Kisah WNI Eks ISIS

Hijrah ke Suriah Berujung Petaka

Senin, 10 Februari 2020 08:39 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Hijrah ke Suriah Berujung Petaka Pengikut ISIS. ©2020 Merdeka.com/liputan6

Merdeka.com - Ajakan suami meyakinkan hati Amy. Imaji indah tentang kehidupan seperti zaman Nabi Muhammad SAW, membuat dirinya ambil keputusan berani. Bermodal sedikit informasi, Amy memboyong keluarga besarnya. Meyakinkan mereka bahwa Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State in Iraq and Syra (ISIS) tempat yang sesuai syariat.

Agustus 2015, menjadi awal Amy dan keluarga hijrah ke Suriah. Total 18 orang, termasuk dirinya, pergi meninggalkan Indonesia. Menuju Bandara Soekarno-Hatta, mereka terbang menuju Turki. Alasan ketika itu untuk berlibur. Lebih kurang dua pekan mereka di Istanbul, Turki.

Sebelum merencanakan keberangkatan, Amy sudah menjalin komunikasi dengan anggota ISIS. Kontak didapat setelah berselancar di internet. Amy terus berkoordinasi. Sampai di arahkan menuju daerah perbatasan antara Turki dan Suriah. Kemudian 18 orang dijemput dan diantarkan sampai ke tempat tinggal bar di Raqqa, Suriah.

infografis wni gabung isis

Perasaan Amy dan sekeluarga bahagia ketika tiba di Suriah. Mereka bisa menuju tempat yang sudah diimpikan. Pikirnya hanya untuk ibadah. Menjalankan hidup sesuai syariat Islam. Tetapi, khayalan itu seketika buyar. Ketika semua identitas, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor dan ponsel mereka diamankan anggota ISIS.

"Kita dibohongi. Awalnya dia bilang 'nanti daripada diambil sama tentara, dikumpulin saja sini. Untuk keamanan'," kata Amy menirukan ucapan anggota ISIS tersebut ketika bercerita kepada merdeka.com, Rabu pekan lalu. Amy bukan nama sebenarnya. Identitasnya sengaja kami samarkan demi keamanan dirinya.

Menurut Amy, keinginan keluarga besarnya gabung ISIS bukan karena tergabung dalam suatu kelompok ajaran tertentu. Mereka memang niat berangkat ke Suriah murni karena tipu daya dari ISIS melalui informasi disampaikan dari internet. "Tidak ikut kelompok apa-apa. Ya saya dan keluarga independen saja," ujar Amy.

Di tahun keberangkatan Amy dan sekeluarga, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat 600 orang Warga Negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah. Jumlah itu meningkat dari tahun 2014, sekitar 350 orang.

Sempat terjadi penurunan pada tahun 2016. Jumlah WNI menuju suriah sekitar 383 orang. Kemudian tren itu naik dua tahun berturut-turut. Di tahun 2017, tercatat mencapai 671 orang. Kemudian tahun 2018 sebanyak 750 orang.

Ada dugaan bahwa mereka yang hijrah menuju Suriah termakan propaganda ISIS dari beragam situs mengandung konten tentang radikalisme. Untuk menekan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah lakukan blokir banyak situs yang diduga kuat terkoneksi dengan ISIS.

Baca Selanjutnya: Selama hidup di Raqqa Suriah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini