Sedjarah Djakarta (1)

Anak pangeran bercodet

Rabu, 24 September 2014 09:06 Reporter : Ahmad Baiquni
Anak pangeran bercodet Patung Elang Bondol dan salak Condet. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Tidak ada penanda untuk menunjuk kawasan Condet. Satu-satunya isyarat hanyalah sebuah papan nama bertulisan Jalan Condet Raya terpampang di ujung timur dan barat jalan membentang dari Cililitan hingga Kampung Gedong.

Jalan ini membelah dua kawasan menjadi Bale Kambang dan Batu Ampar. Dulunya, jalan itu bernama Asem Baris lantaran banyak pohon asam tumbuh di kiri kanan.

Condet adalah nama sematan masyarakat untuk kawasan meliputi Batu Ampar, Bale Kambang, dan Kampung Tengah. Ketiganya adalah nama kelurahan masuk wilayah Kecamatan Kramat Jati. Buat masuk ke Condet harus melintasi Kampung Kramat.

Banyak kisah mengenai muasal Condet. Wartawan senior banyak menulis tentang Jakarta, Alwi Shahab, mengatakan nama Condet berasal dari kata Ci dan Ondet. Ci dalam bahasa Sunda berarti air. "Itu karena letaknya di tepi Sungai Ciliwung," katanya saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya pekan lalu.

Ondet adalah nama pohon buah sejenis buni tumbuh di sekitaran Ciliwung. "Di sana dulu banyak pohon Ondet," ujar Alwi.

Namun ada kisah lain soal asal usul Condet. Sekretaris Jenderal Rumpun Masyarakat Betawi (RMB) Ali menjelaskan dulu ada putra dari Pangeran Geger Polong, penguasa Condet, Dia mau dikawinkan dengan seorang puteri dari Batu Ampar. "Dia punya muka codetan di pipi kanannya," tuturnya. Menurut dia, kisah itu paling kuat diyakini masyarakat Condet.

Ali kemudian menjelaskan kisah itu bersambung dengan asal usul nama dua kelurahan di kawasan Condet, Batu Ampar dan Bale Kambang. Cerita ini memperkuat asumsi Condet merupakan kawasan bekas berdirinya kerajaan Sunda Kecil.

Dia mengisahkan nama Batu Ampar dulu muncul lantaran menjelang pernikahan puteri di daerah situ, tanahnya diratakan dengan batu sehingga bisa dilewati. "Kalau Bale Kambang, dulu pernah terjadi banjir besar, balai-balai di sekitaran sini mengambang," katanya.

Meski demikian, Ali tidak dapat menyebut versi mana lebih kuat. Jika dilacak berdasarkan penuturan lisan akan banyak muncul kisah berbeda dari setiap orang. "Tapi nggak ada versi tertulis." [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini