Pria Bergelar Haji di Lamongan Perkosa Anak di Bawah Umur hingga Hamil, Ini Faktanya

Rabu, 29 Juni 2022 11:08 Reporter : Rizka Nur Laily M
Pria Bergelar Haji di Lamongan Perkosa Anak di Bawah Umur hingga Hamil, Ini Faktanya Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Seorang pria berinisial AK, warga Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, nekat memperkosa anak di bawah umur hingga hamil dua bulan.

Korban yang masih berusia 16 tahun itu merupakan asisten rumah tangga yang dipekerjakan anak pelaku. Dikutip dari akun Instagram @pojoklamongan, korban diketahui merupakan anak yatim piatu.

Didampingi sang kakak, korban akhirnya melaporkan aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh pria yang menyandang status sebagai seorang haji itu.

"Penyidik masih memintai keterangan 4 orang saksi,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Selasa (28/6/2022).

2 dari 3 halaman

Kronologi Kejadian

017 ovan zaihnudin
©2016 Merdeka.com

Peristiwa pemerkosaan terjadi di rumah pelaku AK. Korban yang sehari-hari membantu usaha milik anak pelaku tidak pulang ke rumah setiap selesai bekerja. Dia tidur di rumah AK.

Korban diberi fasilitas salah satu kamar tidur di rumah pelaku AK. Sementara istri AK tidur di rumah depan yang juga menjadi tempat usaha toko kelontong. 

Menurut pengakuan korban, suatu hari sekitar pukul 24.00 WIB, pelaku tiba-tiba masuk kamar korban tanpa permisi. Ia kemudian melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban yang masih di bawah umur. 

Pemerkosaan itu dilakukan sebanyak tiga kali hingga korban diketahui hamil dua bulan. 

"Dari hasil pemeriksaan medis atau visum, korban diketahui hamil 2 bulan," tutur Anton.

3 dari 3 halaman

Perkembangan Kasus

ilustrasi kantor polisi

©2022 Merdeka.com/Freepik

Hingga berita ini ditulis, sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan terkait kasus pemerkosaan tersebut. Mereka adalah korban, kakak korban, dan dua tetangga korban. 

Selain empat saksi yang sudah diperiksa, Polres Lamongan akan menambah dua orang saksi untuk dimintai keterangan. Kedua saksi tambahan ini dijadwalkan dimintai keterangan pada pekan depan. 

"Dua saksi tambahan itu juga masih tetangga korban," imbuh Anton.

Setelah keterangan dari para saksi dipandang cukup, penyidik akan meminta keterangan terlapor alias Haji AK. 

"Pemanggilan terhadap terlapor masih menunggu, setelah pemeriksaan terhadap para saksi beres," pungkasnya.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini