Duet Maut Gelora Hantui PKS

Senin, 25 November 2019 08:03 Reporter : Anisyah Al Faqir
Duet Maut Gelora Hantui PKS petinggi partai gelora. ©2019 Merdeka.com/genantan

Merdeka.com - Gembar-gembor kelahiran Partai Gelora sudah ramai di media sosial selepas Pemilu 2019. Fahri Hamzah sebagai salah seorang pendiri menjadi motor penggerak. Upaya memperkenalkan partai baru ini terus digelorakan. Sambil sesekali menyindir mahar Rp30 miliar belum dibayar sebagai pecatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Gelora merupakan singkatan Gelombang Rakyat Indonesia. Mayoritas didirikan para mantan kader PKS. Partai ini dipimpin Anis Matta dan Fahri Hamzah sebagai wakilnya. Dua sosok ini merupakan duet maut bagi Partai Gelora. Selain menjadi musuh bersama para elit di PKS.

Anis Matta senasib seperti Fahri Hamzah. Mantan Presiden PKS itu dipecat dari PKS. Bahkan dianggap sebagai musuh di internal ketika masih tercatat sebagai kader. Sampai gerak-gerik dia selalu diamati ketika keduanya merintis Gerakan Arah Baru (Garbi), sebuah ormas yang menjadi cikal bakal Partai Gelora.

Perpecahan internal PKS memang sudah terjadi sejak lama. Ada dua faksi di tubuh PKS. Faksi Keadilan diisi Presiden PKS Sohibul Iman dan para tokoh elit partai saat ini. Dalam kelompok ini identik diisi para senior dan sangat kental dengan hirarki dan senioritas.

presiden pks sohibul iman

Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman ©Humas DPP PKS

Kelompok ini bersinggungan dengan Faksi Sejahtera. Kelompok di PKS ini diisi para pengurus muda, seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah. Faksi ini dikenal sebagai kelompok demokratis dan cenderung moderat.

Keluarnya Anis Matta dan Fahri Hamzah jadi indikasi keduanya membawa pasukan Faksi Sejahtera ke Partai Gelora. Bahkan Fahri menyebut banyak kader PKS yang dipecat diam-diam lantaran menjalin komunikasi dengan para pecatan partai.

"Memang di PKS ketat aturannya. Kalau ada kontak dengan tokoh yang dipecat seperti saya, akan ikut dipecat," kata Fahri kepada mereka.com pekan lalu.

Partai Gelora lahir bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2019. Sepekan kemudian, mereka mencatatkan diri kepada notaris dan mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM tanggal 4 November.

Terdapat 99 inisiator dan pendiri pusat partai. Gelora mengklaim memiliki kader sebanyak 1.020 yang tersebar di 34 provinsi. Sejumlah nama politisi tersohor juga masuk dalam bagian partai.

Para tokoh terkenal itu, di antaranya mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi, mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, dan mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq.

Kelahiran Partai Gelora langsung mendapat cibiran Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring. Dia menuding Partai Gelora melakukan pembajakan terhadap kader PKS. Merasa selama ini Anis Matta dan Fahri Hamzah mengganggu di internal partai.

"Kalau bagi saya sih mereka membuat partai baru monggo, tapi jangan ngacak-acak lagi di sini," ujar Tifatul.

Rencana pendirian partai dilakukan Anis Matta dan Fahri Hamzah sudah santer sejak keduanya dianggap bermasalah bagi PKS. Keduanya dikabarkan bakal membuat partai baru bila PKS berhasil menaikkan suara di Pemilu 2019. Namun, bila gagal gemilang, duet maut itu berencana melakukan perombakan pimpinan PKS.

Berbeda dengan Tifatul, Juru bicara PKS Muhammad Kholid merasa kehadiran Partai Gelora bukan menjadi masalah besar bagi partai. Para kader PKS diyakini sudah dewasa dan menghormati keputusan para eks kader yang bergabung dan mendirikan partai baru.

Kondisi itu bisa dilihat ketika PKS sedang mengalami konflik di internal saat sedang aktif berkampanye sebagai peserta Pemilu 2019. Kholid merasa partainya cukup percaya diri. Kenaikan mencapai 3 juta suara bagi dirinya menunjukkan bahwa konflik tidak memengaruhi suara PKS.

"Jadi isu itu tidak menjadi masalah besar. Tahun 2019 kita malah perform," kata Kholid kepada merdeka.com pekan lalu.

Sayangnya, Kholid enggan membahas kabar adanya pemecatan diam-diam dilakukan PKS terkait kader yang dituding dekat dengan Anis Matta dan Fahri Hamzah. Dia berdalih banyak hal sedang dikerjakan PKS. Termasuk baru selesai menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas).

Baca Selanjutnya: Gelora Ambil Ceruk PKS...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini