Anatomi Pancasila

Senin, 6 Juni 2016 11:42 Penulis : Christianto Wibisono
Film Pancasila. ©istimewa

Merdeka.com - Bulan Juni adalah bulan yang penuh hari baik, hari lahir Presiden pertama, kedua, ketujuh tanggal 6,8 dan 21 Juni. Kapolri pertama dan terlama menjabat dari 1945-1959 Said Sukanto Tjokrodiatmojo nyelip lahir di tanggal 7 Juni 1908. Tapi ada juga hari hari kemacetan politik bahkan penculikan PM Syahrir oleh Mayor Jendral Sudarsono terjadi 27 Juni 1946 oleh kelompok penggerak kudeta 3 JUli 1945 di bawah Tan Malaka yang anti perundingan dengan Belanda oleh PM Sutan Syahrir.

Tahun 1959, Konstituante macet setelah 3 x voting dan sejak 3 Juni 1959 kegiatan politik dilarang oleh Penguasa Perang Pusat Mayor Jendral Nasution. Sekarang setelah 71 tahun, Pemerintah baru mengakui bahwa Pancasila dilahirkan pada 1 Juni 1945 oleh Ir Sukarno. Bersama Bung Karno saya menjelajah pelbagai acara yang digelar oleh pelbagai kelompok partisan dan Bung Karno bersemangat mengomentari makna bulan Pancasila Juni 2016 dengan membedah anatomi Pancasila secara lebih substantif dicelah acara tayangan Lahirnya Pantja Siula oleh Tyo Pakusadewo di Teater Jakarta TIM Kamis 2 Juni 2016.

CW: Selamat pagi pak dan selamat ulang tahun ke 115 Senin 6 Juni 2016 ini. Dan selamat diakui sebagai pencipta Pancasila setelah 71 tahun jabang bayi ide Pancasila itu bapak pidatokan di BPUPKI. Selamat juga kepada Mbak Mega yang dianugerahi gelar Doctor Honoris Cause oleh Universitas Pajajaran yang rupanya menebus dosa dulu menskors zaman 1965. Sayang ITB belum bertobat terhadap Guntur yang diskors oleh Rektor Brigjen Kuntoaji. Hikmah apa yang bapak tangkap pada momen langka seperti ini?

BK: Saya senang Tyo bersemangat menirukan pidato saya 71 tahun lalu dan bersyukur atas hadiah akta kelahiran Pancasila oleh Presiden Jokowi. Ini ajaib sekali bayi lahir 1 Juni 1945 baru dikasih Akta 2016. Itu hadiah jarig 115 tahun saya yang berharga sebagai alumni THS senior. Saya 20 tahun di atas Soeharto alumni KNIL/PETA. Saya lebih tua dari Budi Utomo 1908, 108 tahun dan Paguyuban Pasundan yang baru 103 tahun. Saya takjub juga setelah 71 tahun baru diakui sebagai pencetus Pancasila. Memang setengah gendeng elite Indonesia, wong saya yang pidato dan bikin Pancsila kok yang berebut menafsirkan Soeharto, Nugroho, Yamin, Supomo dan lain lain orang yang memberi bumbu subyektif sekehendak mereka. Akhirnya semua kecewa kenapa di Indonesia itu setiap hari orang pidato Pancasila, tapi nilai nilai Pancasila itu malah terasa di AS dan Eropa. Maka kita harus dukung maneuver aktif Presiden Jokowi seperti tema Sudut Istana Rabu 1 Juni Pancasila sebagai ideologi yang bekerja.

Kita harus membuktikan Pancasila in action, in program, in kerja nyata delivery ide muluk dalam kehidupan rakyat jelata sehari hari. Persis seperti ketakjuban Mohamad Abduh yang menghargai nilai Islami di Inggris oleh penguasa Anglo Saxon, ketimbang penguasa Mesir yang Muslim tapi tidak mempraktekkan nilai nilai Islami. Jadi penyakit utama bangsa kita adalah vokalis, retorika, verbalis tapi tidak melaksanakan secara konkret, kerja dan karakter yang dipidatokan secara munafik dan musyrik. Saya secara rasional membedah Pancasila dan merujuk pelbagai ilham yang sudah lahir lebih dulu seperti Declaration of Independence nya Thomas Jefferson, San Min Chu I- nya Sun Yat Sen, Trisil: Nasionalime, Demokrasi dan Sosialisme.

Saya katakana bahwa Pancasila itu suatu sublimasi, “hogere optrekking”, peningkatan kualitas yang lebih tinggi dari Declaration of Independence dan Manifesto Komunis. Semua itu memang dinilai terlalu muluk dan saya harus akui memang dalam implementasinya belum tercapai karena terhambat oleh sisa sisa feodalisme, kolonialisme, serta hibrida aspek negatif dari otoriterisme dan eksploitasi. Sehingga Indonesia tidak pernah masuk jadi negara berpendapatan menengah bahkan hingga detik ini; karena macet di sekitar US$ 5-000. Sekarang ini malah semua ekonom sejak zaman SBY di KEN di bawah Chairul Tanjung maupun KEIN di bawah Sutrisno Bachir selalu mengutip konsep The Middle Income Trap yang diciptakan oleh Indermit S. Gill dan Homi Kharas 2006.

Dua pakar Bank Dunia yang membedah kegagalan Amerika Latin menaiki jenjang negara berpendapatan tinggi (kaya) dan macet seperti lalu lintas Jakarta di kelas pendapatan menengah. Kita kan audah sering berdiskusi mencari akar masalah dan bukan bla bla bla; sok nasionalis, sok patriotic. Tapi akhirnya malah go to hell, karena kebijakan yang sok populis, sok nasionalis dan sok sosialis itu bisa membangkrutkan ekonomi nasional seperti yang sekarang terjadi lagi di Amerika Latin yang sudah kita bahas minggu lalu.

CW: Bapak selalu menyederhanakan persoalan yang begitu kompleks padahal dulu juga gagal mendeliver ekonomi sehingga demo mahasiswa didukung rakyat yang kelaparan dan antre sembako di penghujung Orde Lama.

BK: Ya betul itu karena itu saya mawas diri. Lho itu dulu kita sudah bikin Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) 1961-1969 Terus tahun 1963 ada Deklarasi Ekonomi yang dibikin oleh kelompok Syahrir Soedjatmoko tapi memang pada 1965 berbelok ke kiri Banting Setir untuk Berdikari yang semakin mengisolasi Indonesia apalagi setelah Indonesia keluar dari PBB gara gara Malaysia jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 1965. Terus gongnya adalah redenominasi Rp. 1000 uang lama ditukar dengan Rp. 1 uang baru. Itu dilakukan oleh Waperdam Chairul Saleh, Menkeu Sumarno (ayahanda Menteri BUMN sekarang, Rini Sumarno) dan Gubernur Bank Sentral Jusuf Muda Dalam pada 13 Desember 1965. Itu memicu inflasi 650% dan demo sejak 10 Januari 1966 menyentuh grass roots. Bila perioda antara 1 Oktober 1965 hingga Desember hanya terjadi konflik dan pembantaian diam diam yang dirahasiakan dan tidak diakui sampai detik ini, di daerah daerah terharap orang-orang PKI maka sejak ekonomi memburuk itu demo menjadi people’s power apalagi sejak Arief Rahman Hakim gugur pada 24 Februari 1966.

Kalau elite membaca buku yang ditulis Rosihan Anwar dan Mochtar Lubis tentang situasi politik era akhir Orde Lama, mereka akan tahu bahwa saya itu sudah pusing memikirkan ekonomi dan 31 Mei 1965 mengangkat Brigadir Jendral Achmad Jusuf jadi Menteri Perdagangan menggantikan Adam Malik menyusul Brigjen M Jusuf sebagai Menteri Perindusrian Ringan. Saya ini tidak tega memecat menteri jadi Adam Malik saya kasih jabatan Menko Pelaksanaan Ekonomi Terpimpin Cuma pangkat tanpa institusi dan anggaran. Maka gagallah sosialisme lewat negara dan BUMN era Chairul Saleh yang diisukan menjadi orang terkaya karena selama 7 tahun sejak 1959-1966 memegang posisi Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan. Ia juga merangkap Ketua MPRS yang mengangkat saya sebagai Presiden Seumur Hidup tahun 1965 dan kemudian MPRS yang sama, minus fraksi PKI dan Sukarnois meralat dan memcabut TAP Presiden Seumur Hidup itu dan malah akan mencabut kekuasaan kepresidenan saya 1967. Elite itu sejak zaman 1966 samai 1998 berwatak sama mengandung virus Brutus Ken Arok Machiavelli (Brokali 3-in-1) yang sadis, ironis dan tragis bagi yang mengidap dan terserang serta mematikan lawan politik tanpa praduga.

CW: Bagaimana membumikan Pancasila yang bapak lahirkan 1 Juni 2016 ditengah kemelut Middle Income Trap dan The Globalization Gap Robert Izaac yang muncul 2005 tentang kesenjangan kekayaan elite 1% dan sisa 99%.

BK: Ya retorika kesenjangan sosial dan Gini Ratio ini paling popular termasuk oleh capres Bernie Sanders yang sudah umur 74 tahun tapi jualan populisme kemiskinan itu laku keras mengakibatkan Hillary kalah popular. Kini memang seolah seolah terjadai dua kutub ekstrem Donald Trump sebagai konglomerat kaya raya dan Bernie Sanders sebagai kampiun buruh proletar yang siap melakukan pemerataan dan sosialisme ala Amerika Serikat. Sudah jelas bahwa yang harus menang dan paling obyektif adalah jalan tengah Pancasila, bukan konglomeratisme ala Donald Trump, tapi juga bukan nasionalisasi atau etatisme ekonomi derivative Marxisme yang masih getol dijual oleh Marxis Eropa Barat.

Memang lucu sekali kaum muda intelektual Marxis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Mereka berteori bahwa yang gagal di Uni Soviet dan RRT era Maoisme bukan Marxisme komunisme, melainkan otoriterisme Soviet penerus Tsarisme dan oligarki Maoisme penerus kekaisaran Tiongkok. Kaum Marxis Eropa Barat dan AS menganggap mereka belum pernah mencoba sosialisme Marxisme yang benar jadi belum kapok dan masih mau uji coba Sosialisme. Sementara Eropa Timur seperti Polandia, Rumania, Hongaria sudah kapok ditindas dan dihisap oleh dikatur model Ceaucescu yang mirip Drakula menghisap kekayaan Rumania untuk keluarganya dank arena itu massa grass roots menghukum Ceaucescu secara brutal nyaris seperti Khadafi disiksa oleh massa.

Jalan tengah sosial demokrat, negara kesejahteraan yang di Indonesia diwujudkan melalui BPJS, sistim jaminan sosial kesehatan yang menjamin kebutuhan kesehatan dan kecelakaan serta hari tua dan pensiun masyarakat secara melembaga dan universal. Tapi kompetisi meritokratis antara kekuatan dalam masyarakat jelas harus diberi ruang gerak untuk menemukan inovasi trobosan sebagai pra syarat dinamika pertumbuhan manusia dan kecanggihan iptek yang semakin cepat dan semakin exponential.

CW: Jadi Pancasila itu mau diapakan?

BK: Pancasila itu pelaksanaannya ya birokrat yang tidak menyiksa masyarakat untuk antre dan setor upeti pungli terhadap jasa lisensi brokrasi yang mesti dihasilkan untuk rakyat yang memerlukan lisensi dan akreditasi. Jadi Pancasila itu harus diwujudkan dalam praktek pelayanan aparatur birokrasi terhadap masyarakat secara transparan, terjangkau dan efektif serta berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi secara cepat dan merata. Pancasila itu Tertib Hukum tidak ada diskriminasi, pilih kasih, tebang pilih dan penekanan korupsi berjamaah secara efektif. Jika birokrat diberi remunerasi layak dan kemudian koruptor ditindak tegas dengan pemiskinan aset maka mereka akan gentar korupsi.

Sekarang kelas menengah RI sudah setara dengan kelas menengah Eropa Barat dan AS, akankah mereka menuju jalan pencerahan menghentikan praktek korupsi oligarki era feodal kleptokrat menuju negara kesejahteraan yang kuat seperti Eropa Barat dan AS. Atau mereka akan terjerat dalam kelas menengah korup, plutocrat, kleptokrat yang terus menghisap darah rakyat sehingga Indonesia akan mengalami nasib seperti negara negara Amerika Latin yang hanya slogannnya saja sosialis, pemerataan, demokrasi tapi jusru tetap melestarikan kesenjangan kaya miskin era tuan tanah colonial feudal junta militer maupun populis yang hanya melestarikan keserakahan oligarki di atas stagnasi pendapatan rakyat.

Jadi Pancasila sejati harus mampu mengejawantahkan norma norma dan nilai nilai luhur Pancasila itu dalam praktek kehidupan sehari hari bukan sekadar dipidatokan dan di seminarkan atau di simposiumkan. Yang diperlukan adalah action, pelaksanaan, perbuatan, program yang secara konkret dirasakan oleh masyarakat, delivery semua janji muluk dan idee luhur in realita in concreto.

CW: Apa lagi bahaya terbesar bagi Indonesia?

BK: Dunia masih mengalami kerawanan ideologi ISIS yang bisa disulut atau berkolusi dengan neo Marxis keblinger sehingga bisa terjadi aksi destruktif hibrida ISIS kanan dan radikalis neo Marxis yang belum kapok dengan kebangkrutan Marxisme Soviet dan Maoisme RRT. Peta geopolitik sedang bertransformasi dengan kecepatan tinggi dan mendadak bisa berubah seperti Arab Spring menjadi tsunami pengungsi ke daratan Eropa. Kalau Eropa tidak berani bersikap terhadap tsunami kebiadaban eksekusi mati terhadap Asia Bibi, wanita Pakistan yang diancam hukuman mati karena menolak bertukar agama maka Eropa tidak memberikan pengajaran pencerahan kepada dogmatic ISIS yang berambisi menegakkan kalifah ISIS dan melestarikan kerawanan kekerasan tirani agama penguasa kepada masyarakat lemah.

Cornelius Purba menulis di The Jakarta Post Minggu 8 Mei 2016 bahwa Jokowi punya kapasitas untuk menggebrak kemacetan politik. Saya percaya presiden ketujuh Indonesia yang lahir 21 Juni 1961 akan punya kapabilitas yang tidak kalah dari para pendahulunya dan yang lebih penting, belajar untuk tidak mengulangi kesalahan mereka tapi memilah kebijakan yang tepat dan cerdas untuk memimpin negeri yang sudah berusia 71 tahun ini secara lebih canggih dan cermat. Saya yakin Indonesia akan menjadi no 4 sedunia dalam kualitas pada seabad Indonesia 2045

CW: Terima kasih pak, Sekali lagi selamat double ulang tahun hari lahir bapak ke 115 dan diakuinya Pancasila 1 Juni 1945 sebagai hari lahir falsafah jalan tengah yang masih actual sampai 2016 dan selanjutnya sesuai visi yang bapak uraikan dalam pencerahan diskusi kita. Sampai bertemu 13 Juni 2016 selamat memasuki bulan Ramadhan menunaikan ibadah puasa. [war]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.