Wawancara Staf Khusus Presiden

Aminuddin Maruf: Kami Tidak "Wow" Digaji Rp51 Juta

Rabu, 27 November 2019 07:06 Reporter : Anisyah Al Faqir
Aminuddin Maruf: Kami Tidak Jokowi kenalkan staf khusus milenial. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Tujuh anak muda dipilih Joko Widodo sebagai staf khusus presiden pada Kamis, 21 November 2019. Meski muda, mereka rata-rata memiliki segudang prestasi dan pengalaman berorganisasi. Satu di antara mereka, yakni Aminuddin Maruf. Sosok anak muda yang mengaku punya kedekatan khusus dengan presiden.

Aminuddin tercatat pernah duduk sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016. Memiliki kedekatan dengan orang nomor satu Indonesia, membuat Pria kelahiran Karawang, 27 Juli 1986 ini, dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) dalam Pilpres 2019.

Saking spesial hubungan itu, Presiden Jokowi bahkan saksi pernikahan Aminuddin pada tahun 2016. Beberapa kegiatan kepresidenan, dirinya juga mulai dilibatkan ketika di periode pertama Jokowi. "Dari mulai tahun 2017 saya sudah mulai beberapa kali diajak kunjungan kerja ke daerah sama Pak Jokowi," ujar Aminuddin kepada merdeka.com, Selasa, 26 November 2019.

Banyak cerita menarik disampaikan Aminuddin ketika berbincang dengan jurnalis merdeka.com, Anisyah Al Faqir. Berikut petikan wawancaranya:

1 dari 2 halaman

Dekat dengan Presiden Jokowi

Bisa diceritakan, seperti apa kedekatan Anda dengan Presiden Jokowi?

Saya kenal Pak Jokowi itu dari tahun 2015, itu pertama kali ketemu Jokowi tahun 2015. Saat itu saya masih jadi Ketua Umum PMII. Waktu itu Pak Jokowi hadir saat Harlah (PMII) di Surabaya. Dari situ kemudian komunikasi saya berlanjut dengan beliau baik ketemu langsung maupun bertemu di acara.

Sampai pada awal tahun 2016 Pak Jokowi jadi saksi nikah saya. Dekat banget sih enggak tapi ya cukup lumayan intens (menjalin komunikasi) sama Pak Jokowi. Dari mulai tahun 2017 saya sudah mulai beberapa kali diajak kunjungan kerja ke daerah sama Pak Jokowi, begitulah kedekatan saya dengan beliau.

Tema apa saja yang biasa dibahas saat bersama Presiden Jokowi?

Banyak hal karena tentunya, Saya kan dari aktivis mahasiswa jadi Pak Jokowi juga sering diskusi soal itu. Kemudian bagaimana perkembangan isu-isu tematik, kira-kira seperti itu. Tidak spesifik berbicara tentang A, enggak seperti itu.

Siapa yang mengundang Anda ke Istana dan meminta untuk menjadi staf khusus presiden?

Pak Mensesneg Pratikno. Pak Pratik dua minggu sebelumnya menghubungi, dan yang memastikan hari Kamis itu dipanggil ke istana itu itu Pak Ari Dwipayana.

Ya waktu itu Pak Praktik memberitahukan ke saya untuk menjadi staf khusus presiden. Kemudian Pak Ari meminta untuk datang pada hari Kamis memakai baju putih.

Lalu kita diminta untuk kumpul karena ada semacam rapat dengan staf khusus lain, diminta datang jam 3 sore.

Apakah ada wawancara face-to-face dengan Presiden Jokowi sebelum diminta menjadi staf khusus presiden?

Di hari Kamis itu, dipanggil sama presiden barengan 7 orang itu. Kita kan masing-masing sudah (tahu) dan Pak Jokowi juga sudah punya gambaran tentang masing-masing orang yang kemarin dikenalin karena semuanya hampir tidak dalam jam-jam waktu panjang berinteraksi dengan Presiden.

Seperti apa permintaan Presiden Jokowi bilang saat rapat dengan 7 stafsus milenial itu?

Ya langsung disampaikan harapannya, tugasnya apa dan harapan Pak Jokowi kepada kami apa begitu saja.

Tugas staf khusus seperti apa yang diinginkan Presiden Jokowi?

Waktu dikumpulkan 7 orang itu, Pak Jokowi bicaranya umum saja, tidak satu per satu orang. Disampaikan Pak Jokowi, bahwa kami bertujuh itu diminta untuk melakukan inovasi dan kreativitas untuk touch program-program prioritas presiden dan mengumpulkan ide-ide kreativitas dan inovasi itu. Nanti per dua minggu atau tentatif bisa disampaikan kapanpun kepada presiden.

Apa Fokus masalah yang diminta khusus Presiden kepada Anda dan tim staf khusus milenial?

Sebelumnya saya sudah tahu masing-masing ditugaskan sebagai apa. Tapi waktu dalam pertemuan di istana bersama Jokowi dengan 7 stafsus milenial waktu perkenalan, Pak Jokowi menyampaikan tidak secara spesifik satu-satu, saya tugasnya apa, Putri tugasnya apa, Belva tugasnya apa, tidak seperti itu.

Jadi ada dua tugas saya. Pertama di grup yang kemarin diperkenalkan oleh Pak Jokowi (7 staf khusus milenial). Di situ saya kerja kolektif. Tujuh orang itu kerja kolektif kolaboratif untuk menciptakan ide-ide kreativitas inovasi yang berkaitan dengan program prioritas pemerintah.

Misalkan, yang sedang diminta kepada kami hari ini, tentang bagaimana agar ada sentuhan inovasi dan kreativitas di dalam program kartu pra kerja. Ini yang sedang kami rumuskan yang diminta Jokowi untuk dirumuskan kepada kami inovasi dan kreativitas.

Kami kerjanya kolektif. Tapi tugas saya secara individu saya punya tugas di hubungan kelompok-kelompok strategis.

Di staf khusus itu terbagi menjadi tiga tim. Tim pertama itu tim juru bicara anggotanya Mas Fajrul, Mas Arif Budiman, dan ada Angkie. Angkie itu penugasan khusus sebagai jubir tapi bekerja juga kolektif di grup milenial itu.

Tim kedua itu tim istilahnya hubungan kelompok strategis kira-kira seperti itu. Di situ ada Mas Dias, ada Mas Sukardi Rinangkit dan ada saya. Tugas tambahan saya di situ. Tim ketiga itu yaitu grup milenial (tujuh stafsus milenial).

Sebagai tim hubungan kelompok strategis, siapa saja pihak yang Anda akan ajak kerja sama?

Saya bekerjanya sama mahasiswa, pemuda, santri, kira-kira seperti itu.

Bisa dijelaskan detil tugas Anda sebagai tim hubungan kelompok strategis?

Satu itu menyampaikan program-program prioritas presiden yang bersentuhan sama kelompok-kelompok itu. Kedua menjadi penyambung dari kelompok mereka kepada presiden. Ketiga juga saya akan menyusun nanti kira-kira programmatic apa inovasi yang bisa kita bantu ke kalangan kelompok-kelompok strategis yang jadi garapan saya.

Sudah ada yang disampaikan kepada Presiden belum sampai hari ini?

Sekarang kalau untuk mengerjakan tugas-tugas khusus itu tidak diberikan tenggat waktu kapan. Every time seterusnya kita akan mengerjakan itu.

Presiden juga sedang di luar negeri. yang sudah diminta kepada kami, yaitu yang pertama kolektif untuk urusan kartu kerja.

Masih ada yang meragukan kinerja para staf khusus milenial ini. Bagaimana Anda dan para staf khusus itu memandang penilaian itu?

Enggak apa-apa itu biasa saja. Namanya setuju, ada yang enggak setuju, pro dan kontra itu biasa saja. Biasa saja tidak ada masalah yang penting kita nanti akan kerja sesuai dengan apa yang diperintahkan presiden kepada kami itu saja.

Kita fokus aja, seperti itu dijadikan motivasi karena kita sebagai staf khusus juga perlu banyak mendengar juga.

Ya kan bisa dilihat dari perjalanan kami, tidak ujug-ujug jadi staf khusus. Bisa dilihat apa yang ditugaskan presiden juga relevan kepada kami, sesuai dengan apa yang sudah kita kerjakan selama ini.

Kedua buktinya kita buktikan seiring berjalannya waktu, kita akan membuktikan itu saja, yang penting pertanggungjawaban kami kepada presiden, karena presiden yang menugaskan kami yang meminta kami itu saja kita fokus ke situ saja

Ada wejangan khusus dari Presiden untuk para 7 staf khusus presiden untuk bicara di depan publik?

Tidak ada, presiden sudah percaya ke kami tapi kan kami juga kalau ditugaskan bicara ke publik secara khusus nanti ada pembinaannya di tim juru bicara. Misalkan kalau mau tanya ekonomi itu tanya ke Mas Ari. Kalau mau tanya soal politik pemerintahan itu tanya ke Sukardi.

2 dari 2 halaman

Gaji Besar Staf Khusus Presiden

Soal gaji Rp51 juta, menurut Anda apakah itu bayaran yang layak sebagai staf khusus presiden?

Kalau soal gaji itu yang pertama kami juga tidak tahu kalau kami digaji segitu dari awal kita enggak tahu. Kedua, dari awal kita sebelum jadi staf khusus penghasilan kami jauh lebih dari itu.

Ketiga tanggung jawab kami itu berat. Walaupun presiden bilang, kalau kami tidak perlu kerja ke kantor setiap hari, itu justru malah jadi beban buat kami. Karena presiden bicara seperti itu, itu artinya kami di mana pun dan kapan pun itu siap diminta pendapatnya.

 /></p>
<p style=Gaji staf khusus presiden 2019 Merdeka.com/ Instagram Jokowi

Artinya kami harus selalu bekerja memberikan inovasi, gagasan tentang suatu hal kapan, pun dan di mana pun diminta oleh Presiden kami siap.

Teman-teman kan menganggapnya karena presiden bilang kami tidak perlu ke kantor, kami di bilang kerjanya part-time. Ada yang bilang kami magang. Padahal ini anytime, di mana pun kami harus siap selalu, bekerja Sabtu atau Minggu. Kemarin saja malam minggu saya sampai jam 10 malam masih kerja.

Dengan pola kerja seperti itu, Anda merasa menjadi lebih terbebani waktu kerjanya?

Tidak juga. Maksud saya pertama, kami tidak pernah mempersoalkan dan mempermasalahkan berapa gajinya, karena bagi kami, kami diminta menjadi staf khusus dan dipercaya sebagai staf khusus Presiden itu buat kami itu sebuah kehormatan, kebanggaan bahwa kami diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara pemikiran, secara gagasan untuk kemajuan bangsa. Itu saja yang nilainya jauh lebih bernilai bagi kami, daripada sekedar gaji itu.

Kedua, persoalan gaji itu, kami ini yang bertujuh itu dari sebelumnya tidak "wow". Kami juga punya usaha masing-masing, punya kegiatan masing-masing. Malah mungkin beberapa kami yang kerja punya gaji yang lebih besar dibanding gaji itu.

Apa pekerjaan Anda sebelum menjadi staf khusus presiden?

Saya berwirausaha di beberapa bidang. Saya dengan teman-teman join investasi mengerjakan beberapa hal ada yang di bidang perkebunan perdagangan ada di bidang jasa konstruksi.

Banyaknya anak muda sebagai staf khusus presiden, Anda melihat sebenarnya apa yang ingin disampaikan Jokowi kepada masyarakat?

Buat anak-anak muda, ini presiden sudah membuktikan bahwa presiden punya perhatian khusus kepada kita. Manfaatkan dan ayo kita buktikan, karena saat ini adalah waktunya untuk anak-anak muda berkarya dan selalu optimis. [ang]

Baca juga:
Membandingkan Staf Khusus Jokowi dengan Ma'ruf Amin
Diaz Pastikan Stafsus Milenial Bukan Etalase Pemerintah
Fadli Zon Soal Stafsus Milenial Jokowi: Menurut Saya Pajangan Saja
Diaz Hendropriyono Bantah Gaji Stafsus Jokowi Rp51 Juta
PKS Kritik Jumlah Staf Khusus Presiden dan Wapres: Keuangan Negara Sedang Berat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini