Daniel Alexander, Lentera Bagi Anak-Anak Papua

Jumat, 21 Agustus 2020 07:06 Reporter : Syifa Hanifah
Daniel Alexander, Lentera Bagi Anak-Anak Papua Daniel Alexander Pendiri Sekolah Asrama di Papua. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Senyum terpancar dari wajah seorang pria berkaca mata, berbaju batik. Saat keluar dari mobil, dia langsung disambut suka cita anak-anak di Nabire, Papua.

Binar-binar kebahagiaan terlihat jelas dari mata anak-anak yang menyambut kedatangan pria itu. Mereka berebut memeluknya. Seperti orangtua dengan anak kandungnya, pria itu membalas satu per satu pelukan penuh kasih sayang. Ini menjadi kebiasaan mereka.

"Kami orang tua bagi mereka. Kami sudah terbiasa hidup dengan mereka, mereka manja sekali," kata Daniel saat berbincang dengan merdeka.com akhir pekan lalu.

Itulah sosok Daniel Alexander. Pria kelahiran Surabaya. Seorang pendeta yang mencurahkan hidup dan cintanya demi pendidikan anak-anak di Bumi Cenderawasih.

Kisah Daniel di Papua dimulai 10 April 1990. Untuk pertama kalinya Daniel Alexander menginjakkan kaki di Jayapura, Papua. Berbekal keinginan mulia. Berbuat kebajikan untuk Papua.

Tanah Papua paling kaya. Sumber alamnya melimpah. Tapi masyarakatnya justru hidup dalam kemiskinan. Ibarat pepatah, induk ayam mati di lumbung padi. Kekayaan alam yang melimpah tapi tak dirasakan langsung masyarakatnya.

"Saya melihat, kenapa ya bisa begini? Apa yang menyebabkan mereka tidak bisa jadi tuan di tanahnya sendiri?" kata Daniel.

Segudang pertanyaan itu membawa Daniel menuju Papua. Dia meneguhkan diri. Ingin mengabdi. Berbagai cara dilakukan. Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan. Sampai akhirnya dia mendapatkan. Jawabannya adalah Pendidikan. Minimnya pendidikan membuat masyarakat Papua tidak bisa menjadi tuan di tanahnya sendiri.

daniel alexander pendiri sekolah asrama di papua

Baca Selanjutnya: Langkah Awal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini