Empat Mata Jokowi dan Prabowo

Senin, 21 November 2022 12:30 Reporter : Alma Fikhasari, Raynaldo Ghiffari Lubabah, Ronald
Empat Mata Jokowi dan Prabowo Jokowi bertemu Prabowo. ©2015 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Presiden Jokowi diam-diam sering bertemu dengan Prabowo Subianto di Istana Bogor. Mantan rival di Pilpres 2014 dan 2019 itu belakangan kian menunjukkan 'kemesraan'. Saling berbalas pujian, benarkah Jokowi makin mantap mendukung Prabowo sebagai penerusnya?

Kabar intensnya pertemuan Jokowi dengan Prabowo dalam beberapa bulan terakhir diakui salah satu sumber merdeka.com di Partai Gerindra.

"Jadi memang beberapa kali ketemu. Prabowo ke Istana Bogor ketemu Pak Jokowi," ujarnya saat ditemui merdeka.com awal pekan lalu.

Informasi tersebut didapatkan politisi Gerindra itu dari orang di lingkaran Istana yang masih kerabat Presiden Jokowi.

"Iya, (pertemuan) empat mata. Enggak bawa siapa-siapa," imbuhnya.

Sumber itu juga menyebut, Prabowo hanya menceritakan isi pertemuan dengan Jokowi kepada beberapa elite Gerindra, seperti Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, dan Sekjen Ahmad Muzani. "Dari dua orang itu nanti gua di-update," tukasnya.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu adalah soal koalisi pilpres 2024. Koalisi Kebangkitan Indonesia antara Gerindra dan PKB, kata sang sumber, salah satunya andil dari Jokowi.

"PKB itu kan Pak Jokowi yang dapetin. Ya PKB suruh ambil. Wakilnya (cawapres) NU, komunikasi lah dengan Khofifah dan Erick (Thohir)," tukasnya.

Dikonfirmasi usai pertemuan relawan Projo dengan Prabowo di Kertanegara, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan seringnya pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Meski begitu, Dasco menepis jika keduanya secara khusus membahas skenario dan koalisi Pilpres 2024.

"Pertemuan intens antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu lebih banyak memang dalam hal-hal kedinasan. Pak Prabowo sebagai pembantu dari Presiden Jokowi tentunya secara berkala menyampaikan laporan dan informasi tentang tugas-tugas yang diberikan," kata Dasco.

Wakil Ketua DPR itu menambahkan, Prabowo mendapat tugas tambahan untuk berkomunikasi dengan negara-negara lain menyangkut isu pertahanan keamanan maupun masalah geopolitik.

"Sehingga pertemuan-pertemuan rutin itu adalah pertemuan dalam rangka kedinasan," ucap Dasco.

Untuk pertemuan Prabowo-Jokowi di luar hubungan sebagai menteri dan presiden, Dasco tidak membantahnya. "Ya ada mungkin beberapa kali, tapi kita enggak tahu apa yang dibahas," ujarnya.

Soal hubungan pribadi Jokowi-Prabowo, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut, keduanya memiliki hubungan sangat baik.

"Pada saat lebaran, beliau adalah satu di antara sedikit tamu yang diterima di Istana Yogyakarta, kemudian di beberapa tempat juga sama. Artinya hubungan pribadi Pak Prabowo dan Jokowi terjalin," ujar Muzani.

Muzani mengakui ada pertemuan-pertemuan antara Jokowi dan Prabowo yang hanya dilakukan berdua. "Ya saya kira itu juga ciri Pak Jokowi sebagai presiden," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Prabowo Memuji, Jokowi Merespons

jokowi merespons rev2

"Saya tak malu-malu karena kesetiaan adalah jiwaku. Saudara, bangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai pemimpin arif bijaksana. Saya rivalnya Pak Jokowi 10 tahun, tapi saat itu beliau punya jiwa besar untuk mengajak rekonsiliasi."

Pernyataan itu diucapkan Prabowo di hadapan ribuan kader yang hadir dalam Rapimnas Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, 13 Agustus 2022 lalu. Prabowo kembali mengungkit sikapnya yang mau diajak bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi.

"Saya tahu banyak yang tak setuju saya gabung," ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Prabowo juga menyampaikan pujian terhadap cara Jokowi menangani situasi pandemi.

"Beliau telah memimpin krisis itu dengan tenang, dengan sejuk, memikirkan rakyat yang paling bawah. Itu saya saksi di Kabinet. Saya saksi," tegas Prabowo saat acara milad ke-45 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu 29 Oktober 2022.

Pujian itu berlanjut saat Prabowo berpidato di acara PKB Road To Election di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (30/10). Kali ini, Prabowo mengaku bahkan harus belajar ke Jokowi.

"Saya kaget juga beliau ke Ukraina. Saya kaget. Ukraina sedang dihujani roket dan bom tapi beliau berani. Padahal yang Kopassus aku, beliau bukan Kopassus," ujar Prabowo

"Boleh juga wong Solo ini luar biasa. Ilmunya harus saya belajar sama beliau," imbuhnya.

Seolah merespons pujian-pujian Prabowo, Jokowi pun mengungkapkan sinyal dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024. Dia ditanya soal siapa capres yang bakal direstui. Namun Jokowi menjawab dalam konteks pemerintahan. Dukungan terhadap tugas Menhan Prabowo selama ini.

"Sudah sejak awal. Kok restu-restu? Sejak awal saya sampaikan mendukung beliau," kata Jokowi di Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11).

Prabowo yang ingin meluruskan, menimpali Jokowi, "Ini (soal) pertahanan."

Jokowi kemudian menjawab pertanyaan apa saja pesan untuk Prabowo menghadapi Pilpres 2024.

"Kita saling tukar-menukar pikiran mengenai bagaimana indonesia ke depan. Saya kira biasalah, saya berbicara bukan sering ya terlalu sering dengan Pak Menhan itu," ujar Jokowi.

Puncak sinyal dukungan terhadap Prabowo itu dilontarkan Jokowi saat berpidato dalam HUT Perindo. Awalnya, Jokowi menyampaikan kans Prabowo di Pilpres 2024.

"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi di puncak Peringatan Ulang Tahun Perindo di Jakarta, Senin (7/11).

Saat ditanya soal ucapan Jokowi itu, Prabowo menjawab, "Ya kalau saya amiiin. Hahaha. Iya kan," ujarnya di Kertanegara, Jakarta Selatan, usai bertemu relawan Projo, 10 November lalu.

Sementara Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, ucapan-ucapan Jokowi terhadap Prabowo dianggap partainya bukan hanya sekadar sinyal, melainkan sudah bentuk dukungan.

"Kami memahaminya bukan lagi sebuah sinyal, tapi memahaminya sebagai bentuk support dan dukungan yang disampaikan Presiden Jokowi pada Prabowo dalam pencalonan presiden 2024 mendatang," ujarnya ketika ditemui merdeka.com.

Gerindra, lanjut Muzani, berterima kasih atas dukungan dari Jokowi. "Kami merasa ini sebuah dorongan besar bagi kerja besar, kerja keras kami untuk bisa memenangkan Pak Prabowo dalam Pilpres 2024," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Jokowi Butuh Penerus Legasi

penerus legasi rev2

Siapapun yang akan menjadi presiden setelah Pemilu 2024, Jokowi membutuhkan orang yang bisa meneruskan legasinya. Peneliti senior lembaga survei Populi Center, Usep Saepul Ahyar menilai, baik Jokowi maupun Prabowo memiliki hubungan yang saling membutuhkan.

"Dan Pak Prabowo salah satu, pasti salah satu yang dipertimbangkan," ujarnya.

Dari nama-nama bakal capres di Kabinet Jokowi, Usep menyebut, Prabowo paling berpeluang karena merupakan ketua umum partai dan punya pendukung loyal. Ditambah lagi, setelah bergabung dengan pemerintahan, banyak kesepahaman yang sudah terbangun antara Jokowi dan Prabowo.

"Saya kira juga itu modal yang baik untuk terus menjalin dan dan kemungkinan juga bisa menjamin bahwa program-program Pak Jokowi akan diteruskan oleh Pak Prabowo," kata Usep.

Penilaian berbeda disampaikan pengamat politik Hasan Nasbi. Pendiri Cyrus Network itu melihat, sinyal dukungan yang diberikan Jokowi kepada Prabowo, sebagai blessing atau restu. Dan sebagai presiden, Jokowi bisa memberikan dukungan moril kepada siapa saja.

"Karena dukungan moril itu pasti akan diberikan ke calon-calon lain yang memang menurut Pak Jokowi itu bisa menjadi orang yang melanjutkan legasi beliau," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com.

Hasan tidak melihat, blessing yang diberikan Jokowi itu hanya akan tertuju pada Prabowo saja. Menurutnya, sikap yang sama juga akan diberikan kepada Ganjar Pranowo, Puan Maharani, termasuk Airlangga Hartarto jika ketiganya sudah mendeklarasikan menjadi capres. Sangat beresiko jika Jokowi mengambil sikap hanya mendukung salah satu capres saja.

"Enggak mungkin presiden yang mau turun, kemudian ingin legasinya dilanjutkan hanya berpihak pada satu orang. Menurut saya itu enggak masuk akal. Agak berisiko kondisi Pak Jokowi yang nanti akan turun dari kursi kepresidenan tanpa backup partai sama sekali," ujar Hasan.

Berbeda dengan SBY atau Megawati yang punya backup partai politik, Jokowi hanya kader di PDI Perjuangan. Untuk itu, lanjut Hasan, Jokowi harus memastikan, saat lengser harus dalam posisi soft landing.

"Dalam pikiran beliau kan, salah satunya memberikan blessing kepada orang-orang terdekat beliau bila ingin maju yaitu Pak Prabowo. Menurut saya wajar sih dan sangat layak Pak Prabowo dapat blessing itu, layaklah," pungkas Hasan. [bal]

Baca juga:
Jokowi Minta Capres-Cawapres Jaga Situasi Politik: Paling Banter Hangat, Jangan Panas
Bahlil Sapa Puan dan Ganjar di Munas HIPMI: Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu
Mahfud Bertemu Ganjar, Apa yang Dibicarakan?
Tak Terima Prabowo-Ganjar, Cak Imin akan Buat Lawan Tandingan
Bahlil Puji Puan di Depan Jokowi dan Ganjar: Satu-satunya Capres yang Punya Tiket
PPP: Sah-Sah Saja Pasangkan Prabowo-Ganjar
Soal Perjodohan Prabowo-Ganjar, PKB Ngotot Cak Imin Cawapres
Suarakan Program Revitalisasi Pasar, Kowarteg Dukung Ganjar Jadi Capres 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini