Cerita 'Perkariban' Sandiaga Uno dengan Erick dan Thohir Family

Kamis, 13 September 2018 08:00 Reporter : Syakur Usman
Cerita 'Perkariban' Sandiaga Uno dengan Erick dan Thohir Family Boy dan Erick Thohir datang ke kantor pajak. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Terkejut. Publik terhenyak, ketika Erick Thohir (48) menerima pinangan Joko Widodo sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. Selain tidak ada jejak rekam di dunia politik, nama Erick baru moncer, setelah sukses sebagai ketua panitia pelaksana Asian Games 2018 yang usai awal bulan ini.

Nama Erick kadung dikenal sebagai pengusaha media dan pemilik beberapa klub olah raga. Seperti koran Republika, JakTV, Persib Bandung, Inter Milan FC, DC United, dan sebagainya.

Ketertarikan publik makin tinggi, ketika Erick memiliki hubungan perkariban dengan Sandiaga Uno, calon wakil presiden dan pasangan calon presiden Prabowo Subianto, yang notabene 'lawan' pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin, di pentas pemilihan presiden 2019.

Publik jadi syak wasangka, seperti apa kampanye yang akan terjadi dari dua orang sahabat yang kini berseberangan kubu politik ini.

Namun, pekan lalu, Erick menunjukkan sikapnya. Ketika menghadiri hajatan pernikahan anak ketua DPR, dia bertemu dengan sang sahabat. Sadar kamera, Erick pun 'memeluk' Sandiaga Uno di hadapan awak media. Ini bagai episode lanjutan 'momen pelukan' Jokowi dan Prabowo di arena silat Asian Games kemarin.

"Hari ini masing-masing punya tugas. Tapi, masa lalu dan masa depan kan tidak bisa dilupakan," ujar Erick sambil tersenyum.

Kongsi TNT Group dengan Sandiaga

Persahabatan Erick dan Sandiaga Uno terjalin sejak usia sekolah. Bahkan berlanjut hingga keduanya menempuh pendidikan tinggi di Negeri Paman Sam. Erick kuliah di Glendale University --yang meneruskan studi di National University. Sedangkan Sandiaga Uno di Wichita State University yang dilanjutkna di George Washington University.

Gelar master of business administration (MBA) di belakang nama keduanya menjadi bukti otak encer mereka. Kegemaran pada olah raga basket menjadikan kedua anak muda ini kian akrab.

Saat kembali ke Indonesia, Sandi sempat menjadi profesional, sebelum merintis bisnis sendiri dengan PT Saratoga. Sementara Erick juga demikian, meski sang ayah, Mohammad Teddy Thohir (almarhum), punya perusahaan sendiri; PT Trinugraha Thohir (TNT).

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kemudian menjadi wahana pengusaha muda nasional ini mengasah ilmu bisnisnya. Saat Sandiaga menjadi Ketua Umum HIPMI periode 2005-2008, Erick masuk dalam bagian kepengurusan Sandi.

Erick Thohir bersama Sandiaga 2018 Tim Media HIPMI

'Perkariban' tersebut berlanjut di dunia usaha. Dalam beberapa usaha, keduanya bekerja sama. Membangun perusahaan, mencari cuan. Sandi dengan PT Saratoga-nya lebih sering berperan sebagai investor kepada Erick.

Kedekatan Sandiaga tak hanya kepada Erick, tapi juga keluarga besarnya, Mohammad Teddy Thohir. Pria yang biasa disapa Thohir ini merupakan profesional pertama yang membangun PT Astra International Tbk bersama sang pendiri, William Soeryadjaya. Lepas dari Astra, Thohir mendirikan usaha sendiri, PT Trinugraha Thohir (TNT). Bisnis pakaian, makanan, dan perumahan mengawali usaha TNT di Tanah Air.Di bawah pimpinan Garibaldi Boy Thohir (kakak Erick), TNT semakin menggurita dengan memiliki banyak sektor usaha di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, perusahaan keluarga Thohir (TNT Group) sering kongsian dengan Sandiaga Uno. Yang fenomenal, kongsian Sandi dengan TNT, TP Rachmat, Benny Soebianto, dan Edwin Soeryadjaya untuk membeli 60 persen saham PT Adaro Energy Tbk pada 2005. Kongsian itu dapat cuan tinggi, karena investasi itu naik setara US$ 1 miliar dalam tempo lima tahun.

Kini Adaro adalah perusahaan tambang batu bara kedua terbesar di Indonesia dengan pendapatan usaha US$ 1,6 miliar dan laba US$ 195 juta per Juni tahun ini. Kongsi tersebut juga membuat TNT naik kelas, menjadi kelompok usaha papan atas di Indonesia.

Majalah Globe Asia dalam edisi "100 Top Groups", terbit Agustus tahun ini, menempatkan TNT di peringkat 40 dengan profit usaha mencapai US$ 1,1 miliar. Namun, pada 2009, Garibaldi Thohir pernah menyebutkan total pendapatan usaha TNT sekitar Rp 40 triliun. Yang mana bisnis batu bara menyumbang terbesar; sekitar Rp 35 triliun.

"Jujur saja, Erick selalu berdiskusi dengan saya setiap ada ide bisnis. Saya juga kenal baik dengan teman-temannya," ujar Boy Thohir kepada penulis saat diwawancarai untuk majalah Globe Asia beberapa waktu lalu.

Emporium bisnis TNT Group

1. PT Adaro Energy Tbk (tambang batu bara)
2. PT Padang Karunia Group (tambang batu bara)
3. PT Wahanaartha Harsaka (diler sepeda motor Honda)
4. Permata Group, Cibubur Residence, Permata Cimanggis, Permata Arcadia (properti)
5. Hanamasa, Pronto, Ya Kun Kaya Toast (restoran)
6. Operator seluler 3/Tri(telekomunikasi)
7. Mahaka Media Tbk (perusahaan media)
8. PT Surya Eka Perkasa (perusahaan investasi)

*diolah dari berbagai sumber [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini