutkan pula bahwa wakil ketua eksekutif Organisasi Pengusaha Internasional (IOE) Daniel Funes de Rioja menyambut baik terbentuknya ITUC dan memuji upaya organisasi baru itu dalam membangun solusi bagi dunia yang baik berdasarkan dialog sosial. (*/rit)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini