Ikuti sunah tapi bermasalah

Senin, 20 Mei 2013 07:00 Reporter : Faisal Assegaf
Ikuti sunah tapi bermasalah Kampanye PKS . (merdeka.com)

Merdeka.com - Rumah tangga seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terguncang sebelas tahun lalu. Sang istri menggugat cerai ke Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pentolan partai ini lantas meminta bantuan Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin. Namun dia menyerah dan menyuruh Wakil Ketua Dewan Syariah Pusat partai Yusuf Supendi untuk menangani. Akhirnya, sang istri bersedia mencabut tuntutan cerai itu.

"Dia mau meneruskan perkawinan dengan syarat suaminya berpoligami," kata mantan elite PKS Yusuf Supendi saat ditemui merdeka.com Selasa pekan lalu di rumah mertuanya, bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Namun dia menolak menjelaskan soal kisruh rumah tangga selebritas partai dakwah itu.

Koleksi istri juga menjadi hobi petinggi PKS lainnya. Bahkan ada yang sampai memiliki tiga istri. Yusuf yang antipoligami menilai pentolan-pentolan doyan kawin ini sebagai orang sombong. "Ketika kere diam-diam saja, tapi baru kaya sedikit melirik perempuan lain," ujarnya.

Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan partai tidak menganjurkan para kader buat berpoligami. Meski begitu, pihaknya tidak mungkin menghalangi orang ingin memiliki lebih dari satu istri karena Islam juga memberi peluang soal itu.

Kalau secara pribadi, dia menyatakan keputusan buat berpoligami bergantung situasi tanpa menerangkan lebih lanjut. "Kalau satu saja nggak habis, buat apa kawin lagi," kata Tifatul saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Yusuf sudah mengamati fenomena poligami dalam PKS dua tahun lalu. Dia mencatat ada 17 petinggi partai telah berpoligami namun bermasalah dalam prakteknya. Tapi dia menolak memberi tahu identitas semua lelaki hobi menikah ini.

Yusuf membagi empat jenis poligami yang terjadi dalam PKS, yakni poligami mengikuti sunnah, poligami buat solusi, poligami trendi dengan mengawini perempuan asing, dan poligami karena hawa nafsu.

Cerita poligami dalam lingkungan PKS tidak berhenti di sini. Terdapat sejumlah masalah. "Cukup banyak politisi PKS kawin tanpa wali sah," tutur Yusuf. Dewan Syariah partai dipastikan membatalkan pernikahan itu (fasah).

Padahal, dalam hadis disebutkan tidak sah sebuah perkawinan tanpa wali. Seperti disebut dalam kitab Sunan al-Daruqutni: Abu Dzar Ahmad bin Muhammad bin Abi Bakr bercerita kepadaku dari Ahmad bin Husain bin Abbad al-Naaiy dari Muhammad bin Yazid bin Sinan dari ayahnya dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah. Aisyah berkata Rasulullah bersabda Tidak ada nikah tanpa wali dan dua saksi adil.

Bukan sekadar doyan kawin, selama bergabung dalam Dewan Syariah Pusat PKS, Yusuf juga pernah menemukan kasus penyimpangan seksual oleh kader partai. Ada seorang istri hiperseksual terpaksa berselingkuh dengan petinggi partai karena suaminya tidak mampu melayani dengan baik di atas ranjang. [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini