Wawancara Ahmad Dhani 1

Ahmad Dhani tak suka Ahok dari 2014

Ahmad Dhani tak suka Ahok dari 2014 Wawancara Ahmad Dhani. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Nama musisi tersohor Ahmad Dhani belakang menjadi perbincangan netizen. Ulahnya melakukan demo di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu menuai kritik. Pentolan Dewa ini memang dikenal sebagai sosok yang kontroversial.

Puncaknya ketika dia membuat cuitan seolah menantang Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kepada merdeka.com, suami dari Mulan Jamela ini buka-bukaan soal idenya melakukan demo termasuk juga alasan terus menyerang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akrab disapa Ahok.

Berikut petikan wawancara Ahmad Dhani kepada Didi Syafirdi, Laurel Benny Sharon Silalahi, Muhammad Zulatsari dan juru foto Imam Buchori dari merdeka.com di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu malam pekan lalu.

Anda ini terlihat sangat berani mengucapkan kritikan di twitter, siapa orang kuat di belakang Anda?

Sebenarnya sayakan jadi musisi karena hobi saja. Orang kan banyak menilai salah tentang saya, dipikir saya musisi. Saya kan musisi cuma hobi, orang Bapak saya politisi, Kakek saya pejuang 45. Kakek saya tentara angkatan darat TNI AD, bapak saya politisi, kebetulan saya punya selera musik yang bagus. Jadi masalah- masalah politik itu tidak bisa lepas dari pandangan saya. Dan kebetulan teman saya lebih banyak politisinya daripada musisinya.

Pastinya ada beberapa orang berafiliasi dengan saya. Tetapi sebenarnya banyak yang berani ngomong, cuma yah tidak terekspos saja. Sekarang pakai logika saja kenapa KPK begitu lama menjadikan tersangka, siapa yang ditakuti KPK kalau bukan Presiden dan Presidennya Presiden, Luhut Binsar Pandjaitan. Saya menduga kuat bahwa Presidennya yang sebenarnya ini Luhut Binsar Pandjaitan.

Saya menduga kuat Jokowi cuma bonekanya Luhut. Orang kan bisa menduga kuat, misalkan saya bilang saya menduga kuat cewek ini mau sama saya, ini kan hanya menduga saja kalau dugaan bisa salah tetapi saya menduga kuat.

Anda berani bertemu langsung dengan Ahok dan membuktikan bahwa dia memang korupsi?

Loh Ahok memang bersalah kok, BPK kan sudah bilang ngapain kita membuktikan lagi. Peryataan dan laporan dari BPK itu sudah sah untuk Ahok menjadi tersangka. Laporan dari BPK, BPK itu saksi ahli, siapa lagi yang lebih ahli dari BPK? tidak ada.

Kalau misalnya BPK yang salah yah Jokowi harus memecat BPK semua, bubarin saja tuh BPK. Pilihannya kan cuma dua, antara membubarkan BPK, kan Ahok bilang katanya BPK ngaco. Nah sekarang pilihannya Jokowi cuma dua, antara bubarin BPK apa mulutnya Ahok yang di bubarin. Yang ngaco dua antara mulutnya Ahok atau BPK itu yang dinanti masyarakat itu yang mana yang benar apa BPK, apa mulutnya Ahok.

Siapa orang di belakang Anda hingga berani berbicara di twitter bahkan sampai sempat menantang Kapolda?

Tidak ada. Di belakang saya itu hanya Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada siapa-siapa. Kita kan berani karena kita benar saja.

Indonesia itu sebenarnya sudah mulai rusak, salah dua setengah tahun pemerintahan Jokowi ini belum ada yang berani meneriakkan sebenarnya ini kita tidak maju-maju. Sebenarnya pemerintah itu kan buat rakyat. Misalnya saya bangun rumah saya pakai kontraktor kalau dalam dua setengah tahun tidak beres ganti saja dengan yang baru.

Nah ini kan tinggal keberanian dari rakyat serta perwakilannya. Berani tidak punya sikap bahwa selama dua setengah tahun ini, ekonomi tidak maju, bisnis kacau balau, semua urusan politik kacau balau, tidak jelas, banyak kegaduhan, terserah mau diteruskan dua setengah tahun lagi sampai lima tahun, itu kan pilihannya ada di rakyat.

Yah mungkin kak Ratna Sarumpaet juga sudah punya nyali banyak sih. Dalam bulan Ramadan ini mereka-mereka yang punya nyali ini memang sedang berkonsolidasi. Akan ada pertemuan-pertemuan Bukber bersama, mereka-mereka yang sudah punya nyali.

Siapa saja tokoh yang punya nyali itu?

Banyak yah. Kalau kita sering lihat di televisi udah banyak kali sebenarnya. Ada Pak Prijanto, Jaya Suprana, banyaklah tokoh-tokoh Tionghoa juga banyak.

Ini punya nyali untuk menjatuhkan Ahok atau Jokowi?

Ahok dulu lah yang paling dekat.

Apakah tujuan Anda ini ingin menjatuhkan Ahok karena persaingan di 2017 atau murni dari hati nurani untuk memberantas korupsi?

Jadi begini, sebelum orang Jakarta tidak suka sama Ahok, Ahmad Dhani itu adalah orang pertama yang tidak suka Ahok. Saya tidak suka Ahok itu tahun 2014 bulan Mei. Waktu itu dia masih wakil gubernur, saya orang pertama yang tidak suka sama dia.

Gara-garanya ketika saya sedang makan malam dengan pak Hashim Djojohadikusomo, waktu itu saya mengusulkan kepada beliau supaya Ahok dijadikan tim sukses di Jakata untuk kemenangan Prabowo, terus dari gaya bicaranya Ahok itu tidak mau.

Dari situ saya berpikir ini kurang ajar banget nih, sudah dijadikan wakil gubernur dibiayai sama Pak Hashim, diminta tolong balik untuk menjadi tim sukses Prabowo dia menolak. Wah ini secara fundamental orang ini tidak tahu budi.

Orang Indonesia kan tidak pernah berpikir fundamental. Kalau saya bersama teman-teman ini sebenarnya selalu berpikir Fundamental, ketika orang ini Berkhianat maka produknya akan berkhianat seterusnya. Jadi sebelum orang Jakarta tidak suka sama Ahok nih Ahmad Dhani yang pertama nomor satu.

Nah setelah itu felling saya benar dia keluar dari Gerindra, benar bahwa ini orang berkhianat. Dari situ, kalau kita berpikir secara fundamental orang yang khianat pasti produknya itu khianat.

Terus nomor duanya lagi orang ini kalau dalam bahasa Islam itu riya. Dia itu berbuat baik untuk diketahui dalam bahasa Islam itu ada. Jadi dia berbuat baik dimasuki video, divideoin di youtube kan yang baik-baik, jadi orang ini riya, karena yang buruknya enggak dimasukan.

Jadi Ahok ini sudah jelas riya, orang riya itu pasti produknya jelek, jadi orang Islam paham apa yang namanya riya itu. Untuk orang Islam di netizen yang belum pernah belajar riya silakan belajar lagi apa itu riya. Itu berbuat baik ingin dipuji, ingin didengar, ingin dilihat. Itu salah satu perbuatan tercela di dalam Islam itu.

Bukankah itu menunjukkan bahwa Ahok tipe pemimpin yang transparan?

Kalau transparan yang di shooting itu jangan yang bagusnya saja dong, harusnya yang jeleknya juga dong. Misalnya dia ketemu Aguan itu juga harus di shooting juga dong, atau ketemu konglomerat itu harusdi shooting juga dong, jangan yang baik-baiknya aja. Jadi perbuatan riya itu ingin yang baik-baiknya itu dilihat banyak orang.

Berarti Anda menduga ada pertemuan antara pengusaha dengan Ahok soal reklamasi?

Saya tidak mau bicara yang lain lain, kita kan bicara soal fundamental orang riya ini adalah orang yang dalam Islam tercela pribadinya jadi yang lain-lainya tidak perlu dilihat lagi, orang yang lain ada sedang tercela. Dia sering melakukan hal-hal yang disebut riya dalam agama Islam itu, jadi dua itu tadi sudah cukup untuk membuat saya untuk menolak orang ini menjadi pemimpin di negeri ini.

Anda sendiri belum pernah bertemu, kok bisa menebak karakter Ahok seperti itu?

Enggak penting itu (ketemu Ahok). Kan kelihatan karakternya seperti apa. Ketika dia memarahi ibu-ibu tua, memaki-maki, itu menurut teori kejiwaan ini lelaki tidak normal. Coba deh tanya sama netizen, sama laki-laki normal, mungkin tidak kita sebagai laki-laki memaki ibu-ibu dengan teriakan maling, menghardik ibu-ibu tua. Semua laki-laki normal pasti mereka bilang saya tidak akan mungkin melakukannya. Dari situ saja kita sudah bisa lihat karakter orang itu seperti apa.

Nah ini kan karena saya selalu berpikir hal-hal yang fundamental. Kalau menurut saya ini fundamental sekali, jadi kita itu enggak bisa mentolerir hal-hal yang fundamental. Nah kebanyakan orang-orang sekarang anak-anak muda yang a historis, a politis, itu kan karena mereka tidak memperhatikan hal-hal yang fundamental. Untuk orang-orang seperti kami, hal-hal yang fundamental itu perlu sekali. [arb]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini