Bau apek dari Vietnam

Senin, 3 Februari 2014 07:00 Reporter : Alwan Ridha Ramdani, Pramirvan Datu Aprillatu
Bau apek dari Vietnam Beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Sejumlah kuli Jumat pekan lalu sibuk memanggul beras dari gudang ke mobil bak terbuka. Para pembeli seperti biasa bertransaksi di aula blok A Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, tanpa resah dengan masuknya beras impor dari Vietnam

Di pelataran kios beras blok A, seorang agen beras tengah tawar menawar dengan calo. Berkeliling ke tiap toko, calo ini membawa kotak plastik merah dan satu plastik transparan berisi beras.

Lelaki keturunan China itu coba memilah beras dengan tangan kanan sambil meraup dan mendekatkan gundukan beras ke depan hidungnya. "Beras Vietnam ini ya?" tanya bos beras ini kepada calo. "Bukan," sergah pria usia 40-an tahun itu.

Sang calo menegaskan beras contoh itu produk dalam negeri. Dia mengaku masih memiliki stok banyak di gudang. "Sekilonya kasih Rp 7 ribu aja," bisik calo ini.

Namun tawar menawar itu tidak mencapai kata sepakat. Dia lantas pindah ke toko lain.

Menurut calo itu, beras ilegal asal Vietnam sudah lama menjamah Pasar Cipinang. "Sekarang saja rame-rame, dari kemarin pada ke mana pemerintah," ujarnya kepada merdeka.com tanpa mau diketahui identitasnya.

Kualitas beras Vietnam ini cuma kelas C dan berbau apek. Artinya tidak lebih baik dengan beras dalam negeri kualitas terendah. Pedagang mengakali dengan mencampur beras Vietnam dan beras lokal. "Ukurannya seliter beras Vietnam dan tiga liter beras lokal," tuturnya.

Sulit membedakan beras Vietnam dan beras dalam negeri. Beras medium dari Vietnam dihargai Rp 8 ribu per kilogram.

Heboh beras haram dari Vietnam muncul saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bersama Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memeriksa Pasar Induk Cipinang. Pedagang bernama Billy Haryanto membocorkan ada beras ilegal dari Vietnam. Tetapi dua pejabat itu tidak percaya.

Setelah ramai diberitakan, Bea Cukai mengakui meloloskan sekitar 16.900 ton beras medium impor saat ini membanjiri pasar. Keputusan itu diambil lantaran sesuai surat perizinan impor (SPI) diterbitkan Kementerian Perdagangan. Terdapat 58 importir dibolehkan mengimpor beras bermasalah itu.

Baca juga:
Pendukung Gita minta kasus impor beras Vietnam diusut tuntas
Pemda disebut lamban membantu peningkatan ketersediaan lahan
Kegemaran impor beras dituding akibat kesalahan data BPS
Kementan tunggu investigasi Kemendag soal impor beras Vietnam
Istana: Mundurnya Gita tak ada kaitannya dengan beras impor

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini