Cerita BJ Habibie dari Balik Istana

Jumat, 13 September 2019 07:04 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Cerita BJ Habibie dari Balik Istana Ilustrasi BJ Habibie. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden BJ Habibie baru selesai mengisi uang dalam banyak amplop. Kemudian memanggil Asep Setiawan. Memberi perintah buat mengumpulkan seluruh pelayan Istana Negara. Permintaan atasan segera dilaksanakan.

"Panggil mereka yang melayani saya di sini," pinta Habibie. Asep masih merasa heran. Banyak pertanyaan menyelimuti pikiran. Tidak biasanya seorang presiden memanggil para pelayan.

Sebagai pramusaji Istana Negara, momen ini tentu menjadi tanda tanya besar. Takut ada kesalahan mereka lakukan.

Sejumlah pelayan sudah berkumpul. Mulai tukang kebun, pramusaji hingga tukang bersih-bersih. Sejenak mereka menghentikan semua pekerjaan. Tunduk memenuhi panggilan atasan.

Semua bersikap rapi di hadapan Habibie. Amplop berisi uang kemudian dikeluarkan. "Uang ini buat keluarga kalian," ucap Habibie. Mereka terkaget. Perlahan raut wajah mereka berubah senang.

Para pelayan di ruangan mengucapkan terima kasih. Suasana ini baru dirasakan selama mereka bekerja di Istana Negara. Tidak biasa presiden memanggil para bawahan, kemudian memberikan sejumlah gajinya.

Habibie sempat berucap kepada Asep. Sebagai presiden, dirinya merasa tidak memerlukan uang. Impiannya justru lebih besar. Ingin membuat Indonesia maju seperti banyak negara besar lainnya.

"Jadi presiden itu saya enggak perlu uang. Saya hanya ingin membangun bangsa Indonesia ini jadi lebih maju, seperti Eropa, Amerika, Indonesia itu bisa setara," ungkap Habibie.

Sepotong cerita ini merupakan kenangan manis bagi Asep. Mengingat sosok Habibie, hanya ada kebaikan. Dia lumayan ingat banyak momen ketika presiden ke-3 itu menempati Istana Negara.

Asep hanya seorang pramusaji istana. Sudah berdinas sejak era Presiden Soeharto. Tugasnya menyajikan minuman dan hidangan kepada presiden. Termasuk ketika Habibie mulai menjabat sebagai presiden sejak 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1998.

Jabatan Habibie memang singkat. Kemurahan hatinya selalu melekat. Begitu sekiranya Asep merasakan selama melayani Bapak Teknologi Indonesia itu.

Habibie di mata para pelayan merupakan sosok negarawan yang layak dijadikan suri tauladan. Bahkan tak segan berbincang dengan seorang bawahan. Dengan sikap itu, Asep sempat minder. Merasa bukan sebagai sosok dirasa cocok menjadi lawan bicara kepala negara.

"Saya kaget. Tugas saya ini pelayan. Bapak (Habibie) mengajak saya berbicara soal negara," ungkap Asep sambil tersenyum saat mengenang kejadian itu ketika berbincang dengan merdeka.com.

Saat Habibie duduk sebagai presiden, suasana Istana Negara dirasa berbeda 180 derajat di banding era Soeharto sebelumnya. Para pelayan bekerja sampai larut malam. Tak cukup satu komputer digunakan. Kebiasaan suami Hasri Ainun Besari itu, membuat para pramusaji dan pegawai harus siap sedia menunggunya selesai tugas.

Menurut Asep, dalam bertugas semua pelayan memakai sistem piket. Bahkan dirinya berdinas dari pagi sampai malam. "Sampai bapak (Habibie) pulang," ungkap Asep sambil tersenyum. Kini pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirinya bertugas sebagai Penata dan Pemeliharaan Lingkungan Istana Kepresidenan.

Habibie memang perhatian kepada orang di sekelilingnya. Juru foto Istana, Muchlis, sampai terkesan dengan sikap itu. Termasuk semua pegawai Istana. Melihat sosok Habibie seolah tak pernah lelah.

Muchlis pernah suatu waktu bertugas meliput di kediaman Habibie. Atasannya itu banyak melakukan pertemuan sampai larut malam. Setelah menerima semua tamu, Habibie bahkan menyempatkan berbincang dengan para pegawai.

Kebaikan hati Habibie menjadi kenangan berarti. Muchlis menyebut hampir seluruh pegawai istana dibantu. Mulai soal perut hingga pendidikan. "Besar sekali perhatiannya. Banyak sekali orang Istana yang dibantu oleh beliau (Habibie). Apakah itu menikahkan anak, mau sekolah, banyak yang dibantu sama beliau," ujar Muchlis kepada merdeka.com ketika dihubungi.

Baca Selanjutnya: Menolak Dilayani Seperti Raja...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini