Ingar Bingar Malam 'Senoparty'

Rabu, 1 Januari 2020 09:13 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Ingar Bingar Malam 'Senoparty' ilustrasi diskotik. © Standard.co.uk

Merdeka.com - Langit mulai gelap di Jakarta. Lalu lintas ibu kota pada jam pulang kantor begitu padat. Semua kendaraan tumpah ruah ingin lekas sampai rumah. Tapi tidak bagi sebagian gerombolan anak muda. Lepas kerja, mereka justru punya cara beda menghabiskan penat dan lelah.

Maulana bersama tiga rekan kantornya begitu semangat malam itu. Sebagai pekerja starup, penampilannya memang sudah kasual. Namun, untuk menikmati malam panjang ini dia sudah menyiapkan di mobilnya.

Pakaian pria 25 tahun itu pun berganti. Memakai kaos putih, jaket biru jeans dan celana jeans panjang hitam, menjadi setelan menuju Jakarta Selatan. Bilangan Senopati menjadi pilihan. Lantaran waktu masih sekitar pukul 8 malam, dia bersama gerombolan memilih makan dulu di Pasar Santa.

Mereka memilih makan Sate Ajo Ramon. Hidangan sate khas padang itu memang cukup terkenal. Lokasinya berada di lahan parkir pasar berlokasi di Jalan Cipaku, Kecamatan Kebayoran Baru itu.

Sebelum makan, Maulana bersama satu rekannya menuju lantai atas Pasar Santa. Membeli kopi susu yang menjadi favorit belakangan ini. "Biar suasana hati lebih enak, gue butuh kopi biasanya. Kemudian lanjut makan berat," cerita Maulana kepada merdeka.com, Senin lalu.

Setiap sudut bilangan Senopati hadir beragam tempat makan hingga hiburan malam. Lokasi itu dulunya dikenal kawasan perumahan elit. Berjejer rumah pejabat sampai pengusaha berdiri di sana. Seiring waktu, muncul banyak kafe, restoran hingga bar ternama.

Berada di Kelurahan Selong, wilayah itu menjadi pusat bisnis yang maju lumayan pesat. Apalagi lokasinya berdempetan dengan wilayah Setiabudi Central Business District (SCBD). Itu semakin menunjang kawasan Senopati semakin dilirik untuk berbisnis. Banyak di antara pengunjung merupakan pekerja di lokasi bisnis tersebut.

Hidangan sate di meja Maulana bersama gerombolannya sudah ludes. Gelak tawa memenuhi obrolan mereka. Membahas berbagai hal konyol di pekerjaan hingga pertemanan. Semua saling canda tanpa ada marah.

Jam menunjukkan pukul 9.30 malam. Gerombolan muda-mudi itu sudah bersiap menuju menu utama: Party. Mobil keluar dari Pasar Santa, menuju Jalan Wolter Monginsidi. Lurus ikuti jalan, sampai bertemu perempatan, mobil belok kanan mengarah Jalan Gunawarman. Bar di jalan itu menjadi pilihan.

"Selamat datang di Senoparty," ucap Maulana kepada gerombolannya. Malam itu mereka ingin berpesta dengan cara berbeda. Tidak hanya duduk dan menari di lantai dansa, tetapi mereka bisa berkaraoke bersama.

Mobil diparkir, gerombolan itu masuk ke dalam bar. Kemudian memesan beberapa minuman alkohol ringan sebagai pilihan. "Kami biasanya memilih bir, hanya untuk membuat badan rileks," ucap dia.

Penampilan artis berkaraoke malam itu memecahkan suasana. Menghadirkan beragam lagu hits lawas sampai terbaru. Tidak lupa layar berukuran 2x2 dihadirkan, menampilkan lirik agar pengunjung bisa ikut nyanyi bersama. Sebuah mikrofon menjadi rebutan, para pengunjung ingin suaranya terdengar. Tidak peduli meski sumbang didengar orang.

1 dari 1 halaman

Hati-Hati di Senopati

Maulana dan gerombolan tidak mau ketinggalan. Mereka ikut bernyanyi. Kebetulan lagu Stand By Me dari Oasis, musisi asal Inggris, itu sedang diputar. Hampir semua pengunjung ikut menyanyikan lagu tersebut. Maulana dan gerombolan paling terdepan.

"Ketika kami bernyanyi, berteriak mengikuti lagu, rasanya semua penat kerjaan dan masalah terlepas. Menurunkan stress kami seharian," kata Maulana.

Hampir sederet bar wilayah Senopati menghadirkan konsep serupa. Tren pesta seolah sedang berganti. Tidak lagi pakaian mewah dan rapi, kemudian berjoget mendengar lantunan musik dari disjoki. Kini mereka butuh pesta yang lebih, yaitu bernyanyi.

Sejumlah artis karaoke kini sedang naik daun. Paling populer di kalangan bar, yakni Oomleo Berkaraoke. Bernama asli Narpati Awangga, dia merupakan musisi dari grup musik Goodnight Electric. Kiprahnya di dunia pesta karaoke membuat namanya kini sedang tersohor. Hampir setiap malam dia berpindah klub malam menyajikan hiburan karaoke.

Semakin malam, suasana bar malam itu semakin riuh ramai. Semua pengunjung menari dan berkaraoke bersama. Tidak lupa mengeluarkan ponsel pintar, merekam suasana pesta malam itu untuk diunggah di semua akun status media sosial.

Maulana dan gerombolannya malam itu memang memilih minuman alkohol. Mereka percaya sedikit alkohol bisa membuat suasana pesta semakin meriah. Tapi Maulana sadar, bukan jenis alkohol tinggi yang dipilih. "Lebih sering kami minum bir."

Membawa kendaraan menjadi alasan Maulana harus mengutamakan keselamatan. Apalagi esok pagi dia harus kembali aktivitas sebagai pekerja. Sehingga beragam risiko tadi dihindari. Sehingga pesta malam itu dia dan gerombolannya tidak menjadi berlebihan. Setidaknya cukup untuk menjadi ceria setelah lelah seharian.

Apalagi baru-baru saja dia membaca ada kejadian kecelakaan kendaraan roda empat menabrak Apotek Senopati. Diduga pengemudi sedang dalam keadaan mabuk dan lepas kendali. Tentu ini menjadi pelajaran penting bagi Maulana dan pengunjung bar lainnya.

"Kejadian mobil tabrak Apotek Senopati tentu membuat kita makin hati-hati. Tidak mau berlebihan ketika sedang party," ungkapnya.

Insiden kecelakaan mobil menabrak Apotek Senopati sudah terjadi dua kali. Apotek itu memang berada di ujung Jalan Gunawarman. Posisinya tusuk sate. Membuat para pengendara harus waspada mengendalikan kendaraannya.

Kejadian pertama pada Minggu, 30 Oktober 2019. Kecelakaan itu membuat tewas petugas sekuriti apotek, Asep Kamil berusia 50 tahun. Pengendara merupakan mahasiswi berisial PKH berumur 21 tahun. Polisi menyebut pelaku dan rekannya mereka baru saja pulang dari sebuah bar di kawasan tersebut.

Dua bulan berikutnya, kecelakaan itu terjadi lagi. Sebuah sedan BMW bernomor polisi B 610 MAG menabrak Apotek Senopati. hampir setengah badan mobil menerobos pintu kaca apotek. Pecahan kaca berhamburan di lokasi.

Hasil tes urine menunjukkan, penabrak Apotek Senopati positif konsumsi obat penenang dan ganja. Pelaku berinisial AS itu terancam dipidana dengan kasus kecelakaan dan narkoba.

Hari sudah berganti. Waktu di tangan Maulana sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Kemudian mengajak para gerombolan menyudahi party. Mereka kemudian kembali, mereka memang menyewa indekos di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan. Maulana kemudian mengantar semua rekannya.

Tiba di kamar, Maulana kemudian mandi dan berganti pakaian. Kemudian istirahat karena sudah ditunggu setumpuk kerjaan pagi nanti. [ang]

Baca juga:
Gibran Bikin Resah Petahana
Desing Senpi Koboi Lamborghini
Nagara Rimba Nusa, Konsep Masa Depan Ibu Kota Baru RI
Mimpi LKPP Jadi Marketplace Seperti Alibaba
Janda Muda Korban Cemburu Buta

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini