Sosok Merdeka

Berkarya Lewat Bank Sampah

Jumat, 2 Oktober 2020 10:03 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Berkarya Lewat Bank Sampah Kak Ebi pendiri bank sampah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak pagi aktivitas pria ini tak pernah henti. Semua usaha rela dilakukan. Menjadi pengemudi ojek daring, guru hingga pengumpul sampah. Bukan sekedar berjuang mengumpulkan pundi-pundi. Hidupnya kini untuk mengabdi untuk lingkungan yang dia cintai.

Dia adalah Rachmat Pebritria. Masih mengenakan jaket hijau khas ojek daring, tiap hari harus keliling. Selain mencari penumpang, pria ini juga mengumpulkan sampah dari para nasabah.

Persis seperti menabung di bank. Hasil sampah anorganik berasal dari tiap rumah tangga dikumpulkan. Kemudian dikelola melalui bank sampah yang didirikannya.

kak ebi pendiri bank sampah

Pendirian bank sampah milik Ebi, sapaan akrabnya, memang baru berdiri Juli tahun ini. Hasil didapat juga masih sedikit. Paling besar 10 kilo per hari. Khususnya berasal dari sampah botol plastik, kardus hingga bahan styrofom. Total kini sudah ada 20 nasabah yang tiap hari dijemput sampahnya.

"Untuk pengambilan uangnya, mereka hanya sebulan sekali. Setelah sampah terkumpul banyak, baru saya bawa," kata Ebi bercerita kepada merdeka.com, pekan lalu.

Inisiatif mendirikan bank sampah bermula ketika banyak melihat banyak warga masih buruk mengelola sampah. Sebagai pecinta limgkungan, kondisi ini tentu membuatnya gelisah. Apalagi pemandangan sampah berserakan tidak nyaman dilihat mata.

Bank Sampah Berkah. Nama itu disematkan Ebi buat bank sampah buatannya. Lokasinya di Ciampea, Kabupaten Bogor. Tepatnya di Taman Dramaga Permai 5 blok L 10 nomor 10. Di situ sampah dikumpulkan untuk diolah maupun dijual lagi agar menghasilkan uang bagi para nasabahnya.

Target utama bank sampah memang para kaum ibu. Menurut Ebi, langkah ini seharusnya bisa membuat para ibu di lingkungannya semakin sadar dan mencintai lingkungan. Apalagi mereka banyak mengurusi kebersihan rumah. Tentu dengan adanya bank sampah, diharapkan mereka bisa bersemangat.

"Kalau orangtua atau ibu-ibu tahu kalau ini bisa ditukar dengan uang, insya Allah mereka akan memperlakukan sampah dengan lebih bijak," ucap dia.

Baca Selanjutnya: Memberi Anak-Anak Edukasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini