Salat Idul Fitri di Rumah Dijamin Lebih Aman, Begini Penjelasan Pemkab Mojokerto

Jumat, 22 Mei 2020 09:49 Reporter : Rizka Nur Laily M
Salat Idul Fitri di Rumah Dijamin Lebih Aman, Begini Penjelasan Pemkab Mojokerto Ilustrasi salat di rumah. ©2020 Merdeka.com/umroh.com

Merdeka.com - Pemerintah pusat dan daerah satu suara, mengimbau masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di lingkungan zona merah COVID-19 untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja. Pasalnya, dari segi jaminan keselamatan, salat Idul Fitri di rumah lebih terjamin keamanannya dibanding salat di masjid atau lapangan.

Dilansir dari Antara, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, salat Idul Fitri di rumah bisa menjadi bagian dari upaya menekan penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

1 dari 4 halaman

Daerah Zona Merah Dilarang Salat di Masjid

ilustrasi corona

©2020 Merdeka.com/shutterstock

Bupati Mojokerto Pungkasiadi di Mojokerto, Kamis (22/5) menyatakan bahwasanya daerah yang sudah menjadi zona merah COVID-19 tidak boleh menggelar Shalat Idul Fitri di masjid atau lapangan.

"Shalat Id kami imbau di rumah masing-masing," tegasnya di sela rapat koordinasi tata pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Mojokerto, seperti dilansir Antara.

2 dari 4 halaman

Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

masker kesehatan

©2020 Merdeka.com/klikdokter.com

Dalam rapat koordinasi tersebut, kesepakatan yang dicapai yakni warga tidak menggelar Shalat Idul Fitri di masjid ataupun lapangan demi menghindari penyebaran COVID-19.

"Apabila ada masjid yang tetap menggelar (dengan catatan wilayah sebaran COVID-19 kecil), wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara maksimal," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Anjurkan Halalbihalal Daring

ilustrasi video call

© insanejournal.com

Kegiatan takbir keliling juga tidak diperbolehkan karena dapat memicu berkumpulnya massa yang besar. Dengan demikian, kegiatan tersebut cukup dilakukan di masjid masing-masing.

Begitu juga dengan pertemuan atau halalbihalal. Pemkab Mojokerto menyarankan masyarakat untuk melakukannya secara daring (dalam jaringan).

4 dari 4 halaman

Keselamatan Masyarakat Jadi Pijakan Utama

Sejalan dengan instruksi dari pemerintah pusat, Pemkab Mojokerto memutuskan meniadakan salat Idul Fitri di masjid. Namun, ada kelonggaran bagi daerah zona hijau atau yang persebaran kasus COVID-19 kecil. Mereka diperbolehkan menggelar salat di masjid atau lapangan dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

"Tapi bagi daerah yang tetap melaksanakan (zona hijau atau sebaran COVID-19 kecil), tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Takbir keliling tidak dibolehkan, cukup di masjid saja. Demikian juga dengan halalbihalal yang dapat memicu kerumunan. Itu sangat riskan penularan COVID-19," jelas Bupati Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P. Hutagalung menambahkan bahwa jajarannya siap menindak tegas masyarakat yang tidak menaati imbauan pemerintah. Menurutnya, imbauan yang ditetapkan merupakan aturan penting di mana keselamatan masyarakat menjadi pijakan utama.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini