Aroma Indonesia di lingkungan Zionis

Minggu, 29 April 2012 08:00 Reporter : Faisal Assegaf
Aroma Indonesia di lingkungan Zionis Sejumlah orang Indonesia tampak hadir dalam peringatan kemerdekaan Israel di Singapura. (merdeka.com/Faisal Assegaf)

Merdeka.com - Satu-satu undangan memasuki ruang konser di gedung School of the Arts di jantung Kota Singapura, Kamis malam pekan lalu. Tampang mereka macam-macam, Eropa, Yahudi, Cina, dan ini yang mengejutkan rupa Melayu.

Tapi bisa kita bisa saja salah sangka. Maklum, tidak sedikit warga Singapura keturunan Melayu. Hingga akhirnya lisan berbicara yang membuat merdeka.com yakin mereka asal Indonesia. Setidaknya, ada sepuluh orang Indonesia yang hadir dalam peringatan ulang tahun ke-64 kemerdekaan Israel.

Lumrah saja, kita terperanjat ada warga Indonesia menghadiri peringatan hari lahir negara Zionis itu. Selama ini, sebagian besar rakyat Indonesia yang muslim mengutuk penjajahan Israel atas bangsa Palestina. Mayoritas rakyat bersama pemerintah teguh berprinsip tidak akan mengakui negara Israel hingga Palestina merdeka.

Hebohnya lagi, tamu dari Indonesia itu semua muslim. Mereka adalah politikus tersohor bersama istri berjilbab, dua perwakilan dari KADIN (Kamar Dagang dan Industri), pengusaha, dan pentolan dan bekas petinggi organisasi pemuda Islam. Selain bahasa Indonesia yang mereka gunakan, mereka kelihatan berbeda ketimbang tamu lain lantaran berpakaian batik. Ada bercorak kota-kotak warna merah dan batik coklat. Tiga di antaranya mengenakan setelan jas.

Rombongan asal Indonesia itu memilih duduk berpencar di empat barisan terakhir. Dia kan sering datang ke Indonesia," kata seorang petinggi KADIN merujuk pada Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon. Dia mengungkapkan KADIN selalu mendapat undangan serupa saban tahun. Merdeka.com tahun lalu sempat mengendus kehadirannya bersama sejumlah pengusaha Israel di Jakarta. Salah satu agendanya, menemui petinggi KADIN.

Lantas muncul rombongan lain, yakni mantan politikus Golkar bersama istri dan sejumlah tokoh pemuda. "Saya sudah empat tahun menghadiri perayaan kemerdekaan Israel di Singapura," kata salah satu dari mereka yang mengaku bekas sekretaris jenderal Himpunan Mahasiswa Islam ini. Bahkan, ia mengatakan bakal ada rombongan pemuda dari Indonesia yang akan berkunjung ke Israel bulan depan.

Sedangkan politikus yang juga pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu mengaku sudah melawat ke Israel tiga tahun lalu. "Saya mengunjungi Hebron, Jericho, dan Yerusalem," ujar pria berkaca mata ini. Dia juga sempat bertemu sejumlah anggota Knesset (parlemen Israel).

Istrinya tak kalah bangga bercerita soal kunjungan mereka ke negara Zionis itu. Menurut perempuan berjilbab ini, situasi Israel tidak seperti yang ia ketahui sebelumnya. "Di Knesset saja ada masjid karena ada anggota mereka keturunan Arab muslim," katanya.

Semua orang Indonesia itu tidak kikuk berada di resepsi itu. Bahkan, mereka berbincang akrab dengan tuan rumah, yakni Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon. Amira tampak senang menyambut tetamunya dari Indonesia itu. Bahkan, ia menyebut mereka kawan Israel.

Aroma undangan asal Indonesia itu boleh saja tercium wangi di hidung Arnon. Tapi bagi sebagian umat muslim, mungkin menyakit [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Hari Kemerdekaan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini