Jasa Pembuatan Skripsi

Digarap alumni, bertarif Rp 5 juta

Senin, 13 Maret 2017 07:41 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Digarap alumni, bertarif Rp 5 juta Ilustrasi lulusan baru. ©2012 Shutterstock/Yuri Arcurs

Merdeka.com - Suasana pagi menjelang siang di sebuah warung waralaba yang terletak persis di depan kampus Universitas Mercu Buana Jakarta Barat ramai dipenuhi oleh para mahasiswa. Ada yang sekadar nongkrong menunggu jam kuliah, ada juga yang sedang sibuk mendapat bimbingan dari alumni untuk menyelesaikan skripsi.

Jasa pengerjaan skripsi dipilih oleh mahasiswa yang tidak mau repot-repot mengerjakan dan berpikir mengerjakannya. Jasa ini juga dipilih oleh mahasiswa yang harus segera lulus jika tidak di drop out oleh pihak kampus karena masa studinya telah habis.

Merdeka.com sempat menemui beberapa orang yang membuka jasa pembuatan skripsi di sekitar lingkungan Universitas Mercu Buana. Tak jauh-jauh memang, sang penyedia jasa pembuat skripsi merupakan alumni dari kampus tersebut dengan target adik tingkatnya yang sedang mengerjakan skripsi. Tidak semua mahasiswa Mercu Buana melakukan praktik ini. Hanya sebagian kecil saja.

Donny (35), bukan nama sebenarnya merupakan alumni kampus yang sama. Dia mengakui sudah menggeluti jasa pembuatan skripsi hampir 5 tahun. Sistem yang digunakan Donny mengerjakan per bab skripsi dengan sistem bimbingan.

"Buat skripsinya tergantung si mahasiswa. Bisa di dekat kampus atau di kafe. Tarifnya kalau dari judul sampai selesai itu Rp 5 juta. Prosesnya juga enggak kita sendiri yang buat, si mahasiswa yang mau bikin skripsi juga harus liat. Dia yang ngetik, otak mah dari saya," kata Donny usai memberikan 'bimbingan' skripsi kepada adik kelasnya di warung waralaba tersebut, Kamis (9/3).

Para kliennya juga bisa membayar dengan sistem cicilan. Menurut Donny jika bab 1 sudah selesai, kliennya harus membayar sebesar Rp 1,5 juta begitupun selanjutnya sampai total pembayaran Rp 5 juta. Dia juga mengakui bisa membuat skripsi dari berbagai jurusan.

"Wah, macem-macem saya bikin skripsi mulai dari kualitatif sampai kuantitatif. Jurusan manajemen paling sering karena saya kan dasarnya dari situ, tapi kalau kayak sosial sama komunikasi juga bisa," kata Donny sambil menunjukkan beberapa judul skripsi yang pernah digarap.

Donny mengklaim tidak pernah mengalami kesulitan untuk membuat skripsi. Lantaran, dia memiliki banyak kawan di berbagai jurusan untuk saling membantu. Dari hasil jasa pengerjaan skripsinya tersebut, Donny mengaku bisa membiayai kuliah S2 di kampus yang sama. Selain membuka jasa pembuatan skripsi di almamater kampusnya, Donny juga mengaku sering melayani mahasiswa lain dari kampus yang berbeda di kawasan Jakarta Barat.

Ada pula jasa pembuatan skripsi dengan modus lain. Seperti yang ditemukan merdeka.com di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Jasa pembuatan skripis ini berkedok sebagai toko fotocopy dan peralatan alat tulis kantor. Sebut saja Karni (30), yang membuka tokonya di dekat tempat kursus komputer. Berbeda dengan Donny, Karni mau melayani membuat skripsi dari kliennya dengan memberikan uang muka atau down payment (DP) terlebih dahulu sebelum si mahasiswa memberikan judul yang akan menjadi bahan skripsinya.

Karni mengaku lulusan salah satu universitas negeri di Jakarta dan jago membuat skripsi. "Kalau saya sih DP dulu 50 persen. Biasanya 5 bab skripsi saya pasang harga Rp 5 juta," ujarnya saat ditemui di kantornya di Rawamangun, Jakarta Timur.

Karni pun menunjukkan beberapa contoh hasil skripsi yang sudah digarapnya. Sudah 7 tahun lebih dia menggeluti bisnis jasa skripsi. Jangka waktu yang ditawarkan juga beragam untuk penyelesaian sebuah skripsi. Karni menargetkan 1 minggu untuk mengerjakan bab per bab. Jika ingin lebih kilat dan tanpa ada revisi dari dosen, Karni pun menambahkan tarif.

Cara bimbingan juga dipakai Karni agar skripsi sempurna. Bimbingan pun berbagai macam, mulai dari aplikasi chat online, sampai datang ke kantornya. Jika pun nantinya ada revisi pada skripsi yang dibuat, Karni tidak memungut biaya lagi. Tak hanya skripsi, tesis untuk S2 pun kata Karni bisa dilakukannya. "Tesis juga ada, kalau mau bimbingan bisa dateng. Kalau sampai beres Rp 5 juta," ungkap Karni.

Tak hanya biro jasa pengerjaan skripsi yang langsung bertemu dengan konsultannya. Ada pula yang dilakukan secara virtual, atau jarak jauh dengan menggunakan chat online whatsapp. Bahkan mereka terang-terangan menggunakan blog untuk memasarkan jasa pembuatan skripsi. Tata cara dan aturan pembuatan skripsi pun sudah tertera di blog tersebut. Bahkan, mereka sudah mencantumkan nomer rekening untuk transaksi pembayaran.

Harga via virtual ini lebih variatif. Merdeka.com sempat melakukan perbincangan melalui whatsapp kepada penyedia jasa pembuat skripsi yang berlokasi di Yogyakarta, Iman. Si penyedia jasa pembuat skripsi asal Yogyakarta ini mematok tarif skripsi 5 bab sebesar Rp 4,5 juta. Sama seperti jasa pembuat skripsi lainnya, dia pun tidak akan memungut biaya tambahan jika skripsi ada revisi dari dosen pembimbing.

Penyedia jasa skripsi online ini memiliki admin tersendiri untuk melayani kliennya. Untuk memakai jasanya, klien harus memberikan uang DP Rp 1,5 juta. "Setelah itu 1 sampai 2 hari kemudian admin akan memberikan info biodata konsultasi. Jadi bisa komunikasi langsung dengan konsultannya untuk pembuatan judul," kata Iman yang mengaku sebagai admin dari penyedia jasa skripsi di Jogja.

Saat dikonfirmasi, Rektor Universitas Mercu Buana Arissetyanto Nugroho tak ingin berkomentar lebih banyak terkait maraknya mahasiswa yang menggunakan jasa pembuatan skripsi. "Mereka yang menjiplak akan diberikan sanksi dibatalkan skripsinya dan mengulang lagi. Ada (kejadian) itu cuma tidak terekspose," ungkapnya.

Sementara menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, pihaknya tidak bisa mengeluarkan aturan untuk mencegah para pembuat skripsi. Kementerian hanya bisa mengimbau kepada perguruan tinggi agar bisa mencegah praktik jasa pembuatan skripsi.

"Saya mengimbau bagi para pembuat biro jasa skripsi, mereka tidak menanamkan moral yang baik. Kalau seorang dosen mohon ditinggalkan. Cara seperti itu adalah cara salah dalam akademik. Itu merusak moral. Kalau itu dibiarkan bagaimana revolusi mental dilakukan," kata Nasir saat dihubungi. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini