Sedjarah Djakarta (4)

Bagi-bagi jimat di Condet

Rabu, 24 September 2014 09:56 Reporter : Ahmad Baiquni
Bagi-bagi jimat di Condet okowi dampingi Mega tanam pohon di Condet. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Dalam perjalanan sejarah republik, Condet ternyata memiliki peran begitu besar bagi perjuangan kemerdekaan. Kawasan didominasi perkebunan dan hutan menjadi tempat para pejuang melancarkan serangan terhadap penjajah.

"Dulu daerah kita sini tempat evakuasi. Orang dari Kramat Jati evakuasinya ke sini," kata Abdussalam, 78 tahun, warga Kampung Kramat, saat ditemui merdeka.com pekan lalu di rumahnya.

Dia menceritakan Condet menjadi jalur paling aman bagi pasukan pelopor untuk menyerang Kalibata kala itu dikuasai NICA. Ini lantaran banyaknya pohon masih tinggi kala itu membuat penyamaran sempurna.

Musuh pun tidak bakal tahu kalau ada serangan dari Condet. "Artinya masih terlindungi. Kenapa dulu dijadikan daerah evakuasi karena pohonan masih lebat," ujar Abdussalam.

Condet juga menjadi basis perlawanan rakyat menentang penjajah. Banyaknya ulama berdiam di kawasan ini menjadi nilai lebih bagi perjuangan rakyat.

Wartawan senior banyak menulis tentang Jakarta, Alwi Shahab membenarkan hal itu. Menurut dia, Condet menjadi tempat penggemblengan para pejuang oleh para ulama. Mereka banyak dibekali azimat berupa bacaan tertentu agar dapat bertahan dalam pertempuran.

"Ketika terjadi perlawanan revolusi, ulama-ulama itu menjadi tokoh. Mereka membacakan doa-doa supaya para laskar ini menang. Dikasih surat-surat, bacaan-bacaan," tutur Alwi.

Dari kisah perlawanan itu, muncul nama Entong Gendut. Menurut penuturan warga sekitar, dia merupakan penghulu perlawanan rakyat Condet di era 1920-an. "Entong Gendut ini bersama kawan-kawannya menjadi pelopor perlawanan itu," kata Alwi.

Alwi mengisahkan latar belakang perlawanan itu terjadi karena rakyat Condet diperas habis-habisan oleh tuan tanah. Para petani itu dipaksa membayar pajak sangat tinggi atas hasil bumi dari tanah mereka. Hal itu membuat emosi rakyat Condet terpancing sehingga timbullah perlawanan.

Sayangnya, nama Entong Gendut tidak mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Peran pahlawan Condet ini seperti diabaikan begitu saja. Bahkan Alwi menyayangkan tidak ada situs untuk mengenang jasa Entong Gendut. "Rakyat sekarang di Condet umumnya nggak ada yang tahu. Mustinya ada jalan nama dia (Entong Gendut) sebagai penghormatan." [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini