Napi Nusa Kambangan (3)

Derita penis Nigeria

Senin, 10 November 2014 09:24 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu, Arbi Sumandoyo
Derita penis Nigeria Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bodinya molek, parasnya manis. Disewa narapidana asal Nigeria menjadi mimpi buruk. Tak tahan dengan besarnya penis, hampir enam jam dia melayani birahi di dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, Jawa Tengah.

"Kapok nggak mau lagi, layanin orang-orang Nigeria. Staminanya kuat, gedenya dua kali lipat," kata W saat berbincang dengan merdeka.com dua pekan lalu. Pengaruh narkotik ikut membakar nafsu pesakitan internasional itu.

Permintaan temannya membawa dia melayani tahanan di rumah sakit. Dia masuk dengan mudah tepat setelah azan magrib berkumandang. W biasa mangkal di kawasan elite Purwokerto. "Sekali-kalinya dapat orderan tahu-tahunya orang Nigeria. Saya nggak dikasih tahu sebelumnya," ujarnya.

Dia merasa dibohongi, tapi iming-iming fulus selangit membikin dia yakin. Mau tak mau dia melayani birahi pria berbadan tegap dengan tinggi menjulang itu. Untuk melayani waktu panjang dia ketiban fulus sampai Rp 2,7 juta. "Tapi habis main, terasa sakit, sampai harus libur dulu seharian," tuturnya seraya tertawa.

Saat melayani dirasa seperti biasanya. Cuma kali ini sungguh berbeda. Dua sipir berjaga di luar kamar dengan pintu tergembok dari luar. Semua permintaan kebutuhan saat melayani sang pasien tinggal menyuruh sipir penjaga.

Aneka macam seperti rokok, minuman ringan, sampai makanan cukup diucap. "Di atas kasur rumah sakit, aneh sih, pengalaman baru ," katanya polos.

Dari pengalamannya, W enggan lagi melayani tahanan asal Benua Hitam itu. Dia tidak tahan sebab dalam separuh hari harus melayani nafsu tahanan Nigeria haus birahi itu.

Seorang petugas kebersihan RSUD Cilacap mengaku sering menemukan kondom bekas pakai di tempat sampah kecil di ruang Dahlia. "Biasanya paling sering ada kalau mereka habis dirawat," ujar pria enggan disebut identitasnya itu. [fas]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini