Digilir 8 Pemuda, Hilang Nyawa Gadis Belia

Jumat, 19 Juni 2020 09:40 Reporter : Kirom
Digilir 8 Pemuda, Hilang Nyawa Gadis Belia makam remaja OR diberi garis polisi. ©2020 Merdeka.com/kirom

Merdeka.com - Malam temaram di Desa Cihuni, Kabupaten Tangerang. Di sebuah kamar, gadis belia berinisial OR, dalam keadaan tak berdaya. Dia teler. Kekasihnya tega mencekoki pakai tiga butir hexymer. Kemudian memanggil tujuh pemuda lain masuk untuk bergantian menyetubuhi.

Perempuan 16 tahun itu tidak bisa melawan. Perutnya mual dan kepalanya pening. Semua akibat ulah FF, kekasih yang dikenalnya melalui media sosial Facebook. Akal bulus ini dirancang pria pengangguran tersebut. Termasuk mengajak para temannya mencicipi gadis belia itu.

Semua dirancang pada 9 April 2020, sehari sebelum malam pertemuan. FF awalnya meminta S alias Kubil untuk meminjam kamar. Di situ pelaku memberitahu bahwa akan mengajak OR dan bakal mencekokinya. Pembahasan mereka makin menjauh. Sehingga muncul ide untuk memerkosa secara bergilir.

Esok malam, 10 April 2020. Semua persiapan sudah matang. Yang ditunggu tiba. FF mengajak OR ke tempat Kubil. Keduanya ingin memadu kasih. Memang selama berkomunikasi melalui Facebook, FF kerap meminta OR untuk berhubungan badan. Gadis belia itu pun termakan bujuk rayu.

Naas bagi OR. Rencana indah bercinta berdua dengan pujaan hatinya itu berubah menjadi petaka. Kubil sebelumnya sudah diminta FF untuk membeli Hexymer. Kerasnya efek obat itu membuat tubuh OR tak berdaya. Kemudian FF memanggil tujuh teman sekampungnya. Mereka dipersilakan menyetubuhi kekasihnya.

OR tak bisa melawan. Dia pasrah dikerjai delapan pemuda Cihuni, termasuk kekasihnya, hingga tak berdaya. Gadis belia itu pun kemudian diantar pulang.

Sepekan kemudian, tepatnya 18 April 2020, kejadian serupa terulang lagi. Malam hari, OR kembali bertemu FF. Cara pertama pun digunakan lagi si pengangguran tersebut. Bahkan dilakukan di lokasi yang sama. Sudah ada beberapa temannya di dalam menunggu ketika OR datang.

Obat Hexymer pun kembali dicekoki FF kepada kekasihnya. OR kembali tak berdaya. Teler parah. Kini hanya enam pemuda yang ikut FF memerkosa kekasihnya. Mereka tak peduli melihat kondisi gadis belia itu. Pikirannya hanya untuk melampiaskan nafsu yang sudah di ujung tanduk.

1 dari 1 halaman

Pemerkosaan kedua ini membuat keadaan OR parah tiap harinya. Dari pengaruh obat-obatan keras itu, kondisi kesehatan langsung menurun. Gadis putus sekolah itu sempat berkali-kali tak sadarkan diri. Bahkan kerap mengeluh sesak di bagian dada dan tubuhnya terasa panas.

"Kita sempat rawat ke rumah sakit rehabilitasi, tapi begitu pulang kambuh lagi, jalan saja dia enggak kuat. Sebelumnya dia sehat-sehat saja, enggak pernah terlihat seperti," ucap Rohim, paman korban, menceritakan kondisi keponakannya.

Kondisi ini tentu membuat curiga keluarga OR. Akhirnya, kejadian kelam dialami di sebuah kamar kontrakan itu diceritakan. Semua keluarga kaget. Tetapi, kondisi kesehatan gadis belia itu semakin parah.

OR sampai tidak bisa melakukan aktivitas lain seperti biasa. Terkadang dia tampak seperti orang ngobrol sendiri. Kemudian lidahnya menjadi cadel. Kondisi ini membuat orangtua sempat merujuk agar putrinya dirawat di Rumah Sakit Jiwa Dharma Graha Serpong.

Ketika di rumah sakit jiwa, OR sempat bercerita kepada suster tentang kejadian yang dialaminya. Kemudian pada 9 Juni, pihak rumah sakit menyarankan kepada keluarga agar OR dirawat di rumah sakit umum. Apalagi keadaan kesehatan badannya semakin tidak membaik.

Keluarga OR sempat berencana melaporkan kasus dialami putrinya ke kepolisian. Kemudian pihak keluarga FF mendatangi rumah OR dan berjanji akan bertanggung jawab. Bahkan siap untuk dinikahi jika korban sudah pulih. Niat melapor tersebut dibatalkan.

"Waktu itu datang ke rumah dari keluarga pacarnya, katanya mau tanggung jawab. Jadi kalau OR sudah sembuh, mau dinikahkan, keluarganya juga mau bertanggung jawab dan membantu biaya berobat ke rumah sakit," ungkap Rumsiah, nenek OR.

Takdir berkata lain. OR akhirnya meninggal. Gadis belia itu tidak kuat lagi menahan sakit di tubuhnya. Tentu ini menjadi pukulan berat bagi keluarga besarnya. Kasus ini kemudian ditangani kepolisian.

Satu per satu pelaku tertangkap. FF menjadi dalang utama. Kemudian S, D dan A. Sisanya masih buron. Sempat ada keterangan berbeda antar pelaku.

Dalam pemeriksaan, D mengaku bahwa pemerkosaan tersebut dilakukan tanpa ada imbalan uang kepada korban. Hal ini berbeda dengan keterangan sejumlah tersangka lainnya yang menyebutkan sebelum digilir korban sempat meminta uang Rp100 ribu dan minta dibelikan obat keras.

Pernyataan ini, berbeda dengan keterangan empat orang tersangka yang lebih dulu diamankan FF, S, D dan AN, yang menyebutkan bahwa pil hexymer yang diberikan kepada korban atas permintaannya. Dan uang Rp100 ribu jika ingin menyetubuhi korban.

"Jadi tidak ada permintaan uang Rp100 ribu, yang sebelumnya dikatakan 4 tersangka sebelum menyetubuhi korban ada permintaan uang sebelum menyetubuhinya," ucap Kapolsek Pagedangan AKP Efri.

Sementara untuk pil hexymer yang dikonsumsi korban, polisi mengakui bahwa korban diberikan oleh tersangka. Untuk memastikan penyebab korban meninggal, polisi melakukan penggalian makam bersama tim forensik RS Polri Kramat Jati sebagai rangkaian penyelidikan lebih mendalam. [ang]

Baca juga:
Polisi Sebut Jumlah Korban Pencabulan SM Kemungkinan Bertambah
Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangerang, Pengakuan Tersangka D Berbeda dengan Rekannya
Polisi Ungkap Remaja Tewas Dicekoki Obat 2 Kali Diperkosa Para Pelaku dalam Sebulan
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangerang
Polisi Bongkar Makam Remaja yang Dicekoki Obat Keras dan Diperkosa 7 Orang
Korban Pencabulan SM di Depok Kerap Diajak Makan dan Menonton di Bioskop

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini