Skenario Hadapi Hidup 'New Normal' Menurut Pakar Unair, 4 Fakta Ini Wajib Diketahui

Kamis, 21 Mei 2020 10:44 Reporter : Rizka Nur Laily M
Skenario Hadapi Hidup 'New Normal' Menurut Pakar Unair, 4 Fakta Ini Wajib Diketahui Warga Singapura memakai masker. ©Ibtimes.com

Merdeka.com - Akhir-akhir ini pemerintah menggembar-gemborkan hidup ‘New Normal’ di berbagai kesempatan. Hidup new normal atau normal baru merujuk pada perubahan pola hidup sehari-hari selama pandemi COVID-19 masih berlangsung di Indonesia.

Dikutip dari liputan6.com, menerapkan tatanan hidup normal baru di tengah pandemi COVID-19 dinilai butuh peran pemerintah, tokoh agama dan masyarakat untuk menyiapkan mental masyarakat dalam menerapkannya.

1 dari 4 halaman

Perilaku Baru

warga memakai masker di stasiun palmerah

©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Ketua Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (FKM Unair), Hario Megatsari menjelaskan bagaimana skenario menghadapi hidup normal baru di tengah pandemi.

Menurut Hario, tatanan hidup normal baru menuntut adanya perilaku baru. Hidup 'New Normal' sebagai konsekuensi dari adanya virus corona jenis baru (Sars-CoV-2) penyebab COVID-19.

Adanya protokol kesehatan yang berlaku menuntut perubahan perilaku sehari-hari. Seperti memakai masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan.

2 dari 4 halaman

Menjaga Kesehatan dan Kebersihan

011 tantri setyorini

©2018 Merdeka.com/Pexels

Selain itu, untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19 masyarakat juga wajib menjaga kesehatan dan kebersihan. Di antaranya dengan makan makanan bergizi yang bisa meningkatkan imun tubuh, olahraga, mencuci tangan dengan sabun, dan lain sebagainya.

"Sebelum ada COVID-19, berinteraksi di suatu acara, misalkan di acara pernikahan berjabat tangan, cipika cipiki, dan selama ada pandemi itu belum bisa dilakukan. Karena ada dalam salah satu protokol (jaga jarak-red), ini perilaku normal yang baru,” jelas Hario, dikutip dari liputan6.com.

3 dari 4 halaman

Pola Hidup Tidak Sama Seperti Dulu

jaga jarak di dalam kereta

©2020 Merdeka.com

Setidaknya selama belum ada vaksin yang ditemukan, tatanan hidup normal baru ini jadi bentuk antisipasi penyebaran COVID-19. Meskipun nanti vaksin sudah ditemukan, menurut Hario, pola hidup tidak akan sama seperti kondisi dulu.

Untuk menghadapi tatanan hidup baru itu, Hario menilai masyarakat perlu menyiapkan mental. Hal ini agar tidak tergagap saat menerapkannya. Apalagi masih ada warga yang belum bisa menjalankan protokol kesehatan dan menerima tatanan hidup normal baru.

4 dari 4 halaman

Peran Banyak Orang

psbb surabaya raya sudah sepekan

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Masyarakat perlu mengikuti informasi yang baik dan benar sebagai panduan menjalani hidup normal baru.

"Ikuti informasi yang baik dan benar mengenai perilaku tatanan yang baru seperti apa, karena masih menata dan belum ada definitif,” jelas Hario.

Di sini, dibutuhkan peran pemerintah, tokoh agama, masyarakat. Hario mengatakan, peran pemerintah menenangkan masyarakat agar dapat menerapkan tatanan hidup normal baru dengan menjalankan protokol kesehatan.

"Pemerintah harus mulai konsisten dan punya ketegasan. Konsisten itu terhadap protap atau regulasi sehingga publik akan timbulkan trust,” pungkasnya.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini