Cepat-Cepat Ingin Vaksin Corona

Senin, 2 November 2020 10:10 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Ronald
Cepat-Cepat Ingin Vaksin Corona vaksin corona. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Merdeka.com - Keberadaan vaksin corona memberikan secercah harapan. Beragam jenis merek vaksin digadang-gadang segera masuk Indonesia. Pemerintah bahkan menargetkan November ini jutaan vaksin bakal disuntikkan. Kemudian diundur dan belum ada kepastian lagi.

Keputusan ini menjadi tanda tanya besar. Tanpa menjelaskan alasan, pemerintah hanya optimis vaksin segera hadir. Padahal salah satu vaksin corona jenis Sinovac masih dalam tahap uji klinis. Vaksin asal China yang diteliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bersama Biofarma ini ditargetkan selesai uji klinis tahap ke-3 selesai pada Januari 2021.

Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Kusnandi Rusmil mengatakan, sebuah vaksin tidak bisa segera digunakan secara masif meski dinyatakan lolos uji klinis. Perlu waktu hingga hasil benar-benar meyakinkan. Untuk itu Sinovac diprediksi baru terealisasi pada Maret 2021.

Adapun jangka waktu 6 bulan uji klinis fase III vaksin sinovac merupakan jangka waktu ideal. Pembahasan ini juga disetujui Biofarma dan Sinovac. Sebagai pihak yang melakukan uji klinis, timnya patuh pada pengaturan jangka waktu yang demikian. "Selesai semuanya bulan Maret (2021). Jadi saya tinggal ikutin saja." kata dia kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Hingga sekarang, sudah ada sudah sudah ada 1.620 relawan yang disuntik. Proses penyuntikan sendiri dijadwalkan akan terjadi dua kali. Suntikan pertama sudah dilakukan di awal masa uji klinis. Sekarang pihaknya sedang menjalankan proses penyuntikan tahap kedua. Proses penyuntikan tahap kedua pun sudah hampir selesai. Sebab sudah dilakukan pada pada 1.500-an relawan. Pekan ini, ditargetkan proses penyuntikan tahap kedua sudah selesai.

Dalam proses uji klinis dijalankan Kusnadi dan tim, dikabarkan pula bahwa rombongan pemerintah Indonesia bertolak ke China untuk memastikan ketersediaan vaksin. Rombongan Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Biofarma, itu mendatangi tiga produsen vaksin di antaranya Cansino, G42/Sinopharm dan Sinovac. Mereka dikabarkan mencari vaksin yang siap edar untuk November ini.

Ketiga perusahaan tersebut sudah masuk tahap akhir dalam uji klinis. Pada tahap ketiga ini tengah dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara. Cansino melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia dan Pakistan.

Perusahaan G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Maroko dan Argentina. Sedangkan Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile.

Ketiga perusahaan ini pun telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Pemerintah Tiongkok pada Juli 2020 lalu. Tiap perusahaan pun memiliki kapasitas produksi yang berbeda. Alasan itu membuat pemerintah Indonesia yakin November segera memberikan vaksin.

Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin untuk single dose atau satu kali vaksinasi per orang di bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021. Kemudian G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin untuk dual dose (dua kali vaksinasi per orang) tahun ini, lalu 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin untuk single dose vials pada pekan pertama November.

Lalu 1,5 juta dosis vaksin untuk single dose vials selanjutnya pada minggu pertama Desember 2020 dan ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Kemudian tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose).

Baca Selanjutnya: Semua Dikontrol WHO...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini