Tradisi Skilot Pasuruan, Selancar Seru di Atas Lumpur

Sabtu, 31 Juli 2021 06:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Tradisi Skilot Pasuruan, Selancar Seru di Atas Lumpur Skilot. ©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Merdeka.com - Umumnya selancar memang di laut dengan ombak yang dahsyat. Namun, di Tanah Pasuruan Jawa Timur berselencar tak perlu mencari ombak besar. Cukup dengan lumpur yang di lahan tambak milik desa. Tak hanya sekedar permainan belaka, Skilot merupakan tradisi di Pasuruan yang dilaksanakan setiap Lebaran Ketupat.

Skilot berasal dari dua kata yaitu, ski yang berarti berseluncur dan Lot yang berarti lumpur. Sesuai namanya, skilot dapat diartikan berselancar di atas lumpur. Mulanya kegiatan ini dilakukan oleh para nelayan yang tinggal di daerah pesisir untuk mencari ikan, kerang.

Namun, rutinitas ini akhirnya menjadi olahraga, permainan tradisional dan tradisi di Pasuruan. Salah satunya di Kampung Blekok, Situbondo, Jawa Timur.

skilot
©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

"1...2....3..." aba-aba mulai permainan pun dimulai. Ketiga bocah yang sudah siap di arena permainan dengan gesit langsung memegang papan selancar. Menghalau lumpur dengan kedua tangannya. Berlomba-lomba menuju garis akhir yang sudah ditetapkan.

Dari belakang, terdengar sorak-sorak teman memberi semangat. Permainan ini pun semakin asyik dan menantang. Baju dan badan yang kotor terkena lumpur pun bukan menjadi masalah. Keseruan ini lah yang hanya bisa dirasakan saat adu balap selancar lumpur atau yang disebut skilot.

skilot
©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Cara bermainnya cukup sederhana. Salah satu kaki pemain menumpu pada papan seluncur. Sedangkan kaki satunya menjejakkan kaki pada lumpur sebagai tenaga penggerak. Kedua tangan pun juga aktif menghalau lumpur untuk menambah kecepatan.

Layaknya bermain papan seluncur, saat bermain skilot badan pun juga harus seimbang. Jika tak seimbang, badan pun langsung mandi lumpur. Meski nampaknya terlihat mudah, namun adu balap selancar lumpur ini tak bisa dianggap sepele.

skilot
©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Tak hanya anak-anak saja yang bermain Skilot, orang dewasa pun terkadang mengikuti permainan ini. Baik pria atau wanita pun bisa merasakan asyiknya bermain tradisional skilot.

Bahkan, skilot sering menjadi ajang perlombaan di Pasuruan setiap. Rasa bangga akan tertanam saat menjadi pemenang lomba skilot. Predikat cekatan, gesit pun tersemat dipundaknya.

skilot
©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Sudah ada sejak tahun 1990, Skilot kini menjadi atraksi tahunan. Tradisi ini juga menjadi wisata pantai khas Ledok. Ajang perlombaan skilot menjadi momen yang dinanti oleh warga sekitar. Skilot menjadi warisan budaya tak benda Indonesia yang tetap lestari hingga kini [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini