Beradu nasib di dunia maya

Senin, 10 Februari 2014 08:17 Reporter : Arbi Sumandoyo, Pramirvan Datu Aprillatu
Beradu nasib di dunia maya Judi bola online. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Medio 2006. Saban hari Yono, 54 tahun, tidak bisa lepas membawa lembaran kertas judi toto gelap atau togel. Paling tidak, dia merogoh kocek Rp 60 ribu buat membeli nomor togel dengan harga satuan Rp 1 ribu. Dia mencoba mencari peruntungan setelah pertama kali menang empat angka Rp 1,5 juta.

Tiap malam menjelang, Yono khusyuk mencoret-coret kertas belanjaannya, mencoba menyusun nomor untuk tembus. Bekalnya sebuah gambar menebak nomor togel pasangan sang bandar. Dia hanya sekali menang. Sisanya rugi dan bahkan hingga menjual rumah. "Saya sempat dibikin gila judi gara-gara togel," katanya saat berbincang dengan merdeka.com Sabtu pekan kemarin.

Sejak uangnya habis dan tak pernah menang, Yono meninggalkan kebiasaan berjudi. Apalagi gara-gara itu, setiap hari dia bertengkar dengan istri. Ditambah lagi saat itu polisi di era Jenderal Sutanto giat memberanguskan segala jenis judi. "Waktu itu polisi mencari agen judi togel hingga kampung," ujarnya.

Pemberantasan itu tidak serta merta menghapus perjudian di Indonesia. Sejak 2008, para pelaku merambah ranah lain untuk melancarkan bisnisnya. Internet menjadi pilihan karena jangkauannya luas. Perputaran uangnya bisa mencapai miliaran rupiah.

Seorang sumber di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada ratusan rekening mencurigakan digunakan untuk transaksi perjudian. Misalnya di salah satu bank swasta terbesar, sedikitnya ada 150 rekening mencurigakan dari hasil judi. Kepolisian dan PPATK kini bekerja sama untuk menelusuri ke mana aliran dana haram ini. "Rp 5 miliar di satu rekening sudah diblokir," tuturnya.

Sumber ini menyebutkan rekening mencurigakan itu dibuat di salah satu cabang bank swasta nasional di Tanjung Priok. "Rekening judi banyak ditemukan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat."

Dalam catatan merdeka.com, polisi paling tidak berhasil membongkar 20 kasus judi di dunia maya. Teranyar, Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mengungkap kasus judi bola online di bilangan Jakarta Utara. Omzetnya tidak sedikit. Polisi menyita fulus Rp 8 miliar dari tiga pelaku.

Dari hasil penelusuran merdeka.com melalui Internet, bisnis judi masih marak. Salah satunya sebuah situs judi toto gelap beralamat di www.dewatogel.com. Dalam situs ini pengguna harus mendaftar jika ingin bermain. Setelah itu, anggota wajib menaruh duit minimal Rp 50 ribu. Ada dua rekening digunakan oleh bandar, yakni di Bank Central Asia dan Bank Mandiri.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia memiliki metode investigasi online untuk memberantas judi lewat Internet.

"Ini kan seperti jamur di musim hujan, begitu kami tangkap satu, lainnya terus muncul," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto. "Setelah kami investigasi, ada 141 situs judi online. Ini pun baru sebagian. Dari 141 ini ternyata menggunakan 146 rekening bank tersebar di seluruh wilayah." [fas]

Baca juga:
Judi bola online beromzet Rp 8 M dibongkar, dua agen diciduk
Ketika togel lebih menarik dibanding Sinabung
Togel pun marak dicari di Google
Diberangus Jenderal Sutanto, togel tak lagi terang-terangan
Kisah pejudi togel, minta nomor sama orang gila hingga kodok

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini