Trenggalek Tertinggi Kasus Perkawinan Anak, Pemkab Inisiasi Desa Nol Perkawinan Dini

Kamis, 11 Agustus 2022 09:37 Reporter : Rizka Nur Laily M
Trenggalek Tertinggi Kasus Perkawinan Anak, Pemkab Inisiasi Desa Nol Perkawinan Dini Ilustrasi pernikahan. ©Pexels/Emma Bauso

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek Jawa Timur menginisiasi program Gerakan Desa Nol Perkawinan Anak dan Desa "SAFE4C" (Safe and Friendly Environment for Children) untuk mengembangkan lingkungan ramah anak.

Program tersebut digagas melalui kerja sama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Program Desa Nol Perkawinan Anak adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk menekan perkawinan dini di wilayah setempat.

"Desa-desa yang punya 'best line' perkawinan anak cukup tinggi akan kita lombakan. Kemudian akan kita kasih 'reward' (hadiah)," terang Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Rabu (10/8/2022).

2 dari 3 halaman

Faktor Pernikahan Anak

ilustrasi kemiskinan

©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Tingginya angka pernikahan anak di Kabupaten Trenggalek dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya, kebiasaan masyarakat di lingkungan setempat, aspek ekonomi, kekerasan seksual yang mengakibatkan kehamilan sebelum pernikahan, dan faktor-faktor lain. 

"Ada adat istiadat sekitar yang merasa lebih baik punya janda muda dibandingkan perawan tua, itu masih ada di sini. Perlu kita advokasi bersama," tegas Bupati Trenggalek, dikutip dari Antara.

Dia mengungkapkan, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menyukseskan program Desa Nol Perkawinan Anak dan Desa SAFE4C. Mulai dari tingkat desa atau kelurahan, puskesmas, pusyangatra kecamatan, puspaga kabupaten, kantor urusan agama, peradilan agama hingga koordinator wilayah pendidikan.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Trenggalek, Siti Mukiarti mengungkapkan, pihaknya aktif menyosialisasikan bahaya pernikahan anak kepada para wali murid. 

"Ada penandatanganan pencegahan pernikahan anak, didukung para camat, para kepala desa dan para wali murid (anak) yatim akibat Covid-19,” jelasnya. 

LPA Kabupaten Trenggalek juga memberikan penghargaan kepada desa atau ranting  yang nol pernikahan anak. 

“Anak harus kita selamatkan, karena anak adalah kader penerus bangsa yang harus dilindungi dan harus sejahtera," tegas Siti. 

3 dari 3 halaman

Kasus Terbanyak Perkawinan Anak

ilustrasi perkawinan anak
©2022 Merdeka.com/Freepik

Berdasarkan data LPA setempat, angka pernikahan anak di Kabupaten Trenggalek pada kurun 2021 merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Angkanya mencapai 956 perkawinan atau naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2020 sebanyak 456 perkawinan.

Tiga kecamatan penyumbang tertinggi angka pernikahan anak ialah Kecamatan Panggul, Pule dan Dongko. 

"Kasus pernikahan anak tertinggi berada di Kecamatan Dongko 132 pernikahan anak, Panggul 121 pernikahan dan Pule 199 pernikahan anak. Makanya kami harus satu tujuan untuk menurunkan pernikahan anak," kata Siti.

Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi praktik pernikahan anak. Pasalnya, pernikahan anak menyebabkan berbagai dampak negatif, mulai dari aspek pendidikan, aspek kesehatan hingga aspek ekonomi. Bahkan tak sedikit pernikahan anak berujung pada perceraian karena usia pernikahan yang tidak ideal memengaruhi pola pikir dan psikologis.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini