Hidup Relawan Vaksin Corona

Rabu, 26 Agustus 2020 11:02 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Hidup Relawan Vaksin Corona Vaksin Corona Covid 19. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Mata Fadly terasa berat sekali. Kantuk tak tertahan lagi. Sore itu dia tertidur. Sesekali terbangun untuk ibadah salat. Sisanya kembali memejam. Hingga esok pagi terbangun dan badan terasa sangat bugar.

Sangat lelap pria 32 tahun itu tertidur. Belasan jam dilewati. Tidak pernah dirasakan kondisi seperti ini sebelumnya. Biasanya tidur sebentar sudah sangat cukup. Apalagi dengan pekerjaan sebagai ojek online. Bisa berangkat pagi pulang larut malam.

Rasa kantuk berat dianggap sebagai efek suntikan uji coba vaksin Sinovac. Fadly bisa dikatakan beruntung. Dia dapat kesempatan sebagai relawan vaksin degan nomor 0011. Kesempatan yang didapat melalui saudaranya yang bekerja di laboratorium milik Universitas Padjajaran, Bandung.

"Syukurlah belum ada efek samping negatif yang saya rasakan. Setelah vaksin merasa lebih lega perasaan," kata Fadly bercerita kepada merdeka.com.

Pemerintah sudah memutuskan mendatangkan sampel vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Saat ini, sampel vaksin tersebut sudah masuk uji klinis tahap 3 di Bandung, Jawa Barat.

Vaksin Sinovac dikembangkan Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad). Bio Farma merupakan perusahaan farmasi Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) yang fokus pada produksi vaksin dan antiserum.

Dalam tahap uji riset vaksin Sinovac, dibutuhkan 1.620 relawan. Mereka mendaftar melalui layanan disiapkan dan dibagi dalam beberapa kelompok.

Fadly masuk dalam rombongan pertama. Banyak tahapan dilewati. Mulai mendaftar hingga disuntikan vaksin. Tidak hanya sampai situ. Dia wajib melaporkan secara rutin tentang kondisinya. Ada semacam kertas catatan diberikan tim vaksin kepada relawan.

Sejauh ini isi laporan masih normal. Belum ada gejala aneh dirasakan. Hanya rasa kantuk dan nafsu makan meningkat. Semua itu tetap dilaporkan. Walau sudah vaksin, Fadly tetap tidak boleh keluar kota. Hanya bisa berkeliling Bandung dan sekitarnya.

Ada saja isu berkembang ketika lingkungan sekitar tahu Fadly terdaftar sebagai relawan vaksin. Salah satunya dianggap terima duit puluhan juta. Baginya itu tidak terlalu dipersoalkan. Sejauh ini memang tidak ada kesepakatan tersebut ketika mendaftar sebagai relawan.

"Kalau misal memang ada rezekinya, saya juga ya merasa mungkin itu sudah rezeki, tapi dari pertama enggak kepikiran bahkan saya enggak tahu masalah uang gitu," ungkap dia.

Semua relawan wajib melewati banyak tahapan dalam uji klinis vaksin Covid-19. Diawali dengan menandatangani dokumen berisi persetujuan tanpa ada paksaan sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan. Di sini peneliti hanya meneriwa relawan yang hanya tinggal di Bandung agar mudah memantau pergerakan.

Langkah berikutnya adalah swab test metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk kemudian sampelnya diperiksa di laboratorium. Jika hasil negatif relawan tersebut dianggap memenuhi syarat untuk uji klinis dan diminta melakukan penandatanganan bahwa dia sudah masuk kriteria menjadi subjek atau relawan, lalu mulai disuntik pada tahap V1.

Setelah disuntik, tim dokter melakukan observasi untuk melihat reaksi yang dialami dalam rentang waktu 30 hingga 40 menit. Jika ada reaksi, langsung ditempatkan di ruangkan observasi. Sebaliknya, jika tidak ada reaksi, maka relawan tersebut diperbolehkan untuk pulang dan diminta terus melakukan koordinasi serta komunikasi.

Baca Selanjutnya: Sudah sudah dua pekan sejak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini