Sedjarah Djakarta (3)

Buah tangan Ratu Yuliana

Rabu, 24 September 2014 09:44 Reporter : Ahmad Baiquni
Buah tangan Ratu Yuliana Jokowi dampingi Mega tanam pohon di Condet. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Dalam kenangan orang tua, Condet dan Kramat Jati merupakan pusat penyediaan buah untuk masyarakat Jakarta. Setidaknya sebelum 1965, dua kawasan ini pemasok buah terbesar.

Sebab, sebagian besar wilayah Kramat Jati dan Condet tadinya perkebunan subur di tepi Ciliwung. "Dulu sekitaran sini kebun semua. Rumahnya cuman beberapa aja," kata Abdussalam, 78 tahun, warga Kampung Kramat, saat ditemui merdeka.com pekan lalu di rumahnya.

Abdussalam menceritakan Condet memiliki komoditas buah unggulan berupa salak dan duku. Tanaman ini tersebar hampir di sebagian besar kawasan Condet dan menjadi sumber pendapatan masyarakat. "Dulu saya dibesarkan dengan buah salak. Gede saya sampai sekolah itu dari salak," kenangnya. "Istilahnya untuk makan sehari-hari itu dari salak."

Sdangkan duku, kata Abdussalam, lebih banyak diandalkan masyarakat saat tertentu. Ini lantaran pohon duku berbuah setahun sekali. "Buat ngawinin kalau anaknya ada yang nikah, buat bikin rumah, waktu panen itu," ujarnya.

Sayangnya, tidak ada sumber bagaimana awal mula kawasan ini menjadi penghasil salak cukup kesohor itu. Abdussalam pun mengaku hanya mewarisi informasi tempat tinggalnya adalah perkebunan salak.

Saking terkenalnya, salak menjadi cenderamata bagi setiap pejabat negara berkunjung ke Indonesia. "Dulu Ratu Yuliana (dari Belanda) waktu datang ke Indonesia dibekali salak Condet," tuturnya.

Namun kejayaan Condet berangsur surut ketika Jepang menguasai Indonesia. Ingatan Abdussalam begitu kuat tentang sulitnya kehidupan ketika Indonesia dalam genggaman Jepang. Harga komoditas pangan melambung tinggi dan membuat rakyat tercekik. Hal itu memaksa masyarakat Condet menebang pohon untuk bertahan hidup.

"Rusaknya Condet itu waktu Jepang. Banyak pohon-pohon duku gede dipotong karena nggak berbuah, orang perlu makan," kata Abdussalam. "Sampai pasar kramat jati isinya banyak kayu bakar." [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini